Senin, 13 April 2026

Ramadan di Bawah Bayang-Bayang Genangan Air, Warga Huntara Angkola Selatan Terancam Malaria

Administrator - Jumat, 20 Februari 2026 22:04 WIB
Ramadan di Bawah Bayang-Bayang Genangan Air, Warga Huntara Angkola Selatan Terancam Malaria
Istimewa
Baca Juga:

Tapsel | Sumut24.co

Ramadan 1447 Hijriah menjadi momen yang tak biasa bagi ratusan warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara. Sebanyak 186 kepala keluarga (KK) atau 542 jiwa kini menjalani ibadah puasa di hunian sementara (huntara) setelah bencana alam memaksa mereka meninggalkan rumah.

Namun di balik semangat bertahan hidup, muncul kekhawatiran serius. Di bawah deretan bangunan huntara tersebut terdapat genangan air yang hingga kini belum tertangani secara maksimal. Warga cemas kondisi itu dapat menjadi sarang nyamuk dan memicu wabah malaria.

Genangan air yang berada tepat di bawah lantai hunian menjadi persoalan utama. Apalagi, musim hujan yang belum sepenuhnya berakhir membuat air sulit surut. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit berbasis lingkungan, termasuk malaria dan demam berdarah.

Sejumlah warga mengaku was-was, terlebih anak-anak menjadi kelompok paling rentan. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan penanganan, mulai dari pengeringan area hingga penyemprotan berkala.

Kondisi ini semakin berat mengingat sebagian warga masih mengalami trauma pascabencana dan belum memiliki kepastian mata pencaharian. Ramadan yang seharusnya menjadi bulan penuh ketenangan justru diwarnai kekhawatiran akan ancaman kesehatan.

Di tengah situasi tersebut, kehidupan tetap berjalan. Anak-anak masih bermain di sekitar huntara. Tawa mereka terdengar, mencoba mengusir rasa takut yang tersisa.

Tara, siswi kelas 3 SD asal Desa Tandihat, mengungkapkan kerinduannya pada kampung halaman.

"Kangen di tempat yang dulu," ucapnya pelan, Kamis (19/02/2026).

Meski mengaku nyaman di pengungsian, Tara tetap memilih kembali ke desa. Baginya, Ramadan identik dengan tadarus malam di masjid kampung bersama teman-temannya.

"Kalau malam, biasanya kami tadarusan di masjid," katanya.

Kerinduan itu sederhana, namun penuh makna. Bukan sekadar rumah yang hilang, melainkan suasana kebersamaan yang membentuk kenangan.

Pemerintah sebelumnya telah membangun 186 unit huntara lengkap dengan fasilitas MCK, dapur umum, musala, hingga area aktivitas komunal dan lapangan futsal. Secara fasilitas, kebutuhan dasar telah disiapkan.

Namun persoalan sanitasi dan lingkungan sekitar masih menjadi pekerjaan rumah. Warga berharap solusi cepat agar kondisi huntara benar-benar layak dan aman untuk ditempati dalam jangka waktu yang belum bisa dipastikan.

*Bang Regar: Pemerintah Harus Responsif dan Berbasis Pencegahan*

Pengamat kebijakan publik, Bang Regar, menilai persoalan genangan air di bawah huntara tidak boleh dianggap sepele.

"Ini bukan sekadar soal kenyamanan, tapi soal keselamatan kesehatan publik. Pemerintah harus bergerak cepat dengan pendekatan preventif. Jangan tunggu sampai ada korban atau wabah baru bertindak," tegas Bang Regar, Jumat (20/02/2026).

Menurutnya, penanganan pascabencana harus komprehensif, tidak hanya menyediakan tempat tinggal sementara, tetapi juga memastikan standar kesehatan lingkungan terpenuhi.

"Warga sudah kehilangan rumah dan mata pencaharian. Negara wajib hadir lebih dari sekadar membangun huntara. Pengawasan sanitasi, penyemprotan berkala, hingga edukasi kesehatan harus berjalan konsisten," tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan dinas kesehatan untuk memetakan potensi penyebaran penyakit sejak dini.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polisi dan Warga Gotong Royong Perbaiki Jembatan Desa Sipirok, Bukti Nyata Kepedulian Polsek Padang Bolak
Sumut Zero Pengungsi, Korban Bencana Kini Tempati Huntara dan Huntap
Ribuan Warga Tanjungbalai Shalat Ied di Alun-Alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, Wali Kota Ajak Perkuat Persatuan
Sekdako Padangsidimpuan Apresiasi Gercep, Ekspedisi Sapa Ramadhan ke-6 Bantu Ratusan Warga
RSUD Panyabungan Siap Operasikan Cath Lab, Layanan Jantung Canggih Hadir untuk Warga Mandailing Natal
Kepling Diminta Komunikasi dan Kordinasi dengan Warganya Ajak WRS
komentar
beritaTerbaru