Sabu seberat 9,36 gram bersama pemiliknya diamankan Satresnarkoba Polresta Deli Serdang*
Sabu seberat 9,36 gram bersama pemiliknya diamankan Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
kota
Baca Juga:Oleh: H Syahrir Nasution
- Tinjau Museum Simalungun, Bupati Simalungun: Pelestarian Sejarah dan Budaya sebagai Fondasi Utama Pembangunan Daerah
- Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3
- Sekda Tanjungbalai: ASN Jangan Hanya Rutinitas, Saatnya Berinovasi dan Jaga Integritas
Medan – Keberagaman etnis, budaya, dan agama di Sumatera Utara sejatinya merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dirawat sebagai kekuatan bangsa. Namun belakangan, sejumlah kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dinilai justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Sumut jangan dijadikan sumber disintegrasi bangsa atau laboratorium politik disintegrasi umat oleh gubernur yang tak mau tahu akan sejarah," tegas Syahrir Nasution, tokoh masyarakat Sumut, Senin (20/10/2025).
Menurutnya, rakyat sudah mulai gerah melihat berbagai kebijakan Pemprov Sumut yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan masyarakat luas dan malah berpotensi menimbulkan gesekan sosial. Ia menyinggung beberapa isu yang sempat mengemuka, mulai dari polemik BK-BL, masalah empat pulau yang diklaim milik Nanggroe Aceh Darussalam, hingga kisruh pemilihan rektor Universitas Sumatera Utara (USU) yang menyeret nama-nama pejabat dan kepentingan politik tertentu.
"Persoalan-persoalan itu tidak berdiri sendiri. Ia saling terkait dengan cara pandang pemerintah terhadap tata kelola daerah dan kehidupan rakyat Sumut, terutama dalam pembangunan infrastruktur seperti retensi kolam untuk mengatasi banjir, yang tak kunjung serius ditangani," ujarnya.
Syahrir juga menyoroti keberadaan Plaza UMKM USU yang disebutnya menjadi simbol masuknya kepentingan politik ke dalam dunia akademik. Padahal, menurutnya, kampus seharusnya menjadi benteng moral dan peradaban masyarakat yang bermartabat, bukan ajang perebutan pengaruh kekuasaan.
Ia mengingatkan agar Gubernur Sumut tidak menjalankan pemerintahan dengan semangat hegemonik atau hanya menguntungkan kelompok tertentu. "Jangan jadikan Sumut hegemoni kelompok tertentu. Rakyat Sumut sudah cukup dewasa dalam berpolitik, dan mereka bisa menilai mana pemimpin yang berpihak pada rakyat dan mana yang hanya berpihak pada kepentingan pribadi atau kelompok," tutupnya.
Sabu seberat 9,36 gram bersama pemiliknya diamankan Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
kota
Keramahan Bukan Penyerahan Kedaulatan
kota
Penjelasan Pemerintah Kota Solok Mengenai Pemanfaatan Penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026
News
Pemasok Narkoba di Helen&rsquos Night Mart Diamankan Polrestabes Medan.
kota
Gelar Pra Rekontruksi di Helen&rsquos Night Mart Polisi Temukan Fakta Baru Dibalik Peredaran Vape Narkoba
kota
Satresnarkoba Polrestabes Medan Bongkar Modus Baru Peredaran Ganja Manfaatkan Pohon Bambu Jadi Gudang Penyimpanan
kota
Lima Pekerja Bangunan Dibunuh OPM, Komisi XIII Negara Harus Jamin Rasa Aman bagi Pekerja Sipil
News
Rakercab JMSI Tabagsel 2026 Tetapkan Program Kerja, Perkuat Organisasi, Advokasi, dan Transformasi Digital Media
kota
250 Anak Meriahkan Lomba Mewarnai Hari Anak Nasional, Dandim 0212/Tapsel Mereka adalah Masa Depan Bangsa
kota
sumut24.co Labuhanbatu, Kisruh di internal Puskesmas Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara tentang
News