DPD PSI Asahan Berbagi 300 Takjil di 17 Hari Puasa Ramadan 1447 H
sumut24.co ASAHAN, Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD. PSI) Kabupaten Asahan di 17 hari puasa ramadhan 1447 Hijriah me
News
Baca Juga:
- Sentuhan Kasih di Batas Desa, Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/Tapsel Hadirkan Layanan KB Gratis bagi Ibu-Ibu Sangkunur
- Sentuhan Kepedulian di Batu Rosak: Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/Tapsel Gelar Pelayanan KB Gratis untuk Para Ibu
- Di Tengah Hutan Angkola Sangkunur, Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/Tapsel Bangun Tugu Pengabdian untuk Negeri
Tapsel | Sumut24.co
Pagi di Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, biasanya dimulai dengan suara ayam jantan dan desir angin dari perbukitan.
Namun sejak 10 Februari 2026, suasana itu berubah. Ada suara lain yang ikut mengisi udara desa yakni denting sekop yang menghantam batu, deru mesin molen yang berputar, dan tawa yang bersahutan di antara prajurit berseragam loreng dan warga desa.
Bagi masyarakat Sangkunur, kedatangan ratusan prajurit itu bukan sekadar membawa proyek pembangunan. Mereka datang seperti keluarga yang lama tak bertemu, menyatu dalam peluh dan harapan.
Selama satu bulan penuh, kawasan ini menjadi pusat pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang digelar oleh Kodim 0212/Tapanuli Selatan. Program yang berlangsung hingga 11 Maret 2026 itu menghadirkan 310 personel gabungan dari TNI, Polri, serta masyarakat setempat.
Namun bagi warga desa yang sebagian besar hidup dari ladang dan kebun jagung, kehadiran para prajurit terasa lebih dari sekadar program negara.
Mereka hadir sebagai tetangga baru yang ikut merasakan panasnya matahari Sangkunur, berjalan di jalan tanah yang sama, bahkan duduk di teras rumah sederhana sambil menyeruput kopi.
Salah satu sasaran utama TMMD kali ini adalah pembangunan infrastruktur jalan desa. Jalan sepanjang 1.700 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan 15 sentimeter mulai dibangun, membuka akses yang selama ini terasa jauh bagi warga.
Bagi sebagian orang kota, angka itu mungkin hanya data pembangunan. Tetapi bagi masyarakat Sangkunur, jalan tersebut adalah pintu menuju masa depan.
Selama bertahun-tahun, hasil panen warga harus melewati jalan tanah yang licin saat hujan dan berdebu saat kemarau. Truk pengangkut sering terjebak di tengah lumpur, dan perjalanan menuju pusat kecamatan bisa memakan waktu lebih lama dari seharusnya.
Kini, perlahan-lahan, jalan itu berubah. Batu disusun, tanah dipadatkan, dan harapan ikut ditanam di sepanjang lintasannya.
Komandan Kodim 0212/Tapanuli Selatan sekaligus Dansatgas TMMD ke-127, Letnan Kolonel Infanteri Dedi Harnoto, mengatakan bahwa program ini bukan sekadar pembangunan fisik.
"TMMD merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Tujuannya jelas, mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga," ujarnya usai upacara pembukaan program tersebut.
Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari bangunan yang berdiri, tetapi juga dari semangat kebersamaan yang tumbuh selama prosesnya.
*Harapan Setelah Luka Bencana*
Di balik semangat pembangunan itu, ada cerita lain yang jarang terlihat. Beberapa waktu terakhir, wilayah Kecamatan Angkola Sangkunur sempat dilanda bencana alam berupa banjir, longsor, hingga pergeseran tanah yang membuat aktivitas warga terganggu.
Ladang rusak, akses jalan terputus, dan sebagian warga harus berjuang lebih keras untuk kembali menata kehidupan mereka.
Saat membuka program TMMD ke-127, Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar proyek pembangunan semata.
Menurutnya, TMMD adalah simbol kuat kemanunggalan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
"TMMD bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga bukti bahwa negara hadir bersama rakyat. Sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat menjadi kekuatan untuk membangun desa," ungkapnya.
Ia juga menyebut program ini sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan wilayah yang sempat terdampak bencana.
Melalui pembangunan jalan, jembatan, sumur bor, hingga fasilitas sanitasi, pemerintah daerah berharap roda ekonomi desa bisa kembali bergerak.
Bagi masyarakat Sangkunur, pembangunan ini bukan hanya tentang beton dan batu. Ia adalah tentang kesempatan untuk kembali bangkit.
*Ketika Peluh Menjadi Persaudaraan*
Di Lingkungan Tiga Dolok, Sangkunur, matahari siang terasa begitu terik pada Minggu, 8 Maret 2026. Debu beterbangan, sementara suara sendok semen berdenting pelan dari sebuah bangunan kecil yang hampir rampung.
Bangunan itu mungkin sederhana. Sebuah fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang berdiri di atas tanah desa. Namun bagi warga, bangunan ini adalah sesuatu yang sangat berarti.
Pengerjaan fasilitas tersebut dipimpin oleh Sertu A.R Nainggolan, seorang prajurit yang sejak beberapa minggu terakhir hampir setiap hari terlihat di lokasi bersama warga.
Tangannya tak hanya memegang komando, tetapi juga sekop dan ember semen. Ia bekerja berdampingan dengan warga tanpa sekat.
Keringat yang menetes dari wajahnya seolah menjadi saksi betapa pekerjaan ini bukan sekadar tugas militer.
"Bagi kami, ini bukan hanya tugas kedinasan. Ini pengabdian untuk saudara-saudara kami di sini," katanya pelan.
Ia menatap bangunan MCK yang baru saja selesai. Di matanya, terlihat rasa bangga yang sulit disembunyikan.
"Melihat ini selesai, ada rasa haru juga. Kami tahu fasilitas ini sangat dibutuhkan warga."
*Air yang Mengalir, Harapan yang Datang*
Di hari yang sama, suasana haru juga terasa di tempat lain di Sangkunur.
Di sebuah bak penampungan air berwarna hijau, warga berkumpul menunggu sesuatu yang selama ini mereka impikan tidak lain dan tidak bukan adalah air bersih.
Proyek pipanisasi yang dikerjakan oleh Satgas TMMD akhirnya rampung. Perlahan, air mulai mengalir dan memenuhi bak penampungan.
Sorak kecil terdengar dari warga yang menyaksikan momen itu.
Di balik keberhasilan proyek tersebut ada sosok Serka Lase, yang bersama rekan-rekannya memastikan setiap sambungan pipa terpasang sempurna.
Medan yang menanjak, tanah berbatu, serta cuaca yang tidak menentu sempat menjadi tantangan berat selama pengerjaan. Namun, semua kelelahan itu seperti hilang ketika air pertama kali mengalir.
"Melihat air ini mengalir dengan lancar adalah bayaran paling setimpal bagi kami," ujar Serka Lase.
Ia menatap bak penampungan yang kini mulai penuh.
"Ini bukan hanya membangun bak semen. Ini membangun harapan agar warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih."
*Sebulan yang Akan Selalu Dikenang*
TMMD ke-127 tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik. Berbagai kegiatan sosial juga dilakukan, mulai dari pembangunan rumah tidak layak huni, pembuatan sumur bor, penanaman pohon, rehabilitasi masjid dan lapangan bola, hingga program ketahanan pangan.
Di sisi lain, warga juga mendapatkan penyuluhan bela negara, sosialisasi hukum dan keamanan, edukasi bahaya narkoba, pengobatan gratis, bazar murah, hingga pembagian paket bantuan bagi anak-anak yang mengalami stunting.
Seluruh kegiatan ini melibatkan sekitar 160 warga dan organisasi kepemudaan, memperkuat kembali tradisi gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan desa.
Dalam kebersamaan itu, batas antara tentara dan masyarakat perlahan memudar.
Mereka makan di dapur yang sama, bekerja di tanah yang sama, dan tertawa dalam kelelahan yang sama.
Program TMMD ke-127 akan berakhir pada 11 Maret 2026. Jalan yang dibangun akan tetap ada, MCK akan terus digunakan, dan air bersih akan terus mengalir.
Namun bagi warga Sangkunur, yang paling sulit dilupakan bukan hanya hasil pembangunan itu.
Melainkan cerita tentang sebulan kebersamaan dengan para prajurit yang datang sebagai tentara, tetapi pulang sebagai saudara.
Di desa kecil yang sunyi itu, mereka telah meninggalkan sesuatu yang lebih berharga dari bangunan.
Sebuah kenangan tentang gotong royong, persahabatan, dan harapan yang tumbuh dari tanah yang sama.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
sumut24.co ASAHAN, Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD. PSI) Kabupaten Asahan di 17 hari puasa ramadhan 1447 Hijriah me
News
Tak Sekadar Berbagi, IMA Madina Pekanbaru Hadirkan Kebahagiaan Ramadhan untuk Anak Yatim
kota
Senpi Dinas Dicek Ketat, Polres Padang Lawas Tegaskan Komitmen Profesionalitas Anggota
kota
Misteri Korban Hilang Banjir Garoga Mulai Terjawab, Kerangka Manusia Ditemukan di Pinggir Sungai Batangtoru
kota
Polsek Sipirok Ringkus Dua Pelaku Curanmor di Bulu Mario, Motor Korban Berhasil Diamankan
kota
Sentuhan Kasih di Batas Desa, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Hadirkan Layanan KB Gratis bagi IbuIbu Sangkunur
kota
Sentuhan Kepedulian di Batu Rosak Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Gelar Pelayanan KB Gratis untuk Para Ibu
kota
Di Tengah Hutan Angkola Sangkunur, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Bangun Tugu Pengabdian untuk Negeri
kota
Jejak Pengabdian yang Abadi Tugu TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Mulai Berdiri di Pasir Bidang
kota
Gladi Kotor Penutupan TMMD ke127 Kodim 0212/TS, TNI Teguhkan Komitmen Mengabdi untuk Masyarakat Tapanuli Selatan
kota