Sidang Perdana Kasus Satelit Kemhan, Tiga Terdakwa Didakwa Korupsi Proyek USD 29,9 Juta
Sidang Perdana Kasus Satelit Kemhan, Tiga Terdakwa Didakwa Korupsi Proyek USD 29,9 Juta
kota
Baca Juga:
Medan - Wakil Ketua Kordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM DPD Partai GOLKAR Sumatera Utara, Riza Fakhrumi Tahir, menyebut Ketua Umum DPP Partai GOLKAR, Bahlil Lahadalia, sebagai pengkhianat Partai GOLKAR.
Pemberhentian Musa Rajekshah dari jabatan Ketua DPD Partai GOLKAR Sumatera Utara bukan keputusan murni Partai GOLKAR, tapi karena ada pesanan dari Joko Widodo, mantan presiden, untuk mengamankan menantunya, Boby Nasution, dan Hendrianto Sitorus, "boneka" Boby maju di Pilkada mendatang.
"Ijeck dengan Partai GOLKAR adalah instrumen demokrasi yang tidak terkalahkan di Pileg dan Pilgubsu mendatang. Maka, untuk mengalahkan GOLKAR, Ijeck harus diberhentikan dulu dari jabatanya sebagai ketua. Lalu, majukan figur lemah yang bisa dijadikan boneka sebagai pengganti Ijeck untuk melemahkan GOLKAR di Sumut," kata Riza kepada wartawan di Medan.
Menurut Riza, pemberhentian Ijeck dari ketua, bukan untuk kepentingan GOLKAR, tetapi untuk mengamankan kepentingan Bobby Nasution. Tokoh senior Partai GOLKAR ini menjelaskan posisi Bobby yang beririsan dengan dua Parpol yang berambisi memenangkan GOLKAR di Sumut, Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto dan PSI yang dipimpin Kaesang Pangareb, putra Jokowi dan ipar Bobby. Bobby sendiri adalah anggota Partai Gerindra.
Riza mengatakan, ini skenario melemahkan GOLKAR di Sumut. Kalau berhasil di Sumut, lanjutnya, maka akan berhasil di seluruh Indonesia. GOLKAR bakal tenggelam secara nasional. Dalam hal ini, ada tiga orang terlibat dan paling bertangungjawab, Ketua Umum Bahlil, Sekjen Muhammad Sarmuji dan Wakil Ketua Umum Ahmad Doli Kurnia Tandjung.
"Bahlil, Sarmuji dan Doli, adalah pengkhianat GOLKAR. Saat ini, kerja politik mereka bukan untuk kepentingan GOLKAR, tapi untuk kepentingan Parpol lain. Mereka adalah orang paling bertangungjawab dalam pelemahan GOLKAR. Tidak layak mereka berada di pucuk pimpinan GOLKAR. Mereka pengkhianat. Harus disingkirkan dari kepemimpinan GOLKAR," ujar Ketua Bidang Organisasi MW KAHMI Sumut itu.
Menurut Riza, di bawah kepemimpinan Bahlil dan Sarmuji, posisi GOLKAR sangat rawan dan berbahaya. GOLKAR terancam degradasi pada Pemilu mendatang. Oleh sebab itu, Riza mengimbau para sesepuh, senior dan mantan ketua umum, Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Setia Novanto dan Airlangga Hartarto menunjukkan keprihatinannya atas kepemimpinan Bahlil dan Sarmuji di DPP Partai GOLKAR. Sedangkan Doli, adalah figur yang hanya memanfaatkan momentum ketika Bahlil dan Sarmuji berada dalam tekanan Jokowi.
Menurut Riza, sejak Musda ulang GOLKAR Sumut dan berhasil memilih Ijeck sebagai ketua pada 2020, Doli terus mengincar Ijeck. Namun, jalan untuk memberhentikan Ijeck selalu tertutup. Ketika Bahlil berada dalam tekanan, Doli mendapatkan momentum "menghajar" Ijeck dengan memanfaatkannya mendukung Hendri Sitorus, calon "boneka" Bobby, sebagai pengganti Ijeck. Oleh karenanya, Doli juga menjadi bagian dari pengkhianatan Bahlil dan Sarmuji.
Dengan memberhentikan Ijeck, maka Bahlil, Sarmuji dan Doli telah berkonspirasi mengkhianati kepentingan GOLKAR di Sumut. Oleh karenanya, Riza mengimbau agar Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Setia Novanto dan Airlangga Hartarto turun gunung untuk menyelamatkan GOLKAR.
"Jangan anggap sepele pemberhentian Ijeck. Kasus Ijeck di Sumut bisa berimplikasi secara nasional. Kalau misi di Sumut berhasil, maka skenario melemahkan GOLKAR secara nasional akan mudah," ujar Riza.
Sidang Perdana Kasus Satelit Kemhan, Tiga Terdakwa Didakwa Korupsi Proyek USD 29,9 Juta
kota
Petani Minta Polda Sumut Tangkap Mafia Bawang Ilegal
kota
Kabur Antar Provinsi, Pelaku Pembobolan Toko Akhirnya Ditangkap Polres Padang Lawas
kota
Polisi Turun Langsung ke Desa! Bhabinkamtibmas Polsek Barumun Tengah Ajak Warga Pasar Binanga Jaga Kamtibmas
kota
sumut24.co JakartaPT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatatkan pencapaian finansial tertinggi sejak era disrupsi teknologi pada tahun buku 2025. Pe
Ekbis
Perusakan Kantor PWI Babel Bukan Kriminal Biasa, Forum Pemred MSI Ada Indikasi Teror
kota
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menerima Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertambangan sebesar Rp 4,5
News
Dewan Pers Uji Publik Rancangan Dana Jurnalisme, Perkuat Ekosistem Media
kota
MedanPelaksanaan sidang vonis dugaan kasus korupsi dana desa untuk pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo , pada Rabu (1/4/2026) m
kota
Halal Bihalal JMSI Tabagsel Bersama Ketua Gerindra Padangsidimpuan,Rusydi Nasution Perkuat Wadah Media Lokal Yang Profesional
kota