KSMI Perbarui Kepengurusan, Bidik Panggung Sepak Bola Asia
JAKARTA Kepengurusan baru Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) langsung menghadapi dua agenda besar. Santri Championship pada 2831
Sport
Baca Juga:
- Bupati Asahan Resmi Tutup Festival Seni Qasidah (FSQ) Tahun 2026 : Kisaran Barat Juara I, Camat Diminta Perkuat Partisipasi Tahun Depan
- Tutup Jambore Anak Asahan 2026, Bupati Taufik : Bangga Menjadi Anak Asahan, Cerdas dan Berkarater Sambut Indonesia Emas 2045
- Bupati Asahan Tutup Rambate Rata Raya Cup U-10, Sepak Bola Usia Dini Akan Berkelanjutan Setiap Tahun
MEDAN | SUMUT24.co – Aksi besar masyarakat Kawasan Danau Toba yang menuntut penutupan pabrik pulp PT Toba Pulp Lestari (TPL) berakhir antiklimaks. Bukan karena kurangnya semangat rakyat, tapi karena absennya sosok yang paling ditunggu: Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.
Alih-alih menemui massa yang datang ke kantornya, Gubsu justru "menghilang" ke Jakarta, tepat di Hari Pahlawan, 10 November 2025. Langkah ini memantik kritik keras dari berbagai kalangan. Presidium Kornas, Sutrisno Pangaribuan, menilai tindakan Bobby sebagai bentuk kepengecutan dan pengkhianatan moral terhadap rakyat Sumut, khususnya masyarakat Kawasan Danau Toba.
> "Rakyat datang ke kantor Gubsu sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, tapi Bobby malah kabur. Ia takut diminta bersikap soal penutupan TPL," ujar Sutrisno.
Janji dan "Prank" Politik Bobby
Tak lama berselang dari pelantikannya sebagai Gubsu, Bobby sempat menjanjikan keterwakilan warga HKBP dalam jabatan strategis pemerintahan. Namun, janji itu berubah menjadi ironi. Togap Simangunsong, jemaat HKBP Rawamangun Jakarta, dilantik sebagai Sekda Sumut pada 11 Juli 2025 — hanya untuk pensiun tiga bulan kemudian.
"HKBP dan warga Danau Toba kena prank. Banyak tokoh lokal yang layak, tapi justru dipilih pejabat yang hanya menjabat tiga bulan," ujar Sutrisno.
"Kabur" ke Jakarta, Numpang Gemerlap Gelar Pahlawan
Di hari yang sama ketika massa aksi menggelar protes di Medan, Bobby justru muncul di Istana Negara, Jakarta. Ia hadir dalam acara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Rondahaim Saragih Garingging. Namun, Sutrisno menegaskan, undangan istana hanya diperuntukkan bagi keluarga atau ahli waris, bukan kepala daerah.
"Tidak ada gubernur lain yang hadir di istana. Bobby ke Jakarta bukan karena undangan resmi, tapi karena cari alasan untuk kabur dari rakyatnya," tegas Sutrisno.
Sebagai pembanding, Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jatim) maupun Ahmad Luthfi (Pj Gubernur Jateng) tidak hadir mendampingi penerima gelar pahlawan asal daerah masing-masing.
Massa Aksi Butuh Gubernur, Bukan Wakil
Kehadiran massa aksi pro Tutup TPL di kantor Gubernur Sumut seharusnya menjadi momentum penting bagi Bobby untuk menunjukkan kepemimpinan moral dan keberpihakan terhadap rakyat. Namun, alih-alih tampil di depan publik, ia justru memerintahkan Wakil Gubernur, Musa Rajekshah alias Surya, untuk menerima massa.
"Surya tidak dibutuhkan untuk mewakili Gubsu. Rakyat ingin pemimpinnya hadir, bukan sembunyi," kata Sutrisno.
TPL dan Jejak Politik Pilgubsu
Dalam analisanya, Sutrisno menyebut ketakutan Bobby bisa jadi berakar pada relasi politik dengan TPL. "TPL punya sejarah 'berteman baik' dengan setiap Gubernur Sumut. Bobby juga diduga mendapat dukungan dari jaringan TPL dan karyawannya pada Pilgubsu 2024 lalu," ungkapnya.
Karenanya, lanjutnya, Bobby memilih "jalan aman": kabur ke Jakarta daripada harus menghadapi rakyat dan menjelaskan posisinya soal tutup TPL.
Pahlawan yang Takut Rakyat
Ironinya, pelarian Bobby ke Jakarta terjadi tepat pada Hari Pahlawan. Sementara rakyat Danau Toba memperjuangkan kelestarian tanah leluhur mereka, sang gubernur justru mencari panggung seremonial di Istana Negara.
"Warga Kawasan Danau Toba yang dulu cinta buta pada menantu Jokowi kini melihat kenyataan pahit: pemimpin pujaan mereka pengecut," kata Sutrisno pedas.
Ia menutup pernyataannya dengan sindiran tajam:
> "Bobby berani bilang 'jangan mundur' kepada guru honorer, tapi tidak berani mengucapkan kata yang sama kepada rakyat Kawasan Danau Toba."
JAKARTA Kepengurusan baru Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) langsung menghadapi dua agenda besar. Santri Championship pada 2831
Sport
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara resmi menutup rangkaian Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Ka
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menemui Wakil menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus,
News
Presiden Prabowo Subianto Lantik Bamsoet Sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (DPPRI)
News
Saka Wanabakti Sumut Susun Enam Prioritas Pembinaan 2026&ndash2027
News
Asri Ludin Tambunan Jajaki KPBU untuk Penerangan Jalan di Deli Serdang
News
Rakor Saka Wanabakti Sumut 2026 Perkuat Kelembagaan dan Pembinaan
News
Medan sumut24.co Dalam rangka memperingati kelahiran Yesus Kristus, Keluarga Besar Pemuda Batak Bersatu Pimpinan Anak Cabang (PBB PAC) Kec
News
Wabup dan Ketua DPRD Hadiri Nobar G30S/PKI di Madina, Pesan Persatuan Menggema di Panyabungan
News
Pesan Tegas Wakapolres Tapsel di Hari Kesaktian Pancasila Hidupkan Nilai Persatuan
News