Hardiknas 2026: Bupati Padang Lawas Serahkan Santunan dan Penghargaan untuk Tokoh Pendidikan, Ini Pesan Tegasnya!
Hardiknas 2026 Bupati Padang Lawas Serahkan Santunan dan Penghargaan untuk Tokoh Pendidikan, Ini Pesan Tegasnya!
kota
Baca Juga:
Kasus video viral yang memperlihatkan percakapan antara seorang warga dan pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Padang Lawas akhirnya terungkap duduk perkaranya. Setelah ramai diperbincangkan di media sosial, pihak Disdukcapil memberikan klarifikasi resmi dan menjelaskan konteks sebenarnya dari kejadian tersebut.
Menurut keterangan resmi yang disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Disdukcapil Padang Lawas, Jon Nedi Piliang, persoalan itu berawal dari ketidaksesuaian data administrasi dan kelengkapan dokumen yang diajukan oleh warga saat mengurus pelayanan kependudukan.
"Permasalahan yang terjadi bukan karena pelayanan kami dipersulit, tetapi karena dokumen warga belum lengkap dan ada ketidaksesuaian data," jelas Jon Nedi Piliang, Selasa (28/10/2025).
Sebelumnya, sistem Tanda Tangan Elektronik (TTE) di lingkungan Disdukcapil Padang Lawas mengalami gangguan teknis selama hampir satu bulan. Akibatnya, ribuan dokumen masyarakat menumpuk dan tidak bisa segera diterbitkan.
Namun, setelah sistem TTE kembali berfungsi normal berkat koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, Disdukcapil langsung bergerak cepat. Jon Nedi memerintahkan seluruh pegawai untuk mempercepat penyelesaian berkas agar pelayanan publik bisa kembali normal.
"Kami harus bergerak cepat karena masyarakat sudah lama menunggu. Semua berkas yang tertunda sedang kami kejar agar selesai secepatnya," tegas Jon Nedi.
Salah satu pegawai yang turut terekam dalam video viral tersebut, Rida Wati Hasibuan, juga memberikan penjelasan terkait kejadian itu. Ia menegaskan bahwa proses pelayanan tidak pernah dipersulit, namun data yang diajukan warga memang bermasalah.
"Berkas ditunda karena ada perbedaan nama di surat keterangan lahir dengan formulir Kartu Keluarga (KK). Pemohon juga ingin nama ayah dicantumkan, padahal buku nikah tidak diserahkan," ungkap Rida.
Ia menambahkan, pihak Disdukcapil tidak memiliki dasar hukum untuk mencantumkan identitas ayah dalam KK tanpa adanya bukti sah berupa buku nikah.
"Kalau tidak ada dasar hukumnya, kami tidak bisa memproses. Semua ada aturannya," tegasnya.
Peristiwa itu diketahui terjadi pada Senin, 27 Oktober 2025, sekitar pukul 15.00 WIB di Kantor Disdukcapil Padang Lawas. Tak lama setelah video tersebut viral, berbagai tanggapan muncul dari masyarakat.
Menanggapi hal itu, Jon Nedi langsung mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama Camat Sosopan untuk memastikan berkas warga yang menjadi bahan video segera diselesaikan.
"Kami sudah berkomunikasi dengan pihak kecamatan untuk mencari solusi terbaik. Besok, dokumen warga tersebut akan selesai," ujarnya menegaskan.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi, Jon Nedi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat kejadian tersebut.
"Kami dari jajaran Disdukcapil Padang Lawas memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan. Kritik dan saran dari masyarakat sangat kami hargai sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan," katanya.
Langkah cepat Disdukcapil Padang Lawas dalam memberikan klarifikasi dan solusi menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan publik yang transparan, profesional, dan berkeadilan.Rifin
Hardiknas 2026 Bupati Padang Lawas Serahkan Santunan dan Penghargaan untuk Tokoh Pendidikan, Ini Pesan Tegasnya!
kota
Libur Akhir Pekan Aman, Polsek Sosa Gelar Patroli di Lokasi Wisata Favorit
kota
Hardiknas 2026 di Madina, Wabup Atika Tekankan Pendidikan Berbasis Karakter dan Kearifan Lokal
kota
351 Jemaah Haji Padangsidimpuan Dilepas Haru, Wali Kota Doakan Pulang Jadi Haji Mabrur
kota
sumut24.co Perbaungan, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Serdang Bedagai Achyar SH. MSP menerima Audie
News
Kami Mau Keadilan!&rdquo Tangisan Ibu Bhayangkari Guncang DPRD Kota Padangsidimpuan
kota
Diguncang Kasus Kader Dugaan Penipuan, PDIP Padangsidimpuann Maaf dan Tegaskan Tak Intervensi Hukum
kota
Gasak Korban Saat Mau Salat Subuh, "Kapten" Diciduk Polres Padangsidimpuan
kota
Disiplin Diuji! Sipropam Polres Padang Lawas Gelar Razia Internal Pagi Hari
kota
Hadiri Pengukuhan LPS, Basri Harahap Bawa Semangat Kolaborasi Keuangan untuk Paluta
kota