Makna Ketidakhadiran Presiden di HPN*
Makna Ketidakhadiran Presiden di HPN
kota
Baca Juga:
MEDAN – Kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung UMKM Universitas Sumatera Utara (USU) di Jalan Dr. Mansyur, Medan, kembali menjadi sorotan publik. Proyek bernilai fantastis Rp97 miliar yang dikerjakan secara multiyears selama tiga tahun ini dilaksanakan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan.
Pembangunan dimulai saat Bobby Nasution masih menjabat sebagai Wali Kota Medan. Kini Bobby telah menjadi Gubernur Sumatera Utara. Pada periode itu, jabatan Kepala Dinas PKPCKTR dipegang oleh Alexander Sinulingga, yang disebut-sebut ikut terseret dalam pusaran persoalan dari awal tender hingga pelaksanaan konstruksi.
Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Harli Siregar, ketika dikonfirmasi terkait dugaan korupsi proyek ini, menegaskan bahwa laporan lengkap akan segera menjadi perhatian aparat Adhyaksa.
"Coba koordinasi dengan Bidang Intel Kejari Sumut," ujar Harli Siregar singkat.
"Kalau datanya lengkap, serahkan kepada Asintel Kejati Sumut. Akan menjadi atensi kami," tegasnya.
Sikap Kejati ini memberi sinyal bahwa kasus ini belum ditutup, namun menunggu kelengkapan dokumen yang bisa membuka jalan ke penyelidikan resmi.
Temuan BPK: Kerugian Negara Capai Lebih dari Rp1 Miliar, Pekerjaan Tak Selesai
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumut menemukan indikasi kuat terjadinya penyimpangan dalam proyek ini. Dari hasil audit, kerugian negara yang ditimbulkan mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Lebih parah lagi, hingga kini pembangunan gedung belum juga selesai, meskipun anggaran ratusan miliar telah digelontorkan.
Kasus ini bukan hanya soal keterlambatan. BPK menemukan dugaan mark up material, ketidaksesuaian spesifikasi, hingga lemahnya pengawasan. Dugaan kongkalikong antara pejabat dinas dan pihak pemborong dalam proses tender juga ikut menjadi sorotan.
Tujuh Kali Addendum: Pembangunan Molor Berkali-kali
Pembangunan Gedung UMKM USU mengalami tujuh kali addendum, sebuah angka yang sangat tidak lazim untuk proyek dengan nilai sebesar ini. Jangka waktu pelaksanaan berdasarkan kontrak adalah 450 hari kalender, terhitung 16 Mei 2023 hingga 7 Agustus 2024.
Namun meski diberi waktu tambahan berulang kali, gedung tetap tak kunjung rampung.
Alexander Sinulingga Bungkam
Saat dikonfirmasi wartawan, Alexander Sinulingga yang kala itu menjabat Kadis PKPCKTR tidak memberikan jawaban. Pesan WhatsApp yang dikirimkan tidak dibalas. Upaya konfirmasi berulang kali juga tidak direspons.
Publik menilai sikap bungkam ini menimbulkan tanda tanya besar: ada apa sebenarnya di balik proyek UMKM USU?.red
Makna Ketidakhadiran Presiden di HPN
kota
Di Puncak HPN 2026, Gubernur Banten Andra Soni Pers Pilar Demokrasi, Mitra Strategis Pemerintah
kota
Serang PT Merdeka Solusi Inovasi Digital (Merdeka Institute) melakukan penandatangan kerjasama (Memorandum of Understanding/MoU) dengan
News
sumut24.co MedanMenjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun 2026, Pemko Medan menyelenggarakan Pasar Murah di dua titik strate
kota
sumut24.co MedanWakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap mendukung rencana pelaksanaan Pawai Obor dalam rangka menyambut bulan suci Ram
kota
Sergai sumut24.co Suasana haru dan penuh kehangatan terasa di Aula Kantor Camat Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Seni
News
sumut24.co MedanPemerintah Kota (Pemko) Medan terus mempercepat program Medan Rapi Tanpa Kabel (Merata) sebagai bagian dari penataan infra
kota
Sergai sumut24.co Ratusan elemen masyarakat yang terdiri dari peserta didik, masyarakat, serta unsur Forkopimcam menggelar aksi kurve bers
News
Deliserdang sumut24.co Tim sepak bola Polres Serdang Bedagai (Sergai) berhasil menaklukkan kesebelasan Polresta Deli Serdang dengan skor t
News
Malam Anugerah JMSI "Dahnil Anzar Simanjuntak JMSI Harus Melahirkan Wartawan Intelektual"
kota