PLN UID Sumut-MKI Perkuat Sinergi Transisi Energi Lewat Green Energy Golf Tournament
TANGERANG SUMUT24.CO Rangkaian pameran akbar Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD City resmi ditutup. Momentum tersebut
News
Baca Juga:
Tapsel | Sumut24.co
Aliran puluhan ribu kubik kayu gelondongan yang ditemukan di Sungai arget="_blank">Aek aroga/" target="_blank">Garoga terus memicu polemik. Di tengah bantahan yang mengarah pada PT Tri Bahtera Srikandi (PT arget="_blank">TBS), sorotan justru mulai mengarah ke wilayah hulu dan anak sungai Sosopan yang secara geografis berada dekat dengan konsesi PT Agincourt Resources (PT AR).
Sejumlah warga menilai narasi yang menyudutkan PT arget="_blank">TBS tidak berdiri di atas fakta lapangan. Mereka meminta penyelidikan dilakukan secara objektif, menyeluruh, dan berbasis data hidrologi, terutama dengan menelusuri aliran air dari hulu Sungai Sosopan hingga ke arget="_blank">Aek aroga/" target="_blank">Garoga.
"Kalau mau jujur, harus ditelusuri dari hulunya. Jangan langsung lempar tudingan. Secara logika, kayu dari wilayah kebun PT arget="_blank">TBS tidak mungkin masuk ke Sungai arget="_blank">Aek aroga/" target="_blank">Garoga," ujar Sari Oka Napitupulu, warga Desa Anggoli, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Ia menegaskan, dalam situasi bencana ekologis, publik perlu waspada terhadap upaya pengalihan isu yang berpotensi mengaburkan sumber kerusakan sebenarnya.
Hal senada disampaikan A. Fandi Zebua, warga Desa Muara Sibuntuon. Ia menjelaskan, berdasarkan kontur wilayah, jika terjadi longsor di area PT arget="_blank">TBS, material kayu justru akan terbawa ke Sungai Sibabangun, bukan ke arget="_blank">Aek aroga/" target="_blank">Garoga.
"Ini soal arah aliran air. Kalau ada longsor di sana, mustahil kayunya sampai ke aroga/" target="_blank">Garoga. Jadi klaim sepihak harus diuji," tegasnya.
Kepala Desa Anggoli, Oloan Pasaribu, juga menyampaikan hasil pemantauan lapangan menggunakan drone. Dari pemetaan udara, ditemukan sekitar 10 titik longsor besar yang mayoritas berasal dari lahan masyarakat dan wilayah hulu, bukan dari kebun plasma PT arget="_blank">TBS.
"Di kawasan mata air itu, kayu pasti tertahan. Tidak logis kalau sampai hanyut jauh ke arget="_blank">Aek aroga/" target="_blank">Garoga," kata Oloan.
Perhatian publik kini mengarah ke anak Sungai Sosopan yang berhulu dari wilayah Sibio-bio, Sosopan, dan mengalir melintasi area dengan aktivitas industri berskala besar. Warga mengeluhkan perubahan warna air, sedimentasi berat, serta dugaan kandungan zat kimia yang disebut-sebut membuat kebun mereka tidak lagi produktif.
"Tanaman kami mati perlahan. Air sungai berubah. Ini bukan kejadian biasa," ungkap salah satu warga terdampak yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa aktivitas di wilayah konsesi PT Agincourt Resources, termasuk ekspansi tambang emas Martabe yang mencapai ratusan hektare, berpotensi memperparah daya rusak lingkungan, terutama di daerah aliran sungai (DAS) Nabirong dan Batang Toru.zal
TANGERANG SUMUT24.CO Rangkaian pameran akbar Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD City resmi ditutup. Momentum tersebut
News
Exit Meeting BPK Digelar, Pemko Padangsidimpuan Mantapkan Langkah Pembenahan RSUD
News
PUPR Kota Solok, Sumatera Barat, Pantau Pembangunan Pasar Kuliner di Jalan Cengkeh
News
Koperasi Pers Indonesia dan IMAC Medan Bersinergi Gelar Pelatihan Sertifikasi Mediator bagi Gerakan Koperasi Sumatera Utara
News
Medan sumut24.co Bertemakan Bersatu Dalam Adat, Berjamaah Dalam Syarak Maju Bersama IKM, Andre Rosiade Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat I
News
Wali Kota Letnan Dalimunthe Sampaikan Perubahan APBD 2026, Pendapatan Naik Rp121 Miliar
News
Ditsamapta Polda Sumut tingkatkan patroli malam antisipasi Gangguan Kamtibmas
News
Temuan Ombudsman, Aktivis 98 Desak Presiden Prabowo Serius Tertibkan Kementerian Imipas
News
sumut24.co MedanPrestasi membanggakan kembali ditorehkan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Medan. Tiga pejabat Pemko Medan berha
kota
sumut24.co MedanGotong royong membersihkan kawasan Islamic Center, Medan Labuhan, tidak ingin berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemko
kota