UMKM di PRSU Rugi, Forda UKM Sumut: Omzet Turun Lebih 50 Persen Akibat Tiket Mahal
UMKM di PRSU Rugi, Forda UKM Sumut Omzet Turun Lebih 50 Persen Akibat Tiket Mahal
kota
Baca Juga:
Pemerintah Kota Solok , Sumatera Barat bersama Dinas Kesehatan melalui Pertemuan Koordinasi Implementasi Layanan Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi (Kespro) yang digelar di Ully Hotel, (26/5/2026). terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak.
Kegiatan tersebut diikuti oleh kepala puskesmas se-Kota Solok, penanggung jawab program KIA, gizi dan kespro puskesmas, penanggung jawab pustu, bidan praktik mandiri (BPM), hingga kepala ruangan kebidanan dan perinatologi rumah sakit maupun RSIA se-Kota Solok.
Dan juga menghadirkan menghadirkan tiga narasumber, yakni Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dr. Fionaliza, MKM, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. Helwi Nofira, Sp.OG, serta Dokter Spesialis Anak dr. Fatmah Sindi, Sp.A.
Dijelaskan, kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat koordinasi dan sinergi lintas fasilitas pelayanan kesehatan guna memastikan layanan kesehatan ibu, anak, gizi, dan kesehatan reproduksi berjalan optimal, terintegrasi, serta berkesinambungan di Kota Solok.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Ns. Hartini, S.Kep, M.Biomed, didampingi pemegang program KIA dan gizi Dinas Kesehatan Kota Solok.
Hartini dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antar fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat, terutama bagi ibu dan anak.
"Koordinasi dan kolaborasi antar fasilitas kesehatan sangat penting untuk memastikan pelayanan yang terintegrasi, berkualitas, dan berkesinambungan. Dengan sinergi yang kuat, pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal," ujarnya.
Kemudian para narasumber menyampaikan berbagai materi terkait penguatan implementasi pelayanan kesehatan ibu dan anak, penanganan masalah gizi, pelayanan kesehatan reproduksi, hingga percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi.
dr. Fionaliza , dalam paparannya menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan kesehatan ibu dan anak membutuhkan keterlibatan aktif seluruh tenaga kesehatan, mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit.
"Pelayanan yang cepat, tepat, dan terintegrasi menjadi kunci dalam menurunkan risiko komplikasi pada ibu dan anak. Karena itu, komitmen dan kolaborasi seluruh tenaga kesehatan sangat dibutuhkan agar layanan berjalan sesuai standar dan semakin optimal," tutur dr. Fionaliza.(YOSE)
Tags:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
UMKM di PRSU Rugi, Forda UKM Sumut Omzet Turun Lebih 50 Persen Akibat Tiket Mahal
kota
Pemkab Simalungun Perkuat Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan TPPO
kota
Tertibkan Kenderaan Dinas, Pemkab Simalungun Gelar Apel Kendaraan
kota
Galian C Ilegal di Kampung Karo Diduga Kebal Hukum, Jalan Pancasila Terancam Hancur, Warga Resah Debu Bertebaran
kota
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Bekali Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Pakam Menjadi "Pahlawan Digital" dalam MPLS
kota
Rakerda & Family Gathering JMSI Sumut Dapat Dukungan Penuh Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony
kota
Rakerda & Family Gathering JMSI Sumut Dapat Dukungan Penuh Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony
kota
PT Prima Terminal Petikemas dan PT BNCT Dukung Kegiatan Rakerda Family Gathering JMSI Sumut
News
sumut24.co ASAHAN , Gelombang semangat pembangunan menyapa Desa Teluk Dalam, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan, menjadi hari bersejar
News
Ketua ABPEDNAS Soroti Pengelolaan Dana Operasional BPD Paya Gambar Harus Transparan dan Dipertanggungjawabkan
kota