Medan – Panasnya suhu mutasi jabatan di lingkungan Pemko Medan kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada posisi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan. Nama
Agha Novrian resmi menduduki kursi strategis tersebut, menggantikan posisi yang sebelumnya digadang-gadang akan diisi oleh Pujilatuperissa.
Baca Juga:
Padahal, sejak awal Pujilatuperissa disebut-sebut sebagai kandidat terkuat karena dinilai memiliki pengalaman panjang dan paham betul soal pajak serta retribusi daerah. Namun sayangnya, namanya justru terganjal dan akhirnya tersingkir dari bursa jabatan.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, tersingkirnya Pujilatuperissa bukan tanpa alasan. Diduga kuat ada campur tangan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, yang juga mantan Wali Kota Medan. Pujilatuperissa disebut tidak mendapat izin dari Gubsu untuk pindah ke Pemko Medan. Bahkan, kabarnya ia malah dicari-cari kesalahannya hingga harus nonjob.
"Ini seperti sudah diskenario. Padahal dari sisi pengalaman dan kemampuan, Pujilatuperissa sangat layak. Tapi karena tidak sejalan atau tidak mendapat restu, ya akhirnya tersingkir," ujar sumber internal Pemko Medan kepada Sumut24.co, Kamis (3/10/2025).
Penunjukan Agha Novrian pun langsung menuai sorotan. Banyak pihak menilai ada aroma politik yang kental dalam penempatan jabatan ini. Tak sedikit yang menyebut ini bukan sekadar mutasi, tapi juga pertarungan kepentingan.
Pengamat pemerintahan, Ridwan SH, mengatakan bahwa kejadian ini jelas mencederai prinsip profesionalisme ASN. "Kalau mutasi hanya berdasarkan kedekatan politik, maka birokrasi akan rusak. Pejabat yang bagus malah dikorbankan," tegasnya.
Sementara itu, hingga kini baik Wali Kota Medan maupun pihak Gubsu belum memberikan keterangan resmi soal kabar ini. Pujilatuperissa juga belum muncul ke publik. Sementara itu, publik bertanya-tanya: apakah jabatan di Pemko Medan kini hanya soal siapa yang dekat dengan kekuasaan?
Red
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News