Temui Konjen RRT, Asri Ludin Tambunan Bahas Peluang Investasi hingga Teknologi Pertanian
Temui Konjen RRT, Asri Ludin Tambunan Bahas Peluang Investasi hingga Teknologi Pertanian
News
Baca Juga:
Tapsel | Sumut24.co
Di bawah langit desa yang teduh, ketika matahari Sabtu pagi menumpahkan cahaya keemasan di bumi Angkola Sangkunur, tampak sebuah pemandangan sederhana yang menyimpan makna luar biasa. Hamparan jagung kuning membentang seperti karpet emas, menjadi saksi bisu tentang perjuangan, kebersamaan, dan harapan yang tak pernah padam.
Itulah suasana di Desa 3 Dolok, Kecamatan Angkola Sangkunur, Sabtu (14/02/2026), ketika personel Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/TS, Pratu Arga Yovi Nababan, turun langsung membantu warga, Bapak Zainal Lumban Tobing, menjemur jagung hasil panen.
Dengan seragam loreng yang menyatu dengan tanah dan keringat, Pratu Arga tak sekadar hadir sebagai prajurit, tetapi sebagai saudara, sahabat, sekaligus harapan bagi masyarakat desa. Ia duduk bersila di antara tumpukan jagung, tangannya cekatan meratakan butiran emas itu agar cepat kering di bawah sengatan matahari.
Hamparan jagung itu bukan sekadar hasil panen. Ia adalah simbol kehidupan. Setiap butirnya menyimpan cerita tentang kerja keras petani, doa yang dipanjatkan saat musim tanam, dan harapan besar ketika nanti dijual di pasar untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Pratu Arga Yovi Nababan mengatakan, membantu warga merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada rakyat.
"Kami hadir bukan hanya untuk membangun jalan atau fasilitas, tetapi juga ingin benar-benar menyatu dengan masyarakat. Membantu menjemur jagung ini mungkin terlihat sederhana, tapi bagi kami ini adalah bentuk nyata kepedulian dan kebersamaan," ujarnya dengan penuh semangat.
Bagi Bapak Zainal, bantuan tersebut bukan hanya tenaga tambahan, melainkan suntikan semangat yang tak ternilai. Di tengah keterbatasan, kehadiran Satgas TMMD menjadi bukti bahwa negara hadir hingga ke pelosok desa.
Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa harunya.
"Saya sangat bersyukur dan terharu. Kehadiran bapak-bapak TNI membantu kami seperti keluarga sendiri. Jagung ini nanti akan kami jual ke pasar untuk kebutuhan sehari-hari. Bantuan ini sangat berarti bagi kami," tutur Bapak Zainal.
Suasana kebersamaan itu terasa begitu hidup. Anak-anak bermain di pinggir hamparan jagung, sementara warga lainnya berdiri menyaksikan dengan senyum bangga. Seolah waktu berhenti sejenak, memberi ruang bagi nilai gotong royong yang kini semakin langka.
Program TMMD ke-127 bukan sekadar pembangunan fisik. Ia adalah jembatan hati antara TNI dan rakyat. Di Desa 3 Dolok, jembatan itu terbangun dari keringat, kepedulian, dan semangat kebersamaan.
Saat matahari perlahan meninggi, jagung-jagung itu terus mengering, seakan menyerap energi harapan. Kelak, ketika butiran emas itu dijual di pasar, ia tak hanya membawa nilai rupiah, tetapi juga kisah tentang kepedulian, persaudaraan, dan bukti bahwa di pelosok negeri, kebersamaan tetap menjadi kekuatan terbesar bangsa.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Temui Konjen RRT, Asri Ludin Tambunan Bahas Peluang Investasi hingga Teknologi Pertanian
News
Pemkab Deli Serdang dan PT Pupuk Indonesia Cek Pupuk, Kendala Petani Ditindaklanjuti
News
Polda Sumut Tangkap Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil
News
Polrestabes Medan Ringkus IRTPengedar Narkoba di Lembah Sunggal
News
Penumpang Bus Travel Ditangkap Bawa Sabu 480 Gram, Hendak Dikirim ke Aceh
News
Oknum TNI Diduga Bawa Kabur Motor Rekan Kerja
Hukum
Radiologi FK USU Beri Layanan USG Gratis bagi Warga dalam Bakti Sosial HUT TNI
News
Perkuat Sinergi Transisi Energi Regional, MKI Sumut Hadiri Electricity Connect 2026
News
Puluhan Pekerja Konstruksi Gudang 235 Sampali Keluhkan Uang Lembur Belum Dibayar
News
sumut24.co ASAHAN, Kecepatan dan ketelitian tim kepolisian kembali membuahkan hasil. Kurang dari sehari sejak melancarkan aksinya, pelaku p
News