Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Punya Kekayaan hingga Rp31,39 Miliar
Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Punya Kekayaan hingga Rp31,39 Miliar
kota
Baca Juga:
- Guru Besar Ilmu Politik Sebut Presiden Prabowo Tegak Lurus pada Konstitusi, Tidak Ada Ruang untuk Intervensi Hukum*
- Gema Santri Nusa Apresiasi Silaturrahim Kapolri, Panglima TNI, dan Jaksa Agung: Perkuat Sinergi dan Kepercayaan Publik
- KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR
Labuhanbatu Selatan – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang santri di Pondok Pesantren Darul Falah Langga Payung, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, memicu perhatian publik. Korban bernama Rezi, seorang Hafiz Quran 30 juz sekaligus siswa berprestasi di bidang fisika, diduga menjadi korban kekerasan oleh oknum guru berinisial A saat jam belajar berlangsung.
Peristiwa bermula ketika Rezi tertidur di kelas akibat demam setelah sehari sebelumnya mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat kabupaten. Oknum guru yang membangunkannya dengan menepukkan kopiah ke tubuhnya menilai respon kaget Rezi sebagai bentuk perlawanan. Tak lama kemudian, guru tersebut diduga menendang wajah korban hingga terpelanting dan membentur kursi.
Tidak berhenti di situ, korban disebut mengalami kekerasan lanjutan berupa seretan dan tendangan berulang. Insiden itu disaksikan langsung saudara kembarnya, Reza, yang juga menimba ilmu di ponpes yang sama.
Pasca kejadian, pihak sekolah membawa korban ke klinik tanpa sepengetahuan orang tua. Rekomendasi medis agar dilakukan observasi tidak dipenuhi, dan Rezi justru dibawa kembali ke sekolah meski kondisinya belum pulih. Barulah setelah kesehatan Rezi memburuk, pihak sekolah menghubungi orang tuanya dan kembali membawanya ke klinik.
Orang tua korban menyatakan kekecewaan atas sikap pihak sekolah.
"Anak kami mengalami lebam pada mata kiri, luka di bibir bawah bagian dalam, pendarahan pada selaput otak, gigi depan atas goyang, serta geraham belakang bergeser," ungkap orang tua Rezi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/9/2025).
Hingga kini, biaya perawatan ditanggung sepenuhnya oleh keluarga. Pihak sekolah disebut sempat mengutus orang untuk menawarkan perdamaian, namun ditolak keluarga dengan alasan peristiwa ini bukan perkara sepele.
Keluarga menegaskan akan menempuh jalur hukum dan meminta aparat penegak hukum memproses kasus ini secara serius. Mereka juga menuntut tanggung jawab penuh dari pihak ponpes atas pemulihan Rezi.
Sampai berita ini dipublikasikan, pihak Ponpes Darul Falah Langga Payung belum dapat dimintai keterangan.rel
Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Punya Kekayaan hingga Rp31,39 Miliar
kota
Bank Sumut Gandeng Tiga LPKSO Luncurkan KUR PMI, Perluas Akses Pembiayaan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia
kota
Ketum PB Pendawa Indonesia Terima Silaturahmi DPD FKN Sumut dan SAS Center, Dukung Dua Agenda Akbar di Medan
kota
Buka Muswil III SAPMA PP Sumut, Ijeck Tegaskan Kader Harus Jauhi Narkoba, Firmansyah Kembali Terpilih
News
Sutrisno Pangaribuan Nilai Bobby Nasution Melecehkan DPRD Sumut karena Tinggalkan Rapat Paripurna
kota
Polsek Medan Area Tangkap Sekuriti Rampas HP Wanita Lansia saat Duduk di Kursi Roda
kota
3 Korban Tewas Ledakan Grand Polonia Teridentifikasi
kota
sumut24.co MedanWanita Karo Indonesia (WKI) berkolaborasi dengan Kaukus Perempuan Parlemen RI menggelar Seminar Dialog Interaktif di Kanto
Umum
Monthly Upgrade Academy Perkuat Pemahaman Sejarah dan Nilai Luhur UNPAB sebagai Fondasi Kemajuan Institusi
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI , Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, menyerahkan hadiah kepada lima wajib pajak asal Kota Tanjung
News