Melawan Lupa: Ketika Sang Jenderal Besar Pernah Disingkirkan dari Panggung Kekuasaan
Melawan Lupa Ketika Sang Jenderal Besar Pernah Disingkirkan dari Panggung Kekuasaan
News
Baca Juga:
- Bupati Asahan Terima Kunjungan Satgas PRR Pusat, Perkuat Sinergi Percepat Pemulihan Pascabencana
- Satgas PKH Prioritaskan Palas, Bupati PMA Dorong Tanah Ulayat dan Masyarakat Adat Diakomodasi
- Bupati Asahan Hadiri Momen Haru Penyambutan Kepulangan Satgas Pamtas Yonif 126/KC Usai Tuntaskan Tugas Negara
Menanggapi hal tersebut, Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah menilai (Jaga Marwah) Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) perlu turun tangan menyelidiki keberadaan lahan tambang nikel PT Position itu. Apabila seperti yang diungkap masyarakat sipil bahwa lahannya berada di kawasan hutan, maka sudah seharusnya Satgas PKH bergerak untuk menertibkannya.
"Saya berpegangan kepada pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa Satgas PKH harus menertibkan aktivitas pertambangan ilegal tanpa pandang bulu, termasuk jika melibatkan aparat atau mantan jenderal. Dan Satgas PKH di bawah komando Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin, pelaksananya Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Febrie Adriansyah sudah terbukti berani menertibkan lahan-lahan negara yang dikuasai secara ilegal," tutur Ketua Umum Jaga Marwah Edison Tamba di Jakarta, Jumat (16/10).
Edison mengatakan, pihaknya mendesak agar Satgas PKH tidak takut menertibkan lahan-lahan tambang ilegal meski diduga ada aparat penegak hukum di belakangnya. Isu ini muncul dari Forum Mahasiswa Pascasarjana (Formapas) Maluku Utara yang menuding PT Position beroperasi tanpa izin resmi, serta menyerobot wilayah konsesi perusahaan lain di Halmahera Timur.
"Kami menunggu tindakan nyata dari Satgas PKH, apakah berani menutup ribuan tambang ilegal? Apalagi itu merupakan perintah dari Presiden Prabowo. Jadi, jika PT Position terbukti melakukan praktik tambang ilegal, harus ada tindakan tegas, siapapun di belakangnya," tandas Edison.
Isu ini muncul setelah Forum Mahasiswa Pascasarjana (Formapas) Maluku Utara menuding PT Position beroperasi tanpa izin resmi, serta menyerobot wilayah konsesi perusahaan lain di Halmahera Timur.
Ketua Bidang ESDM Formapas, Arsil Made, menilai rumor kepemilikan saham anak Kapolri memperkuat dugaan adanya "perlindungan hukum" terhadap perusahaan tersebut. "Kasus ini menunjukkan ketimpangan hukum. Warga adat dikriminalisasi sementara perusahaan seolah kebal hukum," kata Arsil.
Isu lainnya anak Kapolri Listyo Sigit Prabowo memiliki saham di PT Position dan terlibat dalam tambang ilegal. Karena itu, Kapolri dinilai perlu memberikan klarifikasi atas isu sebagai bentuk transparansi agar nama baik institusi Polri tidak tercoreng dan menghentikan spekulasi publik yang kian liar.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Melawan Lupa Ketika Sang Jenderal Besar Pernah Disingkirkan dari Panggung Kekuasaan
News
MAS TPI Medan Plus Keterampilan Cetak Siswa Siap Kerja dan Berkarakter
News
Gubernur Bobby Apresiasi Kafilah Sumut Tembus Lima Besar MTQ Nasional
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila hari ini (01/10). Pering
News
Kepala MAS TPI Medan Zainal Arifin PKL Bukan Sekadar Praktik, Tapi Wadah Mengamalkan Ilmu di Masyarakat
News
Nobar Film G30S/PKI, Lom Lom Suwondo Ajak Masyarakat Jadikan Sejarah sebagai Pelajaran
News
Hari Kesaktian Pancasila, TPI Medan Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Berkarakter dan Mandiri
News
DPR RI Setujui Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, CEO Sumut24 Group Sampaikan Ucapan Selamat
News
TPI Medan Gembleng Mental Siswa Lewat Perkemahan di Sibolangit
News
Profil Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Tunggal Kapolri yang Diusulkan Prabowo
News