Bawa Sabu dari Riau, Pria 32 Tahun Tak Berkutik Saat Dibekuk Polres Palas
Bawa Sabu dari Riau, Pria 32 Tahun Tak Berkutik Saat Dibekuk Polres Palas
kota
Baca Juga:
Padangsidimpuan | Sumut24.co
Kepolisian Resor (Polres) Padangsidimpuan kembali menerapkan pendekatan Restorative Justice dalam penanganan perkara pidana. Kali ini, mediasi dilakukan terhadap kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di wilayah Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, dan berakhir dengan kesepakatan damai dari kedua belah pihak.
Proses mediasi tersebut digelar di Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Padangsidimpuan pada Minggu malam, 24 Januari 2026, mulai pukul 23.00 WIB hingga 24.00 WIB.
Kasus ini berawal dari laporan seorang warga bernama Maruba Situmorang (41), wiraswasta, yang mengaku menjadi korban penganiayaan oleh Hendra (26), juga seorang wiraswasta. Peristiwa itu terjadi pada Jumat malam, 23 Januari 2026 sekitar pukul 22.00 WIB, di sekitar Jalan Bakti Abri II, Kelurahan Padang Matinggi.
Berdasarkan keterangan pelapor, insiden bermula saat korban dan terlapor berada di lokasi yang sama. Keduanya terlibat cekcok hingga berujung pemukulan. Terlapor diduga memukul wajah korban sebanyak tiga kali, menyebabkan luka lebam di bagian muka korban. Merasa dirugikan, korban kemudian melapor ke Polres Padangsidimpuan.
Namun, setelah memberikan keterangan kepada petugas SPKT, pelapor secara sukarela menyatakan keinginan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut melalui jalur mediasi. Menindaklanjuti hal itu, petugas SPKT bersama Unit III Satreskrim segera menghubungi terlapor dan mengundangnya ke Polres Padangsidimpuan.
Mediasi pun berlangsung kondusif dan dihadiri oleh petugas pelaksana, yakni IPDA M. Fitri, S.H., piket SPKT, serta personel Unit III Satreskrim. Dalam proses tersebut, kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dan saling memaafkan.
Kesepakatan damai kemudian dituangkan dalam surat pernyataan bersama, yang berisi komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan serupa dan tidak saling menuntut di kemudian hari.
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa penerapan Restorative Justice merupakan bagian dari upaya Polri dalam menghadirkan keadilan yang lebih humanis di tengah masyarakat.
"Restorative Justice kami kedepankan untuk perkara-perkara tertentu, terutama yang memungkinkan diselesaikan secara damai tanpa menghilangkan rasa keadilan. Selama ada kesepakatan kedua belah pihak dan tidak ada paksaan, kami akan memfasilitasi penyelesaian secara kekeluargaan," ujar AKBP Wira Prayatna.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan ini diharapkan mampu menjaga kondusivitas kamtibmas serta memperkuat hubungan sosial di lingkungan masyarakat.
Selama seluruh rangkaian kegiatan mediasi berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.zal
Bawa Sabu dari Riau, Pria 32 Tahun Tak Berkutik Saat Dibekuk Polres Palas
kota
Satresnarkoba Polres Padang Lawas Ungkap Peredaran Sabu di Sosa Jae, Satu Pelaku Diamankan
kota
Tak Berkutik Saat Digeledah Satresnarkoba Polres Padang Lawas, Sabu Ditemukan di Topi Pelaku
kota
Jual Ekstasi DiamDiam, Aksi Pengangguran di Padang Lawas Berakhir di Sel Polisi
kota
Berawal dari Laporan Warga, Polisi Ringkus Pemilik Sabu di Kecamatan Hutaraja Tinggi
kota
Heboh Temuan Ganja di Kampung Darek, 24 Bal Diamankan Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan
kota
Tukang Sate Pelaku Pencurian Barang Elektronik Diciduk Polsek Medan Area.
kota
Guru di Medan Diduga Jadi Korban Penipuan Tukar Tambah Mobil, Kerugian Rp150 Juta
kota
Langkat sumut24.co Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa melaksanakan peninjauan Jembatan Bailey Titi Benda yang telah selesa
News
sumut24.co MEDAN, Praktik penggunaan listrik ilegal dan pencurian tenaga listrik bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan ancaman
kota