KSMI Perbarui Kepengurusan, Bidik Panggung Sepak Bola Asia
JAKARTA Kepengurusan baru Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) langsung menghadapi dua agenda besar. Santri Championship pada 2831
Sport
Baca Juga:
- Bupati Asahan Resmi Tutup Festival Seni Qasidah (FSQ) Tahun 2026 : Kisaran Barat Juara I, Camat Diminta Perkuat Partisipasi Tahun Depan
- Tutup Jambore Anak Asahan 2026, Bupati Taufik : Bangga Menjadi Anak Asahan, Cerdas dan Berkarater Sambut Indonesia Emas 2045
- Bupati Asahan Tutup Rambate Rata Raya Cup U-10, Sepak Bola Usia Dini Akan Berkelanjutan Setiap Tahun
Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas), Sutrisno Pangaribuan, menegaskan bahwa masyarakat pro Tutup TPL sepenuhnya memahami kewenangan menutup TPL berada di tangan pemerintah pusat. Karena itu, tujuan aksi di Kantor Gubsu bukan untuk memaksa Bobby menyatakan sikap, melainkan agar Gubernur mau mendengar dan merasakan penderitaan rakyatnya.
"Masyarakat hanya ingin didengar, diberi empati, ingin dipeluk oleh pemimpinnya karena derita yang mereka tanggung sejak PT IIU/PT TPL berdiri di tanah Batak," ujar Sutrisno dalam pernyataannya, Kamis (13/11/2025).
Namun, menurutnya, harapan itu justru berakhir antiklimaks. Alih-alih menemui massa, Bobby Nasution memilih terbang ke Jakarta dengan alasan memenuhi undangan Istana Negara. "Ternyata cinta masyarakat korban TPL bertepuk sebelah tangan. Ribuan warga Kawasan Danau Toba yang menderita tidak lebih penting dari sorotan kamera di Istana Negara," sindir Sutrisno tajam.
Ia menyebut, sikap menantu Presiden Joko Widodo itu menjadi bukti bahwa rakyat hanya dianggap penting saat pesta demokrasi. "Gubsu lebih menjaga perasaan TPL dan 11 ribu tenaga kerjanya, ketimbang kerusakan ekologi dan penderitaan ratusan ribu warga di Kawasan Danau Toba," tegasnya.
Sutrisno menilai, perjuangan massa pro Tutup TPL di Sumut kini sudah kehilangan arah karena pemimpinnya tidak berpihak. "Gubsu bukan lagi rekan juang bagi perjuangan Tutup TPL. Sama halnya dengan para kepala daerah di sekitar Danau Toba yang juga bungkam. Pilkada ternyata tidak melahirkan pemimpin rakyat, hanya administrator pemerintahan yang bekerja mekanistik," katanya.
Karena itu, ia menyerukan agar fokus perjuangan digeser ke pusat kekuasaan. "Aksi massa jangan lagi di kantor Gubsu. Geser ke Istana Negara, tempat kepala daerah justru kabur saat rakyat datang menuntut keadilan," tegas Sutrisno.
Menurutnya, akar masalah TPL harus diselesaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, mengingat izin pendirian PT Inti Indorayon Utama (kini PT TPL) diterbitkan pada masa Orde Baru di bawah Presiden Soeharto, yang baru saja dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Prabowo.
"Presiden Prabowo harus turun tangan. Jika beliau mau mendengar para rohaniawan lintas agama dan masyarakat Kawasan Danau Toba, maka TPL pasti akan ditutup tahun 2025 ini," tutup Sutrisno, yang juga menjabat sebagai Presidium Prima, Presidium Semarak, dan Direktur Eksekutif Indonesia Government Watch (IGoWa).red2
JAKARTA Kepengurusan baru Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) langsung menghadapi dua agenda besar. Santri Championship pada 2831
Sport
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara resmi menutup rangkaian Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Ka
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menemui Wakil menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus,
News
Presiden Prabowo Subianto Lantik Bamsoet Sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (DPPRI)
News
Saka Wanabakti Sumut Susun Enam Prioritas Pembinaan 2026&ndash2027
News
Asri Ludin Tambunan Jajaki KPBU untuk Penerangan Jalan di Deli Serdang
News
Rakor Saka Wanabakti Sumut 2026 Perkuat Kelembagaan dan Pembinaan
News
Medan sumut24.co Dalam rangka memperingati kelahiran Yesus Kristus, Keluarga Besar Pemuda Batak Bersatu Pimpinan Anak Cabang (PBB PAC) Kec
News
Wabup dan Ketua DPRD Hadiri Nobar G30S/PKI di Madina, Pesan Persatuan Menggema di Panyabungan
News
Pesan Tegas Wakapolres Tapsel di Hari Kesaktian Pancasila Hidupkan Nilai Persatuan
News