BPJS Ketenagakerjaan dan BSI Perkuat Kemitraan dengan Koperasi Keluarga Pers Indonesia
BPJS Ketenagakerjaan dan BSI Perkuat Kemitraan dengan Koperasi Keluarga Pers Indonesia
kota
Baca Juga:
- Sensus Ekonomi 2026 di Tanjungbalai, Data Akurat Penting
- PLN UID Sumatera Utara Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Penandatanganan SPJBTL Dan MoU, Tambah Daya 49,99 MVA Dari Sektor Industri Dan Akademik
- TRI SULA EKONOMI: RUPIAH MEROSOT, BURSA SAHAM RONTOK, DAN HARGA MINYAK NAIK – Tantangan Ekonomi di Ambang Idul Fitri 1446 H
MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan apresiasi atas masukan dari Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut dan para pakar ekonomi, terkait arah pembangunan ekonomi daerah di tengah tantangan geopolitik global. Ia menegaskan, posisi strategis Sumut harus dioptimalkan melalui kebijakan makro yang tepat agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menerima audiensi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Rudy Brando Hutabarat bersama ekonom senior dan pakar investasi nasional Hendri Saparini, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman No 41, Medan, Kamis (16/4/2026). Pertemuan ini membahas strategi pengendalian inflasi, penajaman kebijakan investasi, serta optimalisasi sektor riil berbasis potensi lokal.
"Kami ingin mendapatkan gambaran bagaimana kebijakan kami bisa menyentuh masyarakat secara langsung. Masukan mengenai penekanan inflasi sangat krusial, mengingat Sumut sempat menghadapi tantangan tersebut pada pertengahan tahun lalu. Harapannya, diskusi hari ini menjadi input bagi Pemerintah Provinsi untuk melakukan terobosan yang inovatif," ujar Bobby Nasution.
Bobby menegaskan komitmennya membuka ruang dialog dengan para ahli guna memperbaiki regulasi di daerah. Menurutnya, tantangan ke depan adalah mengubah peran pemerintah daerah dari sekadar regulator menjadi fasilitator yang aktif menjemput peluang.
"Banyak potensi seperti gula merah dan produk herbal yang marketnya sangat besar, namun belum tergarap maksimal secara industri. Kami akan mencoba melihat dari sisi perbaikan tata kelola dan relaksasi regulasi agar investasi, baik asing maupun domestik, bisa masuk dengan lebih mudah ke Sumatera Utara," katanya.
Kepala Perwakilan BI Sumut Rudy Brando Hutabarat menambahkan, sinergi kebijakan sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dalam menjaga stabilitas harga pangan.
"Inovasi kebijakan harus terus kita dorong agar Sumatera Utara selalu memberikan nuansa positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional," ungkap Rudy.
Sementara itu, ekonom senior Hendri Saparini menekankan pentingnya penyesuaian strategi menghadapi perubahan paradigma ekonomi nasional yang kini berfokus pada investasi berkualitas dan partisipatif.
"Kita perlu melakukan 'penajaman' kebijakan, bukan sekadar efisiensi. Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian, Sumut harus mampu menangkap peluang investasi yang tidak hanya berskala besar, tetapi juga investasi menengah-kecil yang memiliki kekuatan market luar biasa," jelas Hendri.
Dalam diskusi tersebut, Hendri menyampaikan sejumlah poin strategis, antara lain hilirisasi produk unggulan untuk mendorong industri pengolahan lokal seperti tepung tapioka dan turunan kelapa sawit agar nilai tambah tetap di daerah.
Selain itu, optimalisasi sektor rempah, di mana Sumut memiliki potensi vanila dan rempah berkualitas dunia yang perlu dikembangkan melalui teknologi serta penguatan identitas produk.
Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata dengan model bisnis yang menggerakkan ekosistem kuliner dan UMKM, bukan sekadar bertumpu pada tiket masuk.
Tak kalah penting, investasi diaspora dinilai dapat menjadi sumber pembiayaan alternatif, dengan memanfaatkan momentum hari besar seperti Lebaran dan Natal untuk menarik warga Sumut di perantauan berinvestasi di kampung halaman.
Hendri berharap, hasil diskusi ini segera ditindaklanjuti dalam bentuk program kerja kolaboratif antara Pemprov Sumut, Bank Indonesia, dan para pemangku kepentingan ekonomi lainnya. **
BPJS Ketenagakerjaan dan BSI Perkuat Kemitraan dengan Koperasi Keluarga Pers Indonesia
kota
Percepat Pembangunan Huntap, Bobby Nasution Dorong Validasi Data Spesifik
kota
Apresiasi Masukan BI dan Ekonom,Bobby Nasution Dorong Terobosan Ekonomi Sumut Berbasis Potensi Lokal
kota
Sengketa Lahan SMAN 5 Pematangsiantar, Bobby Nasution dan Sekolah Sepakati Relokasi Jadi Solusi
kota
Bobby Nasution Minta Kajian Mendalam Pencabutan Izin Hutan, Soroti Dampak Sosial dan Potensi Konflik
kota
Menteri Haji dan Umrah Lantik Pj Sekdaprov Sumut Jadi Koordinator PPIH Embarkasi Medan
kota
Sambut HKG 2026, PKK Sumut Berbagi Kasih dengan Anak Panti di Binjai
kota
Diskominfo Sumut Gandeng LPS Perkuat Literasi Keuangan, Tekan Pinjol dan Judol
kota
Bobby Nasution Ajak Gekrafs Sumut Perkuat Kolaborasi, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
News
Momentum HKG PKK ke54, Kahiyang Ayu Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan
kota