PAKPAK BHARAT | SUMUT24.co
Baca Juga:
Curah hujan ekstrem yang terus mengguyur Kabupaten Pakpak Bharat selama lebih dari satu minggu menyebabkan gangguan serius pada akses transportasi yang menghubungkan desa, kecamatan, hingga pusat ibu kota kabupaten.
Pantauan SUMUT24.co, pada Rabu (26/11) di Desa Buluhtellang, Kecamatan Tinada, menemukan sedikitnya dua titik longsor yang menimbun badan jalan umum menuju pusat Kabupaten Pakpak Bharat. Material longsor yang menutup penuh bahu jalan menyebabkan kendaraan roda empat maupun roda dua tidak dapat melintas.
Kepala Desa Buluhtellang, Jonna Boangmanalu, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa longsor terjadi di jalur lintas kabupaten, tepatnya di kawasan Lae Pancur, dengan dua titik parah sebelum area Kapeapenter Dusun III.
> "Material tanah menutup badan jalan, sehingga masyarakat tidak bisa melewati jalur ini sama sekali," ujar Jonna.
Sementara itu, Camat Tinada Agus Solin, bersama tim BPBD Pakpak Bharat dan Kepala Desa Buluhtellang, langsung turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan. Dalam hitungan jam, alat berat berhasil menyingkirkan timbunan tanah sehingga jalur Kapeapenter kembali dapat dilalui masyarakat.
Meski demikian, Agus Solin mengimbau agar warga tetap waspada mengingat kondisi cuaca masih tidak menentu.
> "Kami minta masyarakat Tinada dan sekitarnya berhati-hati. Bila tidak ada kepentingan mendesak, lebih baik tetap berada di rumah sampai cuaca benar-benar membaik," pesannya.
Hingga berita ini diturunkan, akses jalan tersebut telah kembali terbuka—namun masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena potensi longsor susulan masih cukup tinggi. (rbm)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News