Sabtu, 28 Februari 2026

Balairoong Sri Aru Hidup Kembali: Sultan Langkat Tegakkan Marwah Adat Lewat Penabalan Orang Besar Bergelar

Administrator - Selasa, 18 November 2025 22:22 WIB
Balairoong Sri Aru Hidup Kembali: Sultan Langkat Tegakkan Marwah Adat Lewat Penabalan Orang Besar Bergelar
Istimewa
Baca Juga:

LANGKAT — Kesultanan Negeri Langkat bersiap mengukir kembali sejarah pentingnya. Pada Minggu pagi, 23 November 2025, Balairoong Sri Aru PD MABMI Langkat akan menjadi pusat perhatian Nusantara ketika Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Harimugaya Abdul Djalil Rahmatsyah menegakkan kembali adat Melayu lewat penabalan Orang Besar Bergelar Kesultanan.

Di ruang Balairoong—yang telah berabad-abad menjadi saksi perjalanan peradaban Melayu di pesisir timur Sumatera—22 tokoh terpilih dari unsur akademisi, pejabat, budayawan, hingga ahli hukum akan menerima gelar Dato' dan limpah kurnia adat dari Sultan Negeri Langkat IV.
Bukan sekadar nama di daftar undangan, mereka adalah representasi jejaring sosial, intelektual, dan budaya yang menjaga denyut identitas Melayu Langkat di tengah dunia modern.

Prosesi Adat yang Kian Langka, Tetapi Tetap Tegak

Penabalan bukanlah seremoni biasa. Dalam adat Melayu, gelar adat adalah legitimasi, amanah, sekaligus marwah—tiga pilar yang menggambarkan hubungan antara Sultan, masyarakat, dan struktur kekuasaan tradisional.

Prosesi akan dimulai dari ketibaan Datuk Perangkat, kemudian Zuriat, hingga momen paling sakral:
ketibaan Sultan Langkat, Sang Paduka Seri, yang memasuki Balairoong dengan tata adat yang hanya dipahami oleh sedikit penjaga tradisi.

Ketika Sultan duduk, seluruh majelis tunduk ikut serta dalam alur adat. Bacaan Qur'an berkumandang, diikuti lagu kebangsaan, pembacaan silsilah Kesultanan, hingga dua agenda yang paling dinanti:

1. Titah Sultan, yang menjadi arah moral dan politik adat bagi masyarakat Langkat.


2. Penabalan Gelar, saat Sultan secara langsung mengangkat dan meneguhkan para penerima gelar di hadapan hadirin.

Balairoong Sri Aru: Nadi Kebudayaan Melayu Langkat

Gedung adat ini bukan sekadar tempat acara. Ia adalah jantung kebudayaan Melayu, tempat bahasa, sejarah, zuriat, dan adat ditautkan kembali kepada publik. Dari sini, Kesultanan Langkat menegaskan bahwa adat bukan hanya warisan, tetapi identitas yang harus dijaga.

Acara dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, dengan susunan prosesi yang ketat dan penuh simbol. Warna kuning kebesaran Sultan—yang tak boleh ditandingi siapa pun—akan mendominasi ruangan sebagai pertanda kewibawaan adat.

Kehadiran Tokoh-Tokoh Tingkat Tinggi

Level acara ini bukan sembarangan. Tamu undangan yang terdaftar memperlihatkan bobotnya:

Bupati Langkat

Pangdam I/Bukit Barisan

Kajatisu

Kapoldasu

Kapolres Langkat

Para Sultan dari Pantai Timur Melayu

Tokoh-tokoh Melayu se-Nusantara

Para kerabat dan zuriat Kesultanan


Keseluruhan rangkaian disusun mengikuti pakem lama, memastikan setiap langkah tetap setia pada tradisi leluhur.

Adat Bertahan di Tengah Arus Modern

Di tengah zaman yang berubah cepat—ketika politik, ekonomi, dan teknologi bergerak tanpa henti—Kesultanan Langkat menunjukkan bahwa adat tidak boleh hilang ditelan peradaban.
Penabalan ini menjadi pesan kuat: adat Melayu tetap hidup selama ada yang menjaganya.

Pada puncak acara, ketika Sultan menabalkan satu per satu penerima gelar, Balairoong Sri Aru seolah menjadi jembatan antara sejarah dan masa kini. Pantun adat, doa-doa, dan simbol-simbol kebesaran Melayu mengisi setiap sudut ruangan, menegaskan bahwa marwah Melayu tidak pernah padam.

Langkat Menegakkan Sejarahnya

Hari Minggu itu bukan hanya penabalan gelar.
Itu adalah:

penegakan kembali sejarah,

penataan ulang martabat,

dan memastikan bahwa di tengah riuh dunia modern, adat Melayu masih memiliki takhta, titah, dan tuah.


Langkat tidak hanya merayakan tradisi—Langkat meneguhkan identitasnya di hadapan zaman.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pertunjukan Darurat
Gerakan ASRI Menggema di Palas, Bupati PMA dan ASN Turun Tangan, Gelar Aksi Bersih Dukung Instruksi Presiden
Ramadhan 1447 H, Polres Padangsidimpuan Perkuat Silaturahmi Lewat Tarawih dan Tadarus Bersama Warga
Arus Kembali Normal! Sat Lantas Polres Padangsidimpuan Kawal Pembukaan Jembatan Batang Angkola
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Bupati Simalungun Ajak ASN Lakukan Kegiatan Bersih-bersih Lingkungan Kerja Usai Apel Pagi
Bupati Simalungun Bersama Forkopimda Sambut Kunjungan Wagubsu di Parapat: Pencanangan Gerakan Indonesia ASRI
komentar
beritaTerbaru