Rayakan Libur Lebaran, Film "Pelangi di Mars" Roadshow di Medan, Pekanbaru, Padang, dan Palembang
sumut24.co MedanMenanggapi antusiasme luar biasa dari penonton keluarga selama libur Lebaran, Mahakarya Pictures resmi menggelar rangkaian
Seleb
Baca Juga:
Medan – Skandal dugaan penyelewengan danadesa kembali mencoreng wajah pemerintahan daerah di Sumatera Utara. Bukan hanya soal aliran uang ke pejabat, tetapi juga dugaan praktik gelap dalam proses hukum: penyidik yang disebut-sebut ikut mengarahkan keterangan saksi agar Berita Acara Pemeriksaan (BAP) diubah.
Jejak Uang: Dari Rumah Pejabat hingga Teras Kantor Camat
BAP tertanggal 10 Februari 2025 memuat rincian mengejutkan: daftar pejabat yang diduga menerima aliran dana. Polanya begitu telanjang, seolah dana publik yang seharusnya untuk masyarakat miskin desa justru mengalir ke rumah, ruang kerja, bahkan teras para pejabat.
Di puncak daftar, Arwin Siregar, Wakil Wali Kota Padangsidimpuan, tercatat menerima Rp25 juta di rumahnya. Letnan Dalimunthe, Sekda, disebut menerima dua kali aliran, masing-masing Rp30 juta di rumah dan ruang kerjanya. Sementara Adi Supriadi, Kepala Badan Keuangan, diduga menerima total Rp60 juta melalui tangan Kabid Pemdes Romi Antonio.
Nama lain juga bermunculan: Sulaiman Lubis (Inspektur, Rp25 juta), Iswan Nagabe Lubis (Asisten I, Rp5 juta), Rahuddin Harahap (Asisten II, Rp5 juta), hingga Eka Yanti Batubara (Camat Padangsidimpuan Tenggara, Rp25 juta di ruang kerjanya).
Bahkan, aliran dana terkesan dilakukan dengan cara serampangan: Gempar Nauli Nasution, staf ahli, menerima Rp3,5 juta di depan rumah orangtuanya; Subandi, camat pengganti, disebut menerima Rp9 juta di parkiran kantor Wali Kota; sementara Faisal, camat pengganti lain, menerima Rp12 juta di Medan melalui perantara.
Jika ditotal, miliaran rupiah dana publik yang seharusnya berputar di desa justru berpindah tangan ke meja-meja birokrasi kota.
BAP yang Dipaksa Berubah
Namun cerita tidak berhenti di aliran dana. Dalam pemeriksaan lanjutan di Rutan Tanjung Gusta, saksi menyebut dirinya ditekan penyidik Tumpal Hasibuan dan Sarumaha untuk menghapus satu nama penting: Yunius Zega.
"Di depan saya, mereka hubungi Yunius Zega, berjanji uang akan dikembalikan. Saya diminta menghilangkan namanya dari BAP," ungkap saksi.
Fakta baru muncul: dari Rp350 juta yang diterima Yunius Zega, Rp90 juta sudah dikembalikan melalui Kepala Desa Purbatua, Muhammad Yusuf, dalam tiga tahap. Artinya, masih ada lebih dari Rp250 juta yang raib tanpa kejelasan.
Janji Hukuman Ringan di Balik Uang Titipan
Dalam pemeriksaan berikutnya di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, saksi diberi penjelasan tentang SOP penuntutan. Pesannya jelas: jika kerugian negara dikembalikan 100%, maka tuntutan akan diperingan – hanya 1 tahun 6 bulan penjara.
Penyidik bahkan mengutip Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No. 1 Tahun 2020, yang menyatakan pasal kerugian keuangan negara sudah tidak lagi menjadi tolok ukur utama dalam pemidanaan korupsi.
"Dari situlah kami disarankan menitipkan uang. Padahal, uang itu sebenarnya tidak pernah saya nikmati," kata saksi dengan nada getir.
Pola Lama, Wajah Baru
Kasus ini menunjukkan pola klasik korupsi daerah: uang desa yang harusnya menjadi tulang punggung pembangunan justru menjadi bancakan elite birokrasi. Lebih parah lagi, proses hukum yang seharusnya menjadi jalan menuju kebenaran justru diduga diwarnai intervensi dan manipulasi.
Jika benar keterangan saksi bahwa BAP diarahkan untuk diubah, maka persoalan ini tidak lagi sekadar soal danadesa, tetapi juga menyangkut integritas aparat penegak hukum.
Kini publik menanti: apakah Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan turun tangan menelisik lebih jauh, atau kasus ini akan berakhir sebagai bagian dari daftar panjang skandal danadesa yang tak pernah benar-benar tuntas.tim
sumut24.co MedanMenanggapi antusiasme luar biasa dari penonton keluarga selama libur Lebaran, Mahakarya Pictures resmi menggelar rangkaian
Seleb
sumut24.co MedanSuasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan Halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar di rumah dinas Wakil
kota
Antisipasi Kemacetan Arus Balik Mudik, Personil Pos Ketupat Toba 2026 Polresta Deli Serdang Optimalkan Gatur dan Rekayasa Lalu Lintas
kota
Jakarta Karier Edy Suranta Sitepu di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia terus menunjukkan tren positif. Perwira tinggi yang
Profil
Akun Medsos Dinda Larasati Sebarkan Hoaks Besar Pemkab Deli Serdang Akan Ambil Langkah Hukum
kota
Makkah, Arab Saudi Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Salat Idul Fitri pagi ini di Kota Suci Makkah, Arab Saudi.
News
Aceh Tamiang Dalam suasana hangat dan penuh kekhidmatan, Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri bersama masyarakat Aceh
News
SUMUT24.CO Idul Fitri selalu menjadi momen yang dinanti untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, tahun ini Sandiaga Salahuddin Uno bersama
Seleb
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Waas, mengucapkan terima kasih kepada sahabat, keluarga, serta seluruh tamu yang telah meluangkan waktu untu
Politik
Medan, Maxim Indonesia sukses menjalankan berbagai program bantuan sosialselama Ramadan yang menjangkau lebih dari 100 kota di seluruh Indon
Info