8 PMI Gagal Bekerja di Malaysia, Nakhoda dan ABK Kapal Diamankan
8 PMI Gagal Bekerja di Malaysia, Nakhoda dan ABK Kapal Diamankan
kota
Baca Juga:
- Ketua TP PKK Asahan Tinjau Pendidikan Anak Usia Dini hingga Usaha Produktif Masyarakat Kisaran
- Rehabilitasi Sawah Tangga Bosi Tuntas, Pemkab Madina Kejar Target Panen Padi 4 Bulan ke Depan
- Pemkab Madina Gandeng Kementan dan BNN Alihkan Ladang Ganja ke Komoditas Produktif, Cabai hingga Serai Wangi Disiapkan
MANDAILING NATAL – Pelaporan terhadap guru SD Negeri 328 Sinunukan IV, Iyusan Sukoco, oleh orang tua salah satu siswi, memicu keprihatinan luas di kalangan masyarakat dan pegiat pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kasus ini dinilai menjadi cermin pentingnya perlindungan hukum bagi tenaga pendidik, sekaligus perlunya komunikasi yang lebih baik antara pihak sekolah dan wali murid.
Saat dikonfirmasi, Iyusan Sukoco membenarkan bahwa dirinya telah dipanggil oleh pihak Kepolisian Resor Mandailing Natal untuk memberikan klarifikasi atas laporan tersebut.
> "Benar, saya dilaporkan ke Polres oleh orang tua siswi. Saya sudah dipanggil satu kali untuk klarifikasi," ujar Iyusan kepada wartawan.
Fokus pada Miskomunikasi, Bukan Pidana
Dalam surat pembelaan resmi yang ditujukan kepada Kapolres Mandailing Natal, tim pendamping hukum Iyusan Sukoco meminta agar Kepolisian meninjau kembali perkara tersebut secara objektif dan berkeadilan. Mereka meyakini, dugaan yang muncul lebih disebabkan oleh kesalahpahaman komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa, bukan unsur pidana.
> "Kami meyakini bahwa Iyusan Sukoco tidak bersalah. Ini hanya kesalahpahaman komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa," tulis tim pembela dalam surat tersebut.
Guru Harus Dilindungi
Sejumlah tokoh pendidikan di Madina menyayangkan mudahnya persoalan internal sekolah langsung dibawa ke ranah hukum tanpa melalui upaya mediasi terlebih dahulu. Mereka menegaskan, guru harus mendapatkan perlindungan dalam menjalankan tugas mulianya mendidik dan membimbing siswa, selama tidak terdapat unsur kekerasan atau pelanggaran etika berat.
Komunitas pendidikan berharap agar aparat penegak hukum mengedepankan pendekatan Keadilan Restoratif (Restorative Justice) dalam menangani kasus ini. Pendekatan tersebut dinilai lebih tepat karena mampu memulihkan hubungan harmonis antara guru dan orang tua siswa, demi kepentingan terbaik bagi pendidikan anak.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepolisian Resor Mandailing Natal belum memberikan keterangan resmi terkait kelanjutan proses hukum kasus tersebut.
(Tim)
8 PMI Gagal Bekerja di Malaysia, Nakhoda dan ABK Kapal Diamankan
kota
Brimob Polda Sumut All Out Amankan Piala AFF U19 ASEAN Toba 2026
kota
Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari
kota
Piala Dunia 2026 Bergulir, Polda Sumut Buka Nobar Gratis untuk Masyarakat hingga Laga Final
kota
DPWAMIN Sumut Bongkar Dugaan Permainan Proyek Rp5 Miliar di Deli Serdang, Kejati Diminta Turun Tangan
Hukum
sumut24.co PRAPAT, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara secara resmi membuka Pekan Inovasi dan Investasi sekaligus mencanangkan pelaksanaan S
News
APBD Kota Padangsidimpuan Belum Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Saatnya Transformasi FiskalOleh Rusydi Nasution, STP, MM (IPB)Ketua Part
Profil
sumut24.co MedanKabar gembira bagi para pencinta buku dan keluarga di Kota Medan. Menyambut musim libur sekolah, bazar buku internasional
Info
Dapur Indonesia, Pesta Singapura Membongkar Rantai Nilai yang Timpang Oleh Abdullah RasyidMahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN dan Pen
Politik
Medan, Kejuaraan Bola Voli MAVI Cup II Korwil Sumatera Utara resmi ditutup di Sport Center GOR Voli, Kamis (11/6/2026), setelah menyajikan l
Sport