Dapat Perlawanan Warga Satresnarkoba Polrestabes Medan Bumihanguskan Sarang Narkoba Klambir V
Dapat Perlawanan WargaSatresnarkoba Polrestabes Medan Bumihanguskan Sarang Narkoba Klambir V
kota
Baca Juga:
- Dorong Komoditas Unggulan Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Bupati Simalungun Lakukan Panen Raya Cabai Lokal Siboras
- Wakil Wali Kota Tanjungbalai Pastikan Stok Beras Aman, Bulog Siapkan Cadangan hingga Enam Bulan
- Lebih dari 76 Ribu Pohon Tertanam dalam 3 Tahun, PTPN IV PalmCo Bukti Bisnis Sejalan dengan Kelestarian Alam
Medan - Komoditas cabai merah kerap menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di wilayah Provinsi Sumatera Utara.
Seperti pada tahun 2025, stok cabai merah mengalami kelangkaan dan harga yang naik drastis di Sumut. Akibatnya masyarakat kewalahan mendapatkannya.
Pemprov Sumut pun harus mendatangkan 50 ton cabai merah dari Pulau Jawa. Tujuannya untuk menstabilkan harga dan stok.
Mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Sumut fokus mengembangkan sentra pertanaman cabai merah di Kabupaten Karo dan Batu Bara.
"Pak Gubernur Bobby Nasution melihat cabai merah ini sebagai komoditas penting yang harus tersedia dan murah di masyarakat," ujar Kepala Bappelitbang Sumut, Dr Dikky Anugerah Panjaitan.
Hal tersebut disampaikannya dalam temu pers dengan tema 'Capaian dan Akselerasi Program Prioritas, Proyek Strategis dan Kegiatan Unggulan' di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Rabu (21/1/2026).
Karena itu, ujar Dikky, Pemprov Sumut melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut mulai fokus mengembangkan pertanaman cabai di Karo dan Batu Bara.
"Dan November kemarin sudah kita mulai lakukan pertanaman cabai merah di Batu Bara, langsung dipimpin Pak Gubernur Bobby Nasution. Dan ini berlanjut terus di tahun 2026 ini," jelas Dikky.
Fokus pertanaman cabai tersebut, lanjut Plt Kadis Ketapang Sumut, Timur Tumanggor, yang juga hadir pada temu pers tersebut, adalah termasuk soal pola tanamnya.
"Sebab selama ini kan tidak teratur pola tanam cabai merah kita, umumnya ditanam bersamaan. Nah lewat pengembangan cabai merah ini, hal-hal seperti itu kita atur," jelas Timur.
Selain itu, pola pemasarannya juga diatur. "Karena sebenarnya kan Sumut bukan kekurangan cabai merah. Kita sebenarnya cukup untuk itu. Hanya saja, terkadang petani lewat oknum-oknum penampung, langsung menjual ke provinsi tetangga, yang mungkin lebih menguntungkan," tambahnya.
Ditambahkan Timur, matarantai cabai merah, mulai dari pertanaman hingga pemasaran, akan terus diintervensi Pemprov Sumut. Sehingga harga dan stok di lapangan dapat terkendali.rel
Dapat Perlawanan WargaSatresnarkoba Polrestabes Medan Bumihanguskan Sarang Narkoba Klambir V
kota
Polri untuk Masyarakat, Polsek Barumun Salurkan Bantuan kepada Ibu Nur Cahaya yang Tengah Berjuang Melawan Penyakit
kota
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Dihadapan Sidang Istimewa DPRD Pakpak Bharat, Bupati Pakpak Bharat Frans Bernhard Tumanggor menyampaikan apresias
News
Polresta Deli Serdang Diminta Profesional Tangani Korupsi Dana Desa Rugemuk dan Penjualan Tanah Milik PT PS
kota
HUT Kab.Pakpak Bharat Ke 23 Tahun,DPRD Menggelar Sidang Istimewa
kota
Bobby Diminta Buka Rekaman CCTV Rapat Paripurna DPRD Sumut, IGoWa Soroti Dugaan Tak Kuorum
kota
Sah! DPRD Madina Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Ini Pesan Penting Bupati Saipullah
kota
Doa dari Tanah Suci untuk Madina! Bupati Saipullah Lepas 45 Jamaah Umroh Cahaya Rizki
kota
Pemko Padangsidimpuan Gandeng Buddha Tzu Chi, Huntap Korban Bencana Dipastikan Segera Dibangun
News
Bupati Madina Keluarkan Instruksi Tegas! Camat hingga Kepala Desa Diminta Hentikan Seluruh Aktivitas PETI
kota