Rabu, 25 Februari 2026

Tambang Emas Batang Toru PT Agincourt Resources Harus Tutup! Parsadaan Marga Pulungan Bongkar Bahaya Smelter dan Ancaman DAS

Administrator - Selasa, 24 Februari 2026 21:19 WIB
Tambang Emas Batang Toru PT Agincourt Resources Harus Tutup! Parsadaan Marga Pulungan Bongkar Bahaya Smelter dan Ancaman DAS
Istimewa
Baca Juga:

Tapsel | Sumut24.co

Isu tambang emas di wilayah Batang Toru kembali memanas. Kali ini, Parsadaan Marga Pulungan secara tegas mendesak penutupan total aktivitas tambang dan smelter yang dikelola oleh PT Agincourt Resources.

Sekretaris Jenderal Parsadaan Marga Pulungan, Muhammad Erwin Pulungan, dalam pernyataannya pada Selasa (24/02/2026), menilai keberadaan smelter dan aktivitas tambang telah menjadi ancaman serius bagi lingkungan, khususnya kawasan Batang Toru dan aliran DAS Batang Toru.

"Smelter yang seperti danau itu sangat berbahaya, karena hasil olahan itu banyak terkandung zat kimia dan belum bersih," tegasnya.

Erwin juga mempertanyakan hasil uji kualitas air yang pernah dilakukan pihak perusahaan.

"Dan waktu itu uji air yang dilakukan PT Agincourt Resources itu saya kurang yakin itu airnya bersih. Apapun cerita dalam pertambangan uji air itu tidak bersih, masih ada menyisakan partikel-partikel kimia," ujarnya.

Menurutnya, dalam praktik pertambangan, limbah cair sulit sepenuhnya steril dari kandungan kimia. Hal ini dikhawatirkan mencemari sungai serta berdampak jangka panjang bagi masyarakat di hilir.

*Izin Dicabut, Tapi Aktivitas Masih Berjalan?*

Parsadaan Marga Pulungan juga menyoroti status perizinan tambang tersebut. Erwin menyebut keputusan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mencabut izin tambang pada 20 Januari 2026 adalah langkah tepat.

"Apa yang sudah dilakukan oleh Bapak Presiden Jenderal Purn Prabowo Subianto sudah benar dicabut izinnya," katanya.

Namun ia menilai ada kejanggalan di lapangan.

"Ini ada keanehan, sudah jelas pada 20 Januari 2026 izin sudah dicabut, kenyataannya masih ada aktivitas pekerjaan di atas sana."

Ia juga menyinggung adanya permintaan dari pihak United Tractors Astra untuk kembali mengelola tambang tersebut. Namun, ia menegaskan masyarakat menolak keras.

"Ini permintaan United Tractor Astra agar mereka kembali mengelola tambang tersebut, tapi kita dari masyarakat tidak mau itu dikelola oleh PT Agincourt Resources."

*Orangutan Tapanuli dan Ancaman Ekologis*

Dampak ekologis menjadi sorotan utama. Wilayah tambang berada di habitat kritis Orangutan Tapanuli yang populasinya semakin menyusut.

"Apapun yang terjadi DAS Batang Toru yang dirusak, bahkan ada Orang Utan Tapanuli yang mati. Karena daerah PT AR itu adalah daerah orang utan tapanuli yang sudah mulai punah," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pembukaan lahan yang luas sejak 2012.

"Setahu saya sejak 2012 hingga sekarang kayu yang ditumbang di atas tidak pernah turun. Bayangkan 390 hektar yang dibuka, maka berapa kubik kayu di atas sana yang telah ditebang."

Menurut Erwin, kerusakan hulu sungai berpotensi memicu banjir bandang yang mengancam warga Batang Toru dan sekitarnya.

"Pada intinya seluruh masyarakat Batang Toru dan Pemerintah Daerah harus bersatu padu agar bagaimana caranya tidak lagi terjadi banjir bandang. Apakah kita mau terulang kembali?"

Ia juga menilai manfaat ekonomi yang diterima masyarakat tidak sebanding dengan dampak lingkungan yang muncul.

"Tidak sebanding hasil yang diterima masyarakat dengan dampak yang telah ditimbulkan."

*Tim Investigasi dan Desakan Penutupan Total*

Erwin mengungkapkan bahwa tim dari Jakarta telah turun langsung menyelidiki kondisi di Batang Toru dan Muara Batang Toru.

"Tim dari Jakarta kita sudah menyelidikinya, mulai dari Batang Toru dan Muara Batang Toru dan daerah terdampak, dan tim ini menginginkan PT Agincourt Resources harus tutup."

Parsadaan Marga Pulungan menyatakan akan terus memperjuangkan penutupan tambang, baik di tingkat daerah maupun pusat.

"Kita akan berjuang terus baik di daerah maupun di pusat, sekarang kita sudah koordinasi dengan pemerintah pusat. Kita menginginkan seperti yang telah diperjuangkan izinnya telah dicabut."

Desakan penutupan tambang kini bukan sekadar isu ekonomi, tetapi telah berubah menjadi alarm bahaya bagi kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat.

DAS Batang Toru menjadi simbol perlawanan terhadap eksploitasi yang dinilai berlebihan. Masyarakat berharap keputusan pencabutan izin benar-benar ditegakkan secara konsisten dan aktivitas tambang dihentikan sepenuhnya.red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Batang Toru Dikeruk 14 Tahun, Rakyat Cuma Dapat Deviden 5 Persen? Parsadaan Marga Pulungan Desak PT Agincourt Resources Buka-Bukaan!
Saipullah Nasution Pimpin Mediasi Plasma PT DIS dengan Masyarakat Tabuyung Madina Belum Capai Kesepakatan
Bersama Aparat Gabungan, Polda Sumut Terus Fokuskan Pemulihan Nyata di Batang Toru
Posyandu Melur Desa Sipaku Area Terima Kunjungan Studi Tiru Persit Chandra Kirana
Kades Batang Onang Baru Bongkar Dugaan Aliran Dana Desa ke Camat: “Bukan Saya Saja, Camat Juga Terima”
Polsek Batang Kuis Klarifikasi Pemberitaan Dugaan Pemerasan, Ketua PAC PP Tegaskan Tidak Pernah Terjadi
komentar
beritaTerbaru