Polsek Tanjung Morawa dan Bhayangkari Bagikan Takjil, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan
Polsek Tanjung Morawa dan Bhayangkari Bagikan Takjil, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan
kota
Baca Juga:
- Berbagi Berkah Ramadan, PLN UID Sumatera Utara Nyalakan Listrik Untuk 136 Rumah Prasejahtera Melalui Program Light Up The Dream
- Perkuat Kolaborasi Energi Berkeadilan dan Transisi Energi, Direktur Distribusi PLN Berikan Kuliah Umum Milad ke-69 UMSU
- Horas Medan! Chery C5 CSH Resmi Mengaspal, Standar Baru SUV Hybrid di Sumatera Utara
MEDAN – Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang) direncanakan mulai beroperasi pada tahun ini. Moda transportasi massal tersebut akan menggunakan bus listrik melalui kerja sama dengan Tiongkok.
Sebanyak 12 koridor akan difasilitasi BRT pada tahap awal operasional. Dari jumlah tersebut, 10 koridor berada di wilayah Kota Medan dan dua koridor lainnya untuk kawasan Mebidang. Kedua koridor ini dikelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan.
Adapun dua koridor yang berada di bawah pengawasan Pemprov Sumut yaitu rute Binjai–Medan–Carrefour serta Lubukpakam–Amplas–Simpang Pelangi. Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut Rochani Litiloly optimistis kehadiran BRT dapat membantu mengurangi persoalan transportasi di kawasan Mebidang.
"Ini bertujuan untuk mengurangi emisi dan penggunaan kendaraan pribadi karena di daerah kita penggunaan kendaraan pribadi terus meningkat. Itu karena transportasi umumnya masih minim, mudah-mudahan bisa kita nikmati tahun ini," kata Rochani dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (6/3/2026).
Menurut Rochani, pemerintah saat ini masih merumuskan secara detail kebutuhan jumlah bus serta mempersiapkan pembangunan depo pengisian bus listrik. Setelah itu, proses pemesanan bus listrik diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima bulan.
"Masih dalam proses, dan demandnya masih terus berubah misalnya dari 17 koridor menjadi 14 kemudian 12. Itu akan menentukan jumlah bus dan depo yang kita butuhkan. Setelah kontrak selesai, kita masih menunggu paling tidak lima bulan untuk pemesanan bus listriknya karena bus ini build up," kata Rochani.
Sementara itu, Tenaga Ahli Dishub Pemprov Sumut Darwin Purba mengatakan sistem BRT yang akan diterapkan mirip dengan konsep Jaklingko di Jakarta. Ia berharap angkutan kota yang sudah ada dapat berperan sebagai feeder atau pengumpan menuju jalur BRT.
"BRT dia punya jalur khusus sendiri, seperti Transjakarta, jadi dia akan lebih cepat. Kemudian kita juga berupaya agar angkot yang ada menjadi feeder untuk BRT, sehingga semua terintegerasi," kata Darwin Purba.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Polsek Tanjung Morawa dan Bhayangkari Bagikan Takjil, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan
kota
Kadis Kominfo Kabupaten Solok Berbenah Perkuat Keterbukaan Informasi Publik.
kota
5 Tenda Kerucut di Serahkan PNM Padang ke ke DKUKMPP Solok Untuk Dukung UMKM
kota
Pendidikan Tidak Hanya Berfokus Pada Kecerdasan Akademik, Tetapi Juga Pada Pembentukan Karakter dan Nilainilai Spiritual.
kota
Medan sumut24.co Erwin Tulus Tri Putra Siregar warga Jln. Air Bersih No 128, Kel. Siderejo, Kec. Medan Kota dilaporkan pengusaha papan bun
Hukum
Tim Gabungan Polda Sumut, Polres Simalungun Gerak Cepat Grebek Komplotan Narkoba, 5 Pelaku Diringkus
kota
BAKOPAM Sumut Salurkan Bantuan Sembako dalam Program Berkah Ramadan 1447 H Dari REI Sumut
kota
Masyarakat Medan Diimbau Tidak Panik Soal Isu Kelangkaan BBM
kota
Pemprov Sumut Sediakan 5.500 Kursi untuk Mudik Gratis Idulfitri 2026
kota
Gunakan Bus Listrik, BRT Mebidang Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini
kota