Selasa, 27 Januari 2026

Kerugian Infrastruktur Akibat Bencana di Sumut Capai Rp1,146 Triliun

Administrator - Rabu, 21 Januari 2026 19:56 WIB
Kerugian Infrastruktur Akibat Bencana di Sumut Capai Rp1,146 Triliun
Istimewa

Medan — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara mengungkapkan total kerugian infrastruktur akibat bencana alam di wilayah Sumut mencapai sekitar Rp1,146 triliun. Kerugian tersebut berasal dari tiga sektor utama di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), yakni Bina Marga, Sumber Daya Air (SDA), dan Cipta Karya.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Sumut, Fatta, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (21/1).
"Secara total, dari tiga sektor di Dinas PUPR Sumut ini, kerugian yang terdampak bencana mencapai sekitar Rp1,146 triliun," ujar Fatta.
Ia menjelaskan, sektor Bina Marga menangani kerusakan jalan dan jembatan, sektor Sumber Daya Air fokus pada sungai serta jaringan irigasi, sementara sektor Cipta Karya bertanggung jawab terhadap infrastruktur air bersih dan air limbah. Akumulasi kerusakan dari ketiga sektor tersebut dinilai cukup signifikan dan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.
Fatta menambahkan, penanganan tanggap darurat telah dilaksanakan sejak tahun 2026 atas perintah langsung Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), terutama pada titik-titik yang berpengaruh besar terhadap roda perekonomian warga. Salah satu lokasi prioritas penanganan berada di Kabupaten Langkat, khususnya di kawasan sentra komersial Kota Tanjung Pura.
"Penanganan tanggap darurat sudah kita lakukan, terutama di titik-titik yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat," katanya.
Selain Langkat, upaya penanganan darurat juga dilakukan di sejumlah kabupaten/kota lain yang terdampak bencana, termasuk wilayah Kepulauan Nias. Seluruh proses tersebut, lanjut Fatta, menjadi perhatian serius Gubernur dengan menekankan prinsip kecepatan dan respons langsung terhadap laporan masyarakat.
"Perintah beliau jelas, setiap ada laporan masyarakat harus segera ditangani, tidak menunggu hari esok. Bahkan jika perintah datang pukul 2, maka pukul 2 itu juga langsung dikerjakan," tegasnya.
Fatta menyebutkan, penanganan pascabencana akan terus dilanjutkan melalui program unggulan prioritas Pemprov Sumut, salah satunya Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), dengan dukungan kolaborasi antara pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.
"Alhamdulillah, melalui kolaborasi lintas pemerintahan yang dibangun oleh Pak Gubernur, penanganan pascabencana saat ini sedang berjalan," ujarnya.
Khusus sektor jalan, Fatta mengungkapkan terdapat 19 titik kerusakan yang meliputi badan jalan, turap, dan talut. Kerusakan terparah berada di Jalan Sudirman, Kota Sibolga, dengan panjang mencapai 1,56 kilometer. Selain itu, tercatat empat titik jembatan yang rusak dengan total panjang sekitar 50 meter.
"Untuk penanganan pascabencana sektor jalan, total pagu anggaran yang terdata sekitar Rp137 miliar," jelasnya.
Ia berharap, seluruh upaya pemulihan infrastruktur yang tengah berjalan dapat mengembalikan fungsi layanan publik secara optimal serta menjadi solusi jangka panjang atas persoalan banjir dan kerusakan infrastruktur di Sumatera Utara.
"Semoga program ini dapat menuntaskan permasalahan yang selama ini terjadi dan menjadi sejarah baru dalam penanganan infrastruktur di Provinsi Sumatera Utara," pungkasnya. (red)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Lingkungan Rusak, Nyawa Melayang: PTPN III dan PT Agincourt Resources Disorot, Negara Didesak Tetapkan Tersangka Kasus Banjir Bandang Batang Toru
Sumatera dalam Lingkaran Banjir: Jejak Deforestasi, Tata Ruang Bermasalah, dan Politik Perizinan
Wujudkan Kepedulian, Prudential Syariah Gandeng Dompet Dhuafa dan LAZISNU Salurkan Bantuan Tahap Dua di Aceh
Pemkab Simalungun Komitmen Dukung Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Banjir di Sumut
Bupati Madina Tinjau Banjir Batahan III, Relokasi Warga Ditargetkan Mulai Januari 2026
Wamendagri Apresiasi dan Berterima Kasih atas Bantuan Wali Kota Medan untuk Aceh Tamiang
komentar
beritaTerbaru