Polemik Hotel Peserta AFF U-19, Pemerhati Olahraga: Jangan Jadikan Pemko Medan dan Rico Waas Kambing Hitam
Polemik Hotel Peserta AFF U19, Pemerhati Olahraga Jangan Jadikan Pemko Medan dan Rico Waas Kambing Hitam
kota
Baca Juga:
MEDAN- Kematian Alm.Muhammad Fadilah siswa SMAN 6 Medan tewas penuh luka dan beberapa bagian tubuhnya patah-patah hingga kini belum mendapatkan titik terang, meski telah dilakukan gelar perkara di Gakkum Satlantas Polrestabes Medan, pada tanggal 13 September 2025 lalu.
"Mengapa begitu lama hasil Gelar Perkara tersebut, Polsek Medan Sunggal diminta tuntaskan kasus kematian Alm.Fadilah ini, kami minta SP2HPnya. Ini soal nyawa, kami ingatkan jangan ditutup-tutupi dalam kasus ini", tegas Edwin Pohan SH didampingi Zulkifli Lubis SH kuasa hukum keluarga korban, Suherman Koto (orangtua alm.Fadilah), Jum'at (26/9/2025).
Misteri kematian Almarhum Muhammad Fadilah, siswa SMAN 6 Medan sudah lebih 40 hari, tewasnya Alm.Fadilah disebut-sebut kecelakaan tunggal sebagaimana yang disampaikan sebelumnya oleh pihak Lantas Polsek Medan Sunggal.
Namun menurut, penglihatan keluarga korban, bahwa alm.Fadilah kematiannya bukanlah kecelakaan tunggal, alasannya, beberapa bagian tubuh korban penuh luka, dan patah-patah, helm yang dikenakan korban tidak rusak, pakaian korban tidak robek, bahkan sepedamotor yang dikendarai korban mulus tidak ada yang lecet-lecet (tergores.red)
Mirisnya, malah Haenphon milik korban dirusak dan dibuang di kanal sebagaimana pengakuan salah satu teman korban, saat hari duka yang datang mengantarkan dompet korban kepada orangtuanya korban, banyak kejanggalan hingga kasus ini pun terus bergulir mencari kebenarannya.
Zulkifli Lubis SH menambahkan, dirinya sudah dua kali berkomunikasi dengan penyidik Lantas Polsek Sunggal, Aiptu Banjarnahor paska gelar perkara melalui sambungan telepon seluler (haenphon.red) beberapa hari lalu.
Dikatakannya, "Tunggu hari senin ya, hasil gelarnya, karena ada pemeriksaan tambahan dan akan gelar di TKP, nanti diundang semua", kata Zulkifli menirukan ucapan penyidik Aiptu Banjarnahor kepada dirinya, seraya menambahkan jika tidak juga hari senin mendapatkan kejelasan, kasus ini dibawa ke Polda Sumatera Utara, tegasnya.
Sementara, Suherman Koto orangtua korban Alm. Muhammad Fadilah didampingi istrinya, berharap agar kasus kematian anaknya ini dibuka seterang-terangnya, apapun hasilnya saya terima dengan ikhlas dan jangan ada direkayasa, katanya.
"Saya berharap kasus ini terungkap seterang-terangnya, saya melihat kematian anak saya tidak wajar dugaan saya dibunuh, sehingga saya mendesak Poldasu untuk dilakukan Ekshumasi ulang di kuburan anak saya", ujar Suherman Koto pintanya. (Red)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Polemik Hotel Peserta AFF U19, Pemerhati Olahraga Jangan Jadikan Pemko Medan dan Rico Waas Kambing Hitam
kota
Dinilai Berhasil Bangun JMSI Sumut, Anto Genk Didorong Maju sebagai Ketua PWI
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh LPG subsidi ukuran 3 k
News
Kurir Sabu Dibekuk di Saipar Dolok Hole, Polres Tapsel Ungkap Modus Imbalan Narkoba Gratis
kota
Si Jago Merah Mengamuk di Saipar Dolok Hole, Rumah Letnan Ritonga Rata dengan Tanah
kota
Humanis! Korban Kekerasan Seksual dan Curas Dapat Pendampingan Psikologis dari Polres Padangsidimpuan
kota
Razia Tengah Malam di Twenty Eight Karaoke, Polres Padangsidimpuan Amankan Wanita Positif Sabu
kota
MEDAN, SUMUT24.CO Direktorat Sumber Daya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Diktisaintek) Republik Indonesia bersama Le
News
Haji Adalah Perubahan Asren Nasution Ajak Jamaah Jadikan Kemabruran sebagai Gerakan Sosial
kota
Skandal Rp 4,3 Miliar di RS Jiwa Prof. Ildrem Aksi &lsquoGila&rsquo Pejabat Garong Uang Negara Dibongkar Massa!
kota