H. Ruslan: Momen 17 Agustus Tepat untuk Bangkitkan Kembali Cinta Tanah Air
H. Ruslan Momen 17 Agustus Tepat untuk Bangkitkan Kembali Cinta Tanah Air
kota
Baca Juga:
- Usia Emas Berbuah Manis : PRSU ke-50 Resmi Ditutup, Perputaran Uang Capai Rp50 Miliar
- Suasana Hangat di Stadion Mutiara Kisaran, Forkopimda FC Menang 3-0 dan Penyerahan Piala Tutup Rangkaian HUT Bhayangkara ke-80
- Gedung UPUBKB Dishub Asahan Resmi Tutup : Akreditasi Habis, Pelayanan Uji Kir Terhenti Sementara
MEDAN | SUMUT24.co – Aksi besar masyarakat Kawasan Danau Toba yang menuntut penutupan pabrik pulp PT Toba Pulp Lestari (TPL) berakhir antiklimaks. Bukan karena kurangnya semangat rakyat, tapi karena absennya sosok yang paling ditunggu: Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.
Alih-alih menemui massa yang datang ke kantornya, Gubsu justru "menghilang" ke Jakarta, tepat di Hari Pahlawan, 10 November 2025. Langkah ini memantik kritik keras dari berbagai kalangan. Presidium Kornas, Sutrisno Pangaribuan, menilai tindakan Bobby sebagai bentuk kepengecutan dan pengkhianatan moral terhadap rakyat Sumut, khususnya masyarakat Kawasan Danau Toba.
> "Rakyat datang ke kantor Gubsu sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, tapi Bobby malah kabur. Ia takut diminta bersikap soal penutupan TPL," ujar Sutrisno.
Janji dan "Prank" Politik Bobby
Tak lama berselang dari pelantikannya sebagai Gubsu, Bobby sempat menjanjikan keterwakilan warga HKBP dalam jabatan strategis pemerintahan. Namun, janji itu berubah menjadi ironi. Togap Simangunsong, jemaat HKBP Rawamangun Jakarta, dilantik sebagai Sekda Sumut pada 11 Juli 2025 — hanya untuk pensiun tiga bulan kemudian.
"HKBP dan warga Danau Toba kena prank. Banyak tokoh lokal yang layak, tapi justru dipilih pejabat yang hanya menjabat tiga bulan," ujar Sutrisno.
"Kabur" ke Jakarta, Numpang Gemerlap Gelar Pahlawan
Di hari yang sama ketika massa aksi menggelar protes di Medan, Bobby justru muncul di Istana Negara, Jakarta. Ia hadir dalam acara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Rondahaim Saragih Garingging. Namun, Sutrisno menegaskan, undangan istana hanya diperuntukkan bagi keluarga atau ahli waris, bukan kepala daerah.
"Tidak ada gubernur lain yang hadir di istana. Bobby ke Jakarta bukan karena undangan resmi, tapi karena cari alasan untuk kabur dari rakyatnya," tegas Sutrisno.
Sebagai pembanding, Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jatim) maupun Ahmad Luthfi (Pj Gubernur Jateng) tidak hadir mendampingi penerima gelar pahlawan asal daerah masing-masing.
Massa Aksi Butuh Gubernur, Bukan Wakil
Kehadiran massa aksi pro Tutup TPL di kantor Gubernur Sumut seharusnya menjadi momentum penting bagi Bobby untuk menunjukkan kepemimpinan moral dan keberpihakan terhadap rakyat. Namun, alih-alih tampil di depan publik, ia justru memerintahkan Wakil Gubernur, Musa Rajekshah alias Surya, untuk menerima massa.
"Surya tidak dibutuhkan untuk mewakili Gubsu. Rakyat ingin pemimpinnya hadir, bukan sembunyi," kata Sutrisno.
TPL dan Jejak Politik Pilgubsu
Dalam analisanya, Sutrisno menyebut ketakutan Bobby bisa jadi berakar pada relasi politik dengan TPL. "TPL punya sejarah 'berteman baik' dengan setiap Gubernur Sumut. Bobby juga diduga mendapat dukungan dari jaringan TPL dan karyawannya pada Pilgubsu 2024 lalu," ungkapnya.
Karenanya, lanjutnya, Bobby memilih "jalan aman": kabur ke Jakarta daripada harus menghadapi rakyat dan menjelaskan posisinya soal tutup TPL.
Pahlawan yang Takut Rakyat
Ironinya, pelarian Bobby ke Jakarta terjadi tepat pada Hari Pahlawan. Sementara rakyat Danau Toba memperjuangkan kelestarian tanah leluhur mereka, sang gubernur justru mencari panggung seremonial di Istana Negara.
"Warga Kawasan Danau Toba yang dulu cinta buta pada menantu Jokowi kini melihat kenyataan pahit: pemimpin pujaan mereka pengecut," kata Sutrisno pedas.
Ia menutup pernyataannya dengan sindiran tajam:
> "Bobby berani bilang 'jangan mundur' kepada guru honorer, tapi tidak berani mengucapkan kata yang sama kepada rakyat Kawasan Danau Toba."
H. Ruslan Momen 17 Agustus Tepat untuk Bangkitkan Kembali Cinta Tanah Air
kota
Khidmat HUT ke81 RI di SMPSMA Santo Thomas 3, Danton Paskibraka Darel Tamba Bercitacita Kibarkan Merah Putih di Istana Negara
kota
EmakEmak Gaul Kibarkan Merah Putih di Puncak Gunung Teletabis, Serukan Indonesia Berdaulat dan Makmur
kota
Wali Kota Binjai Lantik Pengurus Solidaritas Pasar Hongkong Periode 2026&ndash2031
kota
Bakopam Sumut Gelar Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke81 di Dua Lokasi
kota
Semangat Kemerdekaan,BRI BO Sibuhuan Gelar Upacara HUT ke81 RI
kota
Semarak HUT RI ke81, Guru dan Jajaran TPI Medan Gelar Makan Bersama dan Lomba Kemerdekaan di Pantai Sri Mersing
kota
TANJUNG MORAWA Sumut24.coPT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 1 menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang T
Umum
sumut24.co TANJUNGBALAI, Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Tanjungbalai berlangsung me
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Sebanyak 638 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungbalai Asahan (TBA) menerima remisi umum
News