Sabtu, 03 Oktober 2026

Stop Gimmick, Sikap Gubsu Tidak Dibutuhkan (Lagi): Presiden Prabowo Didesak Tutup TPL

Administrator - Kamis, 13 November 2025 10:53 WIB
Stop Gimmick, Sikap Gubsu Tidak Dibutuhkan (Lagi): Presiden Prabowo Didesak Tutup TPL
Istimewa

Medan | SUMUT24.co
Aksi massa pro penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang digelar masyarakat Kawasan Danau Toba di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Senin (10/11/2025), menjadi simbol kekecewaan rakyat terhadap sikap Gubernur Sumut Bobby Nasution. Massa menilai, Gubsu telah gagal menunjukkan empati dan tanggung jawab moral kepada rakyatnya sendiri yang sudah lama menjadi korban aktivitas industri pulp tersebut.

Baca Juga:

Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas), Sutrisno Pangaribuan, menegaskan bahwa masyarakat pro Tutup TPL sepenuhnya memahami kewenangan menutup TPL berada di tangan pemerintah pusat. Karena itu, tujuan aksi di Kantor Gubsu bukan untuk memaksa Bobby menyatakan sikap, melainkan agar Gubernur mau mendengar dan merasakan penderitaan rakyatnya.

"Masyarakat hanya ingin didengar, diberi empati, ingin dipeluk oleh pemimpinnya karena derita yang mereka tanggung sejak PT IIU/PT TPL berdiri di tanah Batak," ujar Sutrisno dalam pernyataannya, Kamis (13/11/2025).

Namun, menurutnya, harapan itu justru berakhir antiklimaks. Alih-alih menemui massa, Bobby Nasution memilih terbang ke Jakarta dengan alasan memenuhi undangan Istana Negara. "Ternyata cinta masyarakat korban TPL bertepuk sebelah tangan. Ribuan warga Kawasan Danau Toba yang menderita tidak lebih penting dari sorotan kamera di Istana Negara," sindir Sutrisno tajam.

Ia menyebut, sikap menantu Presiden Joko Widodo itu menjadi bukti bahwa rakyat hanya dianggap penting saat pesta demokrasi. "Gubsu lebih menjaga perasaan TPL dan 11 ribu tenaga kerjanya, ketimbang kerusakan ekologi dan penderitaan ratusan ribu warga di Kawasan Danau Toba," tegasnya.

Sutrisno menilai, perjuangan massa pro Tutup TPL di Sumut kini sudah kehilangan arah karena pemimpinnya tidak berpihak. "Gubsu bukan lagi rekan juang bagi perjuangan Tutup TPL. Sama halnya dengan para kepala daerah di sekitar Danau Toba yang juga bungkam. Pilkada ternyata tidak melahirkan pemimpin rakyat, hanya administrator pemerintahan yang bekerja mekanistik," katanya.

Karena itu, ia menyerukan agar fokus perjuangan digeser ke pusat kekuasaan. "Aksi massa jangan lagi di kantor Gubsu. Geser ke Istana Negara, tempat kepala daerah justru kabur saat rakyat datang menuntut keadilan," tegas Sutrisno.

Menurutnya, akar masalah TPL harus diselesaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, mengingat izin pendirian PT Inti Indorayon Utama (kini PT TPL) diterbitkan pada masa Orde Baru di bawah Presiden Soeharto, yang baru saja dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Prabowo.

"Presiden Prabowo harus turun tangan. Jika beliau mau mendengar para rohaniawan lintas agama dan masyarakat Kawasan Danau Toba, maka TPL pasti akan ditutup tahun 2025 ini," tutup Sutrisno, yang juga menjabat sebagai Presidium Prima, Presidium Semarak, dan Direktur Eksekutif Indonesia Government Watch (IGoWa).red2


Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Asahan Resmi Tutup Festival Seni Qasidah (FSQ) Tahun 2026 : Kisaran Barat Juara I, Camat Diminta Perkuat Partisipasi Tahun Depan
Tutup Jambore Anak Asahan 2026, Bupati Taufik : Bangga Menjadi Anak Asahan, Cerdas dan Berkarater Sambut Indonesia Emas 2045
Bupati Asahan Tutup Rambate Rata Raya Cup U-10, Sepak Bola Usia Dini Akan Berkelanjutan Setiap Tahun
14 Pengunjung Positif Narkoba, PP Tanjungbalai Selatan Desak Wali Kota Tutup Permanen Kito Cafe
Bupati Taufik Tutup Turnamen Sepak Bola U-15 Piala Bupati Asahan 2026, Lahirkan Atlet Muda Berbakat dan Tanamkan Semangat Sportivitas
DPC AWI Kota Medan Desak Polres Pelabuhan Belawan Bersihkan Lokasi Judi Mesin Tembak Ikan
komentar
beritaTerbaru