Polresta Deli Serdang Laksanakan Pengamanan Kejurnas Sprint Rally Trophi Gubernur Sumut di Sport Centre Batang Kuis
Polresta Deli Serdang Laksanakan Pengamanan Kejurnas Sprint Rally Trophi Gubernur Sumut di Sport Centre Batang Kuis
kota
Baca Juga:
Tapsel | Sumut24.co
Ramadan 1447 Hijriah menjadi momen yang tak biasa bagi ratusan warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara. Sebanyak 186 kepala keluarga (KK) atau 542 jiwa kini menjalani ibadah puasa di hunian sementara (huntara) setelah bencana alam memaksa mereka meninggalkan rumah.
Namun di balik semangat bertahan hidup, muncul kekhawatiran serius. Di bawah deretan bangunan huntara tersebut terdapat genangan air yang hingga kini belum tertangani secara maksimal. Warga cemas kondisi itu dapat menjadi sarang nyamuk dan memicu wabah malaria.
Genangan air yang berada tepat di bawah lantai hunian menjadi persoalan utama. Apalagi, musim hujan yang belum sepenuhnya berakhir membuat air sulit surut. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit berbasis lingkungan, termasuk malaria dan demam berdarah.
Sejumlah warga mengaku was-was, terlebih anak-anak menjadi kelompok paling rentan. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan penanganan, mulai dari pengeringan area hingga penyemprotan berkala.
Kondisi ini semakin berat mengingat sebagian warga masih mengalami trauma pascabencana dan belum memiliki kepastian mata pencaharian. Ramadan yang seharusnya menjadi bulan penuh ketenangan justru diwarnai kekhawatiran akan ancaman kesehatan.
Di tengah situasi tersebut, kehidupan tetap berjalan. Anak-anak masih bermain di sekitar huntara. Tawa mereka terdengar, mencoba mengusir rasa takut yang tersisa.
Tara, siswi kelas 3 SD asal Desa Tandihat, mengungkapkan kerinduannya pada kampung halaman.
"Kangen di tempat yang dulu," ucapnya pelan, Kamis (19/02/2026).
Meski mengaku nyaman di pengungsian, Tara tetap memilih kembali ke desa. Baginya, Ramadan identik dengan tadarus malam di masjid kampung bersama teman-temannya.
"Kalau malam, biasanya kami tadarusan di masjid," katanya.
Kerinduan itu sederhana, namun penuh makna. Bukan sekadar rumah yang hilang, melainkan suasana kebersamaan yang membentuk kenangan.
Pemerintah sebelumnya telah membangun 186 unit huntara lengkap dengan fasilitas MCK, dapur umum, musala, hingga area aktivitas komunal dan lapangan futsal. Secara fasilitas, kebutuhan dasar telah disiapkan.
Namun persoalan sanitasi dan lingkungan sekitar masih menjadi pekerjaan rumah. Warga berharap solusi cepat agar kondisi huntara benar-benar layak dan aman untuk ditempati dalam jangka waktu yang belum bisa dipastikan.
*Bang Regar: Pemerintah Harus Responsif dan Berbasis Pencegahan*
Pengamat kebijakan publik, Bang Regar, menilai persoalan genangan air di bawah huntara tidak boleh dianggap sepele.
"Ini bukan sekadar soal kenyamanan, tapi soal keselamatan kesehatan publik. Pemerintah harus bergerak cepat dengan pendekatan preventif. Jangan tunggu sampai ada korban atau wabah baru bertindak," tegas Bang Regar, Jumat (20/02/2026).
Menurutnya, penanganan pascabencana harus komprehensif, tidak hanya menyediakan tempat tinggal sementara, tetapi juga memastikan standar kesehatan lingkungan terpenuhi.
"Warga sudah kehilangan rumah dan mata pencaharian. Negara wajib hadir lebih dari sekadar membangun huntara. Pengawasan sanitasi, penyemprotan berkala, hingga edukasi kesehatan harus berjalan konsisten," tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan dinas kesehatan untuk memetakan potensi penyebaran penyakit sejak dini.zal
Polresta Deli Serdang Laksanakan Pengamanan Kejurnas Sprint Rally Trophi Gubernur Sumut di Sport Centre Batang Kuis
kota
Ijeck Raih Juara 3 di Kejuaraan Sprint Rally Putaran 1
kota
Wawako Suryadi Nurdal Serahkan Bantuan ke Korban Puting Beliung di Tanah Garam
kota
Wako Solok, Ramadhani Kirana Putra Hadiri Pengukuhan DPP IKM dan Halal Bi Halal Perantau di Jakarta
News
Marga Nasution dan Jejak Sejarahnya, Ikanas Didorong Ambil Peran Strategis di Sumut
kota
Genjot PAD, Bupati Madina Saipullah Nasution Jajaki Kerja Sama Sawit dengan PT Agrinas Palma Nusantara
News
Tragis di Tambang Emas Ilegal Madina, Pria Tewas Dimassa, 6 Pelaku Ditangkap Polisi
kota
Kwarda Pramuka Sumut Kukuhkan Mabicab Padang Lawas PAW 2024&ndash2029, Tekankan Transformasi Digital dan Penguatan Generasi Muda
kota
Kwarcab Pramuka Padang Lawas Resmi Dilantik, Dorong Penguatan Peran Pembinaan Generasi Muda
kota
Penyegaran di Tubuh Polresta Deli Serdang, Kapolda Sumut Mutasi Dua Kapolsek dan Kanit Gakkum Promosi Jadi Kasat Lantas
kota