Rabu, 15 April 2026

Dorong Pengelolaan Sanitasi dan Sampah Terpadu Berbasis Wilayah Pemkab Solok Perkuat Sinergi dengan Kementerian PU

Administrator - Jumat, 13 Februari 2026 03:56 WIB
Dorong Pengelolaan Sanitasi dan Sampah Terpadu Berbasis Wilayah Pemkab Solok Perkuat Sinergi dengan Kementerian PU
Istimewa
Baca Juga:

Jakarta : Sumut24.co

Wakil Bupati Solok, Sumatera Barat, pada Rabu (11/02/2026) H. Candra, S.H.I, bersama jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait, terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan sanitasi dan persampahan yang modern, terpadu, dan berkelanjutan, dengan mengunjungi Direktorat Pengembangan Kawasan Strategis, Direktorat Sanitasi Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum

Dalam kunjungan tersebut Wakil Bupati Solok juga didampingi oleh Kepala Bapetlibang Kabupaten Solok Nafri, ST, MT, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Asnur, SH, MM, Kepala Dinas PUPR Effia Vivi Fortuna, ST, MM, serta Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Retni Humaira, S.T. Rombongan diterima langsung oleh Direktur Sanitasi Ditjen Cipta Karya Kementerian PU, Ir. Prasetyo, M.Eng.

Wabup H Candra mewakili Bupati Solok, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah, sejalan dengan arah kebijakan nasional serta visi Presiden Republik Indonesia dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Ia menyampaikan bahwa budaya gotong royong telah menjadi kekuatan utama masyarakat nagari di Kabupaten Solok, dalam menjaga kebersihan lingkungan. Namun, dengan karakteristik wilayah Solok sebagai daerah wisata dan sentra pertanian, pengelolaan sampah membutuhkan sistem yang lebih terstruktur dan berbasis teknologi.

"Setiap sudut Kabupaten Solok merupakan destinasi wisata. Karena itu, kebersihan menjadi wajah daerah. Kami ingin pengelolaan sampah tidak hanya sebatas pengumpulan, tetapi juga pengolahan, termasuk pemanfaatan limbah organik seperti sisa sayuran menjadi kompos," ungkap Wabup.

Juga disampaikannya rencana pengembangan kawasan pengolahan sampah di wilayah selatan, tepatnya di Nagari Sungai Nanam, Alahan Panjang, dengan ketersediaan lahan sekitar 350 hektare berstatus eks PT Grenanindo yang telah diganti rugi oleh pemerintah daerah, sehingga siap dimanfaatkan untuk mendukung fasilitas pengolahan terpadu.

Kepala Bapetlibang Nafri pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa luas wilayah Kabupaten Solok yang mencapai sekitar 373.800 hektare menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan sampah. Oleh karena itu, pemerintah daerah berencana membangun sistem pengolahan berbasis zona, yakni di wilayah utara dan selatan, guna menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi layanan.

"Jika hanya terpusat di satu lokasi, biaya operasional cukup tinggi. Dengan sistem dua wilayah, pelayanan akan lebih efektif dan jangkauannya merata," ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Asnur menambahkan bahwa strategi pengelolaan sampah di Kabupaten Solok telah mencakup dua pendekatan utama, yakni pengurangan dan penanganan sampah. Berbagai inovasi teknologi tengah disiapkan untuk mendukung target nasional Zero Waste 2030.

Adapun fasilitas yang direncanakan meliputi mesin pemilahan sampah, mesin pengering digester atau generator biogas, mesin pengemas kompos, rumah kompos, hingga mesin penghancur kaca. Ia menegaskan bahwa konsep Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbeda dengan TPA konvensional, karena sampah tidak sekadar dibuang, melainkan diproses hingga memiliki nilai guna.

Menanggapi paparan tersebut, Direktur Sanitasi Ditjen Cipta Karya Kementerian PU, Ir. Prasetyo, M.Eng., menyambut baik komitmen dan kesiapan Pemerintah Kabupaten Solok. Ia menyampaikan bahwa pihak kementerian pada prinsipnya siap memberikan dukungan dan fasilitasi, sepanjang persyaratan teknis dan administratif dapat dipenuhi secara lengkap.

"Kami siap mendukung daerah, baik dari sisi perencanaan maupun pembangunan. Namun tentu perlu kesiapan dokumen, lahan, serta aspek pengelolaan pasca pembangunan agar fasilitas dapat berjalan optimal dan berkelanjutan," ujarnya.

Melalui sinergi ini, diharapkan terwujud sistem sanitasi modern yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mendukung pariwisata, pertanian, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat Solok secara berkelanjutan

Pertemuan ditutup dengan penyerahan dokumen pernyataan dukungan dari Bupati Solok beserta proposal resmi kepada Direktur Sanitasi Ditjen Cipta Karya Kementerian PU sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam merealisasikan program pengelolaan sanitasi dan persampahan terpadu di Kabupaten Solok.(YOSE)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Perkuat Benteng Moral Generasi Muda, Sosialisasi Pekat dan Narkoba Digelar di MTsN 7 Solok
Pemkab Asahan Luncurkan WhatsApp Resmi, Percepatan Penanganan Pengaduan Masyarakat
Dialog Kinerja Pemkab Sergai, Wabup Adlin Dorong Sinkronisasi Kinerja OPD Kejar Target RPJMD 2025–2029
Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Pemkab Asahan Gelar Pelatihan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi ASN
Pemkab Madina Bergerak Cepat, Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Hutabangun Jae
Bupati Solok Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
komentar
beritaTerbaru