Berbagi Kebahagiaan dengan Pelanggan dan Petani, HPS Group Kembali Menggelar Doorprize III di Sergai
sumut24.co Sergai, UD Hijau Pupuk Sergai (HPS) Group kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan apresiasi kepada para pelanggan setia
News
Baca Juga:
MEDAN — Dugaan skandal korupsi pada proyek mahabesar Underpass HM Yamin kembali terbuka lebar. Bukan hanya soal ketidaksesuaian spek dan kekurangan volume yang ditemukan BPK, namun kini muncul dugaan patgulipat struktural yang melibatkan Topan Ginting, D Rkuti yang pernah dipanggil KPK hingga Ricky, yang disebut-sebut sebagai kontraktor dengan PT GMP tersebut.
Menurut informasi yang beredar kuat di kalangan pemerhati anggaran, pola permainan proyek ini sangat khas: proyek dipegang pejabat, dilempar ke orang dekat, lalu dijual lagi ke pihak ketiga. Hasilnya? Pengerjaan asal-asalan dan kerugian negara miliaran rupiah.
TOPAN GINTING DIDUGA BERPERAN SEBAGAI PENGATUR PROYEK
Saat menjabat sebagai Kadis PU/SDABMBK Kota Medan, Topan Ginting disebut memiliki peran strategis dalam menentukan siapa yang menggarap proyek-proyek besar, termasuk Underpass HM Yamin senilai sekitar Rp170 miliar.
Sumber internal menyebut:
"Proyek itu sebenarnya sudah 'diatur'. Topan Ginting memberikan kendali pekerjaan kepada D Rkuti."
D RKUTI MENJADI PERANTARA — PROYEK DI-OVER KE RICKY
Setelah proyek di tangan D Rkuti, muncul lagi praktik yang lebih parah:
"D Rkuti malah menyerahkan pekerjaan itu ke Ricky. Jadi proyek ini double over. Di sinilah mulai muncul permainan volume dan spek."
Praktik oper-operan ini lazim terjadi ketika sejak awal proyek sudah "berwangi kepentingan". Ketika nilai proyek sudah dipotong-potong oleh banyak tangan, yang tersisa untuk pekerjaan di lapangan sangat kecil. Maka muncullah:
pengurangan volume,
material di bawah standar,
pekerjaan dipercepat tanpa kualitas,
dan 'penghematan' yang berakhir pada korupsi berjamaah.
KERUGIAN BERUNTUN, RAKYAT MENANGGUNG
BPK menemukan potensi kerugian negara miliaran rupiah — bukti bahwa permainan ini bukan sekadar rumor. Pengerjaan yang tidak sesuai spek adalah tanda klasik dari proyek yang dikuasai oleh banyak kepentingan dan bagi-bagi kue.
"INI SKEMA KORUPSI JARINGAN. BUKAN PERORANGAN."
Pengamat antikorupsi menilai bahwa pola Topan Ginting–D Rkuti–Ricky adalah bentuk "korupsi kolektif-kolegial", di mana pejabat, pengusaha, dan kaki tangan lapangan bekerja bersama-sama menguras anggaran.
"Kalau alurnya seperti ini, mustahil hanya satu dua orang terlibat. Ini jaringan."
PENEGAK HUKUM WAJIB MEMBONGKAR HIERARKI PELAKU
Kasus ini tidak cukup hanya diselesaikan dengan pemotongan pembayaran atau TGR. Pola persekongkolan vertikal harus dibongkar dari pucuk sampai akar:
1. Peran Topan Ginting sebagai pemberi akses dan pengendali proyek,
2. Peran D Rkuti sebagai perantara dan pembagi pekerjaan,
3. Peran Ricky sebagai Kontraktor yang diduga mengakali pengerjaan.
JIKA JARINGAN INI BENAR, MAKA INILAH KORUPSI BERJAMAAH YANG SEBENARNYA
"Proyek Rp170 miliar dijadikan bancakan. Publik menunggu keberanian Kejaksaan dan Kepolisian untuk menyeret tiga nama ini ke meja pemeriksaan."tim
sumut24.co Sergai, UD Hijau Pupuk Sergai (HPS) Group kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan apresiasi kepada para pelanggan setia
News
Great Institute Fondasi Ekonomi Nasional Kuat, Indonesia Siap Melangkah Lebih Jauh
News
Program Mapenaling Rutan Kelas IIB Sidikalang Beri Dampak Positif bagi WBP
kota
Carter 747Oleh Dahlan IskanSabtu 10012026(James Rachman Radjimin (duduk) sewaktu masih sehat)Pun ketika meninggal dunia, James Rachman Ra
News
MEDAN Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman Harahap, menyambut baik kunjungan PT Taspen C
Umum
Medan, Minat masyarakat Sumatera Utara untuk beralih ke moda transportasi rel terus meningkat, tecermin dari pertumbuhan pelanggan KAI Divre
Info
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak para penggemar PSMS Medan untuk membeli merchandise resmi di
Sport
Jakarta, Sejalan dengan komitmen mendorong gaya hidup sehat dan berkelanjutan, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia atau Ban
Ekbis
Medan, Maxim Indonesia melalui kantor operasional Sibolga dan Baturaja Timurmenggelar penggalangan dan penyaluran donasi bagi korban tanah l
kota
MEDAN Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya mengikuti rapat koordinasi (Rakor) Pemulihan Pascabencana Sumatera bersama Men
News