Minggu, 26 Juli 2026

Geruduk Kantor PTPN IV Medan, LSM Asahan Tuduh Ada Praktek KKN di Proyek Perkebunan

Administrator - Selasa, 09 Juni 2026 16:15 WIB
Geruduk Kantor PTPN IV Medan, LSM Asahan Tuduh Ada Praktek KKN di Proyek Perkebunan
Istimewa
sumut24.co -MEDAN, Puluhan massa yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) Kabupaten Asahan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Regional Head PTPN IV Regional II, Jalan Letjen Suprapto, Medan, Selasa pagi (9/6/2026) sekitar pukul 11.30 Wib. Aksi ini dilatarbelakangi dugaan terjadinya Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam proses pengadaan proyek di lingkungan perusahaan perkebunan tersebut.

Baca Juga:
Dalam orasinya, Ketua DPC PMPRI Asahan, Hendra Syahputra, menyampaikan kekhawatiran terkait adanya satu vendor yang diduga mendapatkan hak mengerjakan 8 hingga 10 paket pekerjaan sekaligus. Paket-paket tersebut tersebar di beberapa lokasi kebun, antara lain Kebun Mandoge, Kebun Air Batu, dan Kebun Tinjowan. Menurutnya, hal ini diduga terjadi melalui mekanisme Penunjukan Langsung (PL) yang dinilai tidak memberikan ruang persaingan yang sehat.

"Kami meminta pihak PalmCO selaku induk usaha di Jakarta tidak serta-merta mengesahkan pengaturan vendor untuk proyek penanaman ulang dan pengembangan perkebunan. Kami menduga ada indikasi KKN dan pemberian keuntungan yang tidak wajar di balik mekanisme penunjukan langsung ini," tegas Hendra.

Lebih lanjut, pihaknya menuntut agar sistem penunjukan langsung untuk proyek tahun 2026 dibatalkan. Sebagai gantinya, mereka mendesak dikembalikannya sistem pengadaan secara terbuka melalui lelang elektronik atau e-procurement.

"Semua proses harus dibuka secara daring melalui platform resmi perusahaan. Agar setiap penyedia jasa bisa bersaing secara adil berdasarkan penawaran harga terbaik dan kualifikasi teknis yang terpenuhi. Cara ini menjamin transparansi dan akuntabilitas," tambahnya.

Koordinator Lapangan aksi, Donny Alfan, juga menegaskan bahwa mekanisme penunjukan langsung dianggap mematikan kesempatan bagi pengusaha baru untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman kerja di sektor perkebunan.

Setelah menyampaikan tuntutan secara bergantian, perwakilan massa diterima oleh Kepala Humas PTPN IV Regional II, S. Tampubolon. Dalam pertemuan singkat tersebut, Tampubolon menyatakan kesediaan manajemen untuk menindaklanjuti laporan, asalkan disertai bukti dan data yang jelas.

"Kami terbuka untuk mengevaluasi setiap laporan yang masuk. Jika ada data nama perusahaan yang diduga mendapatkan banyak paket pekerjaan, silakan diserahkan secara resmi kepada kami. Kami akan telusuri dan tindak lanjuti sesuai prosedur yang berlaku," jelas Tampubolon.

Setelah mendengar tanggapan dari pihak manajemen, massa aksi kemudian membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan ketat dari petugas kepolisian Polrestabes Medan guna menjaga keamanan dan ketertiban umum. (tec)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gerakan Indonesia ASRI Langit Biru Warnai HUT ke-25 Partai Demokrat, Bupati Asahan : Sinergi Jaga Lingkungan Kunci Kesejahteraan Warga
Pegadaian Salurkan 800 Paket Sembako, Warga Sidodadi Ramunia Kebagian 125 Paket, Ini Isi Bantuan yang Diterima
Di Ajang PRSU ke-50, Kabupaten Asahan Tampilkan Pesona 14 Etnis dan Kekayaan Produk Unggulan
Bupati Taufik Buka Rakerkab KORPRI Asahan, Perkuat Integritas ASN demi Pelayanan Prima
Ikuti Bimtek Se-Sumut, TP PKK Asahan Siap Terapkan Inovasi Digital dan Perkuat Program Kesejahteraan Keluarga
Proyek Pengendalian Banjir Sungai Asahan Rp15 Miliar Diduga Dimanipulasi, PPK Akui Pekerjaan Tak Sempurna, Aturan Hukum Terancam Dilanggar
komentar
beritaTerbaru