Baca Juga:
Tapsel | Sumut24.co
Di bawah terik matahari yang mulai menyengat di Kelurahan Sangkunur, suara mesin bor menderu, memecah kesunyian Minggu pagi (22/02/2026). Di sana, tampak butiran keringat bercampur lumpur membasahi seragam loreng dan kaos lusuh para warga.
Tidak ada sekat, tidak ada jarak yang ada hanyalah satu tekad: menghadirkan air bersih bagi warga yang telah lama merindukannya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) ke-127 Kodim 0212/TS.
Dipimpin langsung oleh Kapten Inf Halasson Sirait, Satgas TMMD bersama masyarakat setempat terus mengebut pengerjaan sumur bor di Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Bagi Kapten Inf Halasson Sirait, setiap inci pipa yang masuk ke dalam tanah adalah harapan. Beliau terlihat bahu-membahu bersama warga, memegangi peralatan bor dengan tangan yang kokoh, memastikan setiap proses berjalan tanpa kendala.
"Ini bukan hanya tentang mengebor tanah hingga keluar air. Ini tentang rasa peduli. Kami melihat bagaimana warga di sini kesulitan saat kemarau tiba. Air adalah sumber kehidupan, dan kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan kehidupan itu tetap mengalir bagi saudara-saudara kita di Sangkunur," ujar Kapten Halasson di sela-sela kegiatannya.
Pemandangan di lokasi begitu menyentuh hati. Para prajurit TNI tidak canggung berlumuran lumpur pekat, sementara warga dengan sukarela membantu mengangkat drum-drum penampung dan menyiapkan segala keperluan teknis.
Tawa kecil sesekali pecah di tengah kelelahan, menjadi bukti bahwa Kemanunggalan TNI dan Rakyat bukan sekadar slogan, melainkan napas dalam pengabdian ini.
Warga setempat mengungkapkan rasa haru mereka. Kehadiran Satgas TMMD dianggap sebagai jawaban atas doa-doa mereka selama ini. Selama bertahun-tahun, akses air bersih yang memadai menjadi impian yang sulit digapai secara mandiri karena keterbatasan biaya dan peralatan.
Meski hari Minggu biasanya digunakan untuk beristirahat bersama keluarga, Satgas TMMD 127 memilih untuk tetap berada di lapangan. Mereka sadar bahwa waktu pelaksanaan TMMD terbatas, dan setiap detik sangat berharga untuk menyelesaikan target fisik ini.
Harapannya, dalam waktu dekat, sumur bor ini akan memancarkan air jernih yang akan mengalir ke rumah-rumah warga, menghapus dahaga, dan membawa keberkahan bagi sanitasi serta kesehatan masyarakat Sangkunur.
Lumpur mungkin mengotori pakaian mereka, tapi semangat yang tulus telah membersihkan jalan menuju kesejahteraan desa. Di Angkola Sangkunur, TNI dan rakyat kembali membuktikan bahwa dengan gotong royong, mustahil adalah kata yang tidak berlaku.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News