EPG Resmi Jadi Wali Nagari, Syafni Nola Putri Titip Pesan Penting: Banyak PR Menanti Aie Dingin!
EPG Resmi Jadi Wali Nagari, Syafni Nola Putri Titip Pesan Penting Banyak PR Menanti Aie Dingin!
News
Baca Juga:
- Sumpah Pemuda ke-98! Kapolres Tapsel Soroti Peran Pemuda: Berprestasi Saja Tak Cukup, Harus Peduli Sesama
- Andar Amin Harahap Apresiasi Antusiasme Masyarakat Rayakan HUT ke-62 Golkar di Lapangan Merdeka Medan
- Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wagub Surya Serahkan Penghargaan kepada Tujuh Organisasi Kepemudaan
"Pemuda Pancasila diusianya yang ke-66 harus menatap masa depan dengan pendekatan baru, yakni membumikan Pancasila dalam aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi rakyat. Pancasila harus hidup dalam kerja, dalam ekonomi, dalam tindakan sosial. Kalau tidak, ia hanya jadi simbol yang tidak lagi menggugah jiwa anak bangsa," ujar Bamsoet di acara perayaan HUT ke-66 Pemuda Pancasila yang dipimpin langsung Ketum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno, di Jakarta, Selasa malam (28/10/25).
Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini memaparkan, globalisasi dan digitalisasi menghadirkan medan baru dalam perjuangan ideologi. Penelitian terbaru tentang produksi pesan nasionalisme di media sosial menunjukkan bahwa platform seperti X (Twitter) dan TikTok menjadi arena pertempuran narasi antara kelompok nasionalis, populis, hingga radikal.
"Kalau organisasi sebesar Pemuda Pancasila tidak ikut masuk ke ruang digital dengan narasi yang cerdas dan menyentuh, ruang itu akan diisi pihak lain. Sekarang eranya ideologi bertarung lewat algoritma," kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) ini menjelaskan, Pemuda Pancasila harus menyiapkan 'laboratorium narasi rigital', sebuah unit yang akan melatih kader membuat konten edukatif, kampanye kebangsaan, serta literasi digital yang menanamkan semangat Pancasila di kalangan milenial dan Gen Z.
"Pancasila jangan disampaikan dengan gaya orasi lama. Penyampaiannya harus dikemas dengan bahasa dan medium anak muda, baik melalui video pendek, podcast, musik, meme. Kita harus rebut ruang digital dengan nilai luhur bangsa," jelas Bamsoet.
Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mengingatkan pentingnya menjaga citra organisasi agar tidak terjebak dalam politisasi. Struktur organisasi dari pusat hingga ranting harus menerapkan prinsip good governance, baik berupa laporan kegiatan terbuka, penggunaan dana yang transparan, serta mekanisme sanksi bagi pelanggaran kode etik.
"Pemuda Pancasila lahir untuk membela kepentingan bangsa, bukan alat kepentingan sesaat. Kalau organisasi kehilangan independensi moral, maka hilanglah jati diri Pemuda Pancasila. Pemuda Pancasila harus ada dimana-mana, tetapi tidak kemana-mana," pungkas Bamsoet. (*)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
EPG Resmi Jadi Wali Nagari, Syafni Nola Putri Titip Pesan Penting Banyak PR Menanti Aie Dingin!
News
Momen Peringatan Hari Sumpah Pemuda,BRI BO Sibuhuan Perkuat Pengabdian Layanan
News
Sumut Jadi Titik Awal Gerakan Nasional Pesantren Bebas TBC, Tiga Wakil Menteri Pukul Beduk di Deli Serdang
News
Suksesi Kepemimpinan Organisasi Pendiri Golkar SOKSI Sumut Resmi Buka Pendaftaran Calon Ketua Jelang Musda XII
News
Insiden Penurunan Bendera Bintang Bulan di Pulo Kenari Berujung Rusuh, Satu Orang Dilaporkan Meninggal Dunia dan Puluhan Lukaluka
News
PACITAN MARSUDI BUDAYA 1.Dhandhanggula PAKASA Pang Pacitan Paguyuban Kawula winarni, Kraton Surakarta Hadiningrat, Pang Pacitan sinebute,Wus
Umum
NGANJUK KAWENTAR BUDAYA KABABAR Ja lali ja keri kutha Nganjuk mranani. Pendopo Kabupaten Nganjuk begitu merbawani. Megah mewah gagah indah.
Info
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wah
kota
Kapolda Sumut Tekankan Pemberantasan Narkoba dan Kejahatan Jalanan Saat Kunjungi Polres Binjai
News
Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
News