Inalum Kumpulkan 626 Kantong Darah Untuk Bantu Masyarakat
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dalam menyambut semangat kemerdekaan tak cukup merayakannya dengan seremoni nam
News
Baca Juga:
MEDAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mengklaim telah berupaya maksimal menekan laju inflasi, salah satunya dengan mendatangkan 50 ton cabai merah dari Jember, Jawa Timur.
Data terbaru mencatat inflasi Sumut mencapai 5,32 persen (year-on-year) pada September 2025, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 2,65 persen.
Kepala Biro Ekonomi Setdaprovsu Poppy Marulita Hutagalung mengatakan, pengadaan cabai dari luar provinsi ini merupakan langkah intervensi tahap awal yang dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama di Kota Medan dan Deli Serdang yang disebut sebagai penyumbang 72 persen inflasi Sumut.
"Kita beli 50 ton di tahap awal dari Jember, Jawa Timur. Kita pakai mobil termoking untuk menjaga suhu selama pengiriman, dengan pengepakan memakai peti kayu. Cabai yang kita datangkan adalah cabai gunung, dengan kualitas terbaik untuk masyarakat Sumut," ujar Poppy kepada wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (10/10).
Namun langkah tersebut menimbulkan tanda tanya besar. Mengapa Pemprov Sumut justru harus bergantung pada pasokan luar daerah, sementara Sumut dikenal sebagai salah satu penghasil hortikultura.
Poppy beralasan, upaya mendatangkan cabai dari luar daerah adalah bentuk intervensi cepat pasar untuk menekan harga di tingkat konsumen, sekaligus menjaga stok agar tidak terjadi lonjakan ekstrem.
"Kita tidak tinggal diam setelah melaksanakan atau melempar komoditi cabe ini ke pasar. Di TPID itu ada Bulog, BPS, dan BI. Kita lihat bagaimana koreksi pasarnya," tambahnya.
Ia menjelaskan, pihaknya telah bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Bulog dalam melakukan pemantauan harga pasca-distribusi. Pemprov juga telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk mengawal distribusi cabai agar tidak bocor keluar provinsi.
"Kita sudah punya pola distribusi cabai merah di Sumut. Ada lokasi-lokasi yang kita ketahui bisa bocor ke luar provinsi. Jadi, hari ini kita rapat dengan Satgas Pangan untuk memastikan distribusi dan pengawasan berjalan," ungkapnya.
Namun kenyataan di lapangan menunjukkan hasil yang berbeda. Harga cabai di pasar Medan tetap tinggi, bahkan di beberapa titik pasar tradisional mencapai Rp80.000 per kilogram, jauh dari target stabilisasi.
Padahal Pemprov telah melakukan lebih dari 500 kali operasi pasar dan pasar murah sejak awal tahun.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dalam menyambut semangat kemerdekaan tak cukup merayakannya dengan seremoni nam
News
sumut24.coASAHAN, Aksi unjuk rasa damai yang dilakukan ratusan anggota Kelompok Tani (Koptan) binaan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKT
News
Terima Penghargaan dari Kemendagri,Bobby Nasution Komitmen Terus Hadirkan Hunian Layak dan Terjangkau bagi Masyarakat
kota
Skema Pajak TPL Dibongkar Dua Pengawas Pajak Ditahan, Dugaan Permainan Berjalan 17 Tahun
kota
Srikandi Madrasah Karya Aisyah Rahma Siregar, Dari Kepemimpinan Perempuan untuk Masa Depan Pendidikan
kota
Petani Madina Berpeluang Cuan dari Serai Wangi dan Nilam, Pemkab Siapkan Pola Kemitraan
kota
MANTAP....Mohot Lubis dan Zia Ul Haq Muncul sebagai Kandidat Ketua Periode 20262029 Di Konferensi PWI TABAGSEL
News
Dua Bersaudara Penderita DMD di Dolok Batu Nanggar Mendapat Perhatian Serius Pemkab Simalungun
kota
Bupati Simalungun Parapat Potensi Pariwisata, Diperlukan Kolaborasi dan Kreativitas
kota
Ketua ABPEDNAS Deli Serdang Sinergi dan Koordinasi Harus Terus Diperkuat
kota