Medan – Tokoh masyarakat Sumatera Utara, H. Syahrir Nasution, menegaskan bahwa Universitas Sumatera Utara (USU) harus kembali pada jati dirinya sebagai
kampus rakyat. Menurutnya, perguruan tinggi bukan sekadar ruang akademik, melainkan juga wadah perjuangan moral yang mencerminkan realitas sosial masyarakat.
Baca Juga:
"Realitas sosial masyarakat di Sumut khususnya, dan Indonesia umumnya, harus menjadi warna suatu kampus. Terlebih persoalan yang menyangkut harkat dan martabat rakyat," kata Syahrir, Senin (22/9).
Ia menilai, dunia kampus di manapun berada—termasuk USU—tidak bisa dilepaskan dari harapan rakyat untuk maju dan berkembang. Oleh karena itu, apabila kampus tidak memainkan peran dalam mendorong perubahan sosial, maka keberadaannya patut dipertanyakan.
"Hal ini tidak lepas dari fungsi, kepemimpinan, dan tindak tanduk seorang rektor. Pertanyaannya, apakah USU masih berjalan right on the track sesuai statuta pendidikan tinggi, atau justru sudah keluar dari rel?" kritiknya.
Syahrir menambahkan, bila USU tetap teguh di jalurnya sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan nilai akademis, moral, dan sosial, maka tidak akan muncul berbagai kegaduhan yang selama ini menjadi sorotan publik.
"Kehidupan kampus seharusnya menggambarkan realitas sosial masyarakat yang sedang terjadi. Kalau tidak, USU akan kehilangan ruhnya sebagai kampus rakyat," pungkas Syahrir yang juga alumnus USU itu.rel
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News