Transformasi di Balik Jeruji: Menakar Asa 62 Tahun Bakti Pemasyarakatan
Transformasi di Balik Jeruji Menakar Asa 62 Tahun Bakti Pemasyarakatan Oleh Abdullah RasyidMahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDNStaf
News
Medan— Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menegaskan tidak akan mentolerir fasilitas kesehatan yang menolak pasien peserta Universal Health Coverage (UHC). Rumah sakit yang terbukti melanggar standar pelayanan terancam dikenakan sanksi berjenjang hingga pencabutan izin operasional dan akreditasi.
Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Hamid Rijal, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (21/1).
"Untuk peningkatan kualitas pelayanan, kami rutin turun ke lapangan. Setiap ada laporan atau kasus yang mencuat di media, kami langsung lakukan pengecekan, klarifikasi, dan pengujian terhadap SOP rumah sakit," ujar Hamid.
Ia menjelaskan, pengawasan mutu pelayanan kesehatan dilakukan secara aktif melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Mutu Pelayanan yang melibatkan Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota. Satgas ini bertugas memastikan seluruh fasilitas kesehatan mematuhi standar pelayanan, khususnya terhadap pasien peserta UHC.
Hamid mencontohkan, sejumlah kasus pelayanan rumah sakit di Medan dan Tebing Tinggi yang sempat menjadi sorotan publik langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan. Pemeriksaan tersebut meliputi permintaan data administrasi, evaluasi prosedur pelayanan, serta klarifikasi kepada manajemen rumah sakit.
"Dari hasil pemeriksaan itu, kami menyusun kesimpulan dan rekomendasi tertulis secara berjenjang dan terukur," jelasnya.
Ia menegaskan, sanksi yang diberikan tidak bersifat serta-merta, melainkan melalui tahapan sesuai ketentuan. Namun, jika pelanggaran terbukti berat dan berulang, sanksi tegas akan dijatuhkan.
"Sanksi bisa berupa SP1, SP2, SP3, hingga rekomendasi pencabutan izin operasional, penghentian kerja sama dengan BPJS Kesehatan, bahkan pencabutan akreditasi rumah sakit," tegas Hamid.
Menurutnya, seluruh rekomendasi sanksi akan didasarkan pada fakta dan temuan di lapangan, bukan asumsi ataupun tekanan opini publik.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Sumut juga memberikan apresiasi kepada fasilitas kesehatan yang konsisten memenuhi standar pelayanan UHC dan menunjukkan kinerja pelayanan yang baik.
"Kami tidak hanya memberi sanksi. Fasilitas kesehatan yang patuh dan berkinerja baik juga kami berikan apresiasi, biasanya pada momen tertentu seperti Hari Kesehatan Nasional atau kegiatan resmi lainnya," pungkasnya. (red)
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Transformasi di Balik Jeruji Menakar Asa 62 Tahun Bakti Pemasyarakatan Oleh Abdullah RasyidMahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDNStaf
News
Sarang Narkoba Rel KA Tembung Digempur 4 Pelaku Diringkus, Lapak Dibumi Hanguskan
kota
Maling 13 Tabung Gas Viral "A.I" Warga Jln Seto Diciduk Polsek Medan Area 1 Buron.
kota
Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Pengedar Sabu di Marelan
kota
Operasi Miom Rahim Diangkat Tanpa Izin RSU Muhammadiyah Dilaporkan ke Polda Sumut
kota
Petugas PAB BRILink Kunjungan ke Agen BRILink Untuk Menawarkan Produk Asuransi Jiwa
kota
POLRESTABES MEDAN PROSES LAPORAN PROLETAR"
kota
Super Kawaii! UNIQLO Hadirkan Kolaborasi UT Pertama dengan MonchhichiTshirt dengan karakter boneka monyet Jepang ikonik, tersedia mulai 25
Umum
TOKOH MASYARAKAT SUMUT RUSLAN, NILAI ACHMAD DANIEL CHARDIN LAYAK MEMIMPIN SUMUTSumatera Utarasumut24.co Mantan Pangdam I/Bukit Barisan, May
News
sumut24.co MedanPeringatan Hari Kartini ke147 tingkat Kota yang digelar TP PKK Kota Medan berlangsung semarak dan penuh inspirasi di Ged
kota