DJP Sumut I Kukuhkan 286 Relawan Pajak
sumut24.co MedanKantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Sumatera Utara I secara resmi mengukuhkan 286 Relawan Pajak untuk Ne
Ekbis
Baca Juga:
Oleh : H Syahrir Nasution
Sejarah tidak pernah lupa. Ia mungkin diam, menunggu waktu, tetapi pada akhirnya selalu berbicara dengan jujur. Sejarah adalah hakim yang tak bisa disuap, tak bisa diintimidasi, dan tak mengenal kompromi. Ia mencatat siapa yang berjalan lurus dan siapa yang memilih jalan curang untuk meraih kekuasaan, jabatan, atau kepentingan duniawi lainnya.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT telah memberi peringatan yang sangat tegas melalui QS. Al-Muthaffifiin ayat 1: "Wailul lil muthaffifiin" — celakalah bagi orang-orang yang berbuat curang. Ayat ini bukan sekadar teguran moral, melainkan vonis ilahiah terhadap perilaku kecurangan yang kerap dibungkus rapi dengan dalih kepentingan, kecerdikan, bahkan legitimasi kekuasaan.
Kecurangan tidak selalu hadir dalam bentuk mencuri secara kasat mata. Ia bisa menjelma dalam manipulasi, intrik, penyalahgunaan wewenang, permainan licik untuk merebut jabatan, atau menghalalkan segala cara demi memuaskan hasrat birahi kekuasaan. Lebih berbahaya lagi, banyak pelakunya tidak lagi sadar bahwa mereka sedang curang—karena kebiasaan telah mematikan nurani.
Manusia dihadapkan pada pilihan sederhana namun menentukan: mengisi hidup dengan cara bersih atau kotor. Jalan kotor mungkin tampak cepat, efektif, dan menguntungkan dalam jangka pendek. Namun jalan itu hampir selalu dibantu oleh "tangan-tangan syaitan", bukan oleh pertolongan Allah. Dan sejarah menunjukkan, hasil dari jalan kotor tidak pernah berakhir dengan kemuliaan, melainkan dengan kehancuran.
Bala dan bencana tidak selalu datang dalam bentuk musibah besar. Ia bisa hadir sebagai aib, kehilangan kepercayaan publik, kehancuran nama baik, atau kehampaan batin yang tak pernah terobati. Semua itu adalah konsekuensi logis dari kecurangan yang dipelihara, baik disadari maupun tidak.
Pada akhirnya, jabatan hanyalah sementara, kekuasaan akan berpindah tangan, dan harta akan ditinggalkan. Tetapi catatan sejarah—dan lebih dari itu, catatan Allah—akan tetap abadi. Maka sebelum sejarah mengadili, sebelum ayat-ayat Allah menjadi saksi, sudah seharusnya setiap orang bercermin: apakah langkah kita hari ini dibimbing oleh tangan Allah, atau digerakkan oleh bisikan syaitan?
Sebab sejarah tidak pernah berbohong. Dan vonis terhadap orang-orang curang sudah ditetapkan jauh sebelum mereka berpikir bisa menghindarinya.
Jika ingin, saya bisa menajamkan lagi ke isu kekuasaan, politik, birokrasi, atau kasus konkret agar lebih "menggigit" secara kontekstual.***
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
sumut24.co MedanKantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Sumatera Utara I secara resmi mengukuhkan 286 Relawan Pajak untuk Ne
Ekbis
sumut24.co MedanWakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, menekankan bahwa masjid bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga harus berp
kota
Rp1,2 Miliar KKPD Digasak untuk Judi Online, Camat Medan Maimun Almuqarrom Dicopot
kota
Hadiri Launching SPPG Makan Bergizi Gratis Ala Delphi, Bupati Simalungun Jaga Kualitas Makanan Tetap Higienis
kota
Buka MTQN Ke18 Tingkat Kecamatan Sidamanik Tahun 2026, Bupati Simalungun Berbahagialah Orang Tua Yang Anaknya Hafiz Qur&039an
kota
Bangunan Tanpa PBG Merajalela, PAD Medan Bocor Kadis Perkimcikataru Layak Dicopot
kota
Bawa Sabu dari Riau, Pria 32 Tahun Tak Berkutik Saat Dibekuk Polres Palas
kota
Satresnarkoba Polres Padang Lawas Ungkap Peredaran Sabu di Sosa Jae, Satu Pelaku Diamankan
kota
Tak Berkutik Saat Digeledah Satresnarkoba Polres Padang Lawas, Sabu Ditemukan di Topi Pelaku
kota
Jual Ekstasi DiamDiam, Aksi Pengangguran di Padang Lawas Berakhir di Sel Polisi
kota