Di Tengah Transformasi, PTPN IV PalmCo Beri Apresiasi Masa Kerja kepada 3.856 Karyawan
sumut24.co MEDAN, Menyelaraskan semangat kemerdekaan ke81 Republik Indonesia dengan penghargaan atas dedikasi para pekerjanya, Subholding
kota
Baca Juga:
Medan- Tokoh pemuda Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Utara, Hasan Simanjuntak, angkat bicara terkait isu berbau SARA yang menerpa Hasyim SE, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan. Menurutnya, upaya mendiskreditkan Hasyim hanya karena faktor etnis Tionghoa merupakan sikap keliru, tidak beradab, dan bertentangan dengan nilai kebangsaan.
Hasan yang juga dikenal sebagai aktivis sosial serta pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumut periode 2012–2014 menegaskan, kepemimpinan tidak boleh diukur dari agama maupun ras. "Negara ini berdiri di atas semangat kebhinekaan. Semua warga negara punya hak yang sama untuk memimpin. Tidak ada satu pasal pun di konstitusi yang membatasi berdasarkan etnis atau agama," ujarnya.
Ia menilai, isu SARA yang diarahkan kepada Hasyim SE jelas bermuatan politik praktis untuk menjatuhkan agar tidak terpilih kembali menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan. "Kalau ada pihak-pihak yang sengaja memainkan isu ini, jelas tujuannya untuk menggagalkan Hasyim. Padahal, selama ini beliau sudah bekerja keras membesarkan partai dan dekat dengan rakyat," tegas Hasan.
Dalam pandangannya, Hasyim SE sudah terbukti memiliki kapasitas dan integritas sebagai pemimpin partai. Ia meyakini, di bawah kepemimpinan Hasyim, PDI Perjuangan Kota Medan bisa semakin solid dan berkembang. "Selagi Hasyim mampu, kenapa tidak kita dukung? Justru ini saatnya memberikan kepercayaan, bukan malah melemahkan dengan isu murahan," kata Hasan.
Hasan juga mengingatkan pesan almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang selalu menolak diskriminasi berbasis agama maupun ras. "Gus Dur pernah menegaskan, tidak penting apa agama atau sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu. Pesan ini jelas sekali menolak politik identitas," jelasnya.
Lebih jauh, Hasan menegaskan bahwa kader-kader muda NU dan PMII tidak boleh diam melihat praktik politik identitas yang merugikan bangsa. "Diam berarti membiarkan nilai kebangsaan kita dirusak. Maka wajar kalau saya berdiri untuk menyatakan pembelaan terhadap Hasyim SE. Ini bukan soal pribadi, tapi soal prinsip," tambahnya.
Ia juga mengutip pesan Gus Dur yang lain: "Indonesia ini tidak akan besar karena satu golongan saja, tetapi karena semua golongan merasa punya rumah bersama." Menurut Hasan, pesan tersebut adalah pengingat penting bahwa semua anak bangsa, termasuk Hasyim SE, punya hak dan kewajiban yang sama dalam membangun daerah dan bangsa.
Di akhir pernyataannya, Hasan Simanjuntak menegaskan kembali bahwa isu SARA terhadap Hasyim SE tidak bisa ditolerir. "Masyarakat butuh pemimpin yang bekerja untuk rakyat, bukan pemimpin yang dipilih berdasarkan identitas sempit. Saya yakin, Hasyim mampu membesarkan PDI Perjuangan Medan. Karena itu, layak kita dukung penuh," tutupnya.
sumut24.co MEDAN, Menyelaraskan semangat kemerdekaan ke81 Republik Indonesia dengan penghargaan atas dedikasi para pekerjanya, Subholding
kota
sumut24.co ASAHAN, Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB), Mayor Jenderal TNI Hendy Antariksa, melaksanakan kunjung
News
Pemprov Sumut Optimalkan 21 Daerah Irigasi,Lahan Pertanian Produktif Ditargetkan Capai 41 Ribu Hektare
kota
Tender Rp29 Miliar Aek Badiri Disorot Barapaksi, Otti S Batubara Borok Gibson Mulai Terbuka
kota
Lantik 5 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Bupati Palas Putra Mahkota Alam Jabatan Bukan Simbol Prestise
Info
Pertama Kali Dikunjungi Bupati Palas Putra Mahkota Alam Hasibuan, Warga Martona Aek Hayuara Curhat Soal Pembangunan Desa
kota
DJ Cantik Edarkan Pod GetarSering Tampil di Sejumlah THM
kota
GMP Sumut Soroti Penanganan Dua LP dalam Sengketa CV Rezeki Baru Mengapa Satu Naik Penyidikan, Lainnya Dipertanyakan?
News
Berani mengedarkan Sabu, ditangkap Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
kota
Kapolrestabes Medan dan Dirintel Polda Sumut Silaturahmi ke Ketum PB Pendawa Indonesia
kota