Selasa, 15 September 2026

Harun Masiku Dicari, Muryanto Amin Dinanti

Administrator - Sabtu, 06 September 2025 09:51 WIB
Harun Masiku Dicari, Muryanto Amin Dinanti
Istimewa

Jakarta – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menegaskan OTT terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel, bukan pengalihan isu dari dugaan keterlibatan Gubernur Sumut Bobby Nasution dalam kasus suap proyek jalan di Sumatera Utara.

Baca Juga:

Pernyataan itu disampaikan Setyo dalam konferensi pers penetapan Noel sebagai tersangka pemerasan terhadap perusahaan pengurus sertifikasi K3, Jumat (22/8/2025) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

"Tidak ada target tertentu, KPK bekerja berdasarkan bukti. Tidak bisa ditekan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu," tegas Setyo.

Sebelumnya, KPK menangkap Topan Obaja Putra Ginting (TOP), pejabat di Dinas PUPR Sumut sekaligus orang dekat Bobby Nasution, pada OTT Kamis (26/6/2025). Namun, meski sudah memeriksa 42 saksi, kasus tersebut belum berkembang signifikan.

Nama Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Muryanto Amin, dan sepupu Bobby, Dedy Rangkuti, sempat disebut bagian dari lingkaran kasus tersebut. Keduanya mangkir dari panggilan KPK, namun hingga kini lembaga antirasuah belum berani mengumumkan jadwal pemeriksaan ulang.

Situasi itu memunculkan kritik keras. Sejumlah kasus besar, seperti korupsi jalan di Sumut, hibah Pemprov Jatim, hingga kasus tambang Maluku Utara, dinilai mengecil dan terpinggirkan. Sementara kasus lama seperti ocehan Setya Novanto kembali diangkat.

"KPK sekarang lebih reaktif ketimbang proaktif, seperti infotainment, hanya mengikuti arus isu," ujar Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas) sekaligus Presidium Semangat Rakyat Anti Korupsi (Semarak), Sabtu (6/9/2025).

Menurutnya, lemahnya kinerja KPK telah memicu aksi massa dengan tuntutan pemerintahan bersih. Bahkan, bentrokan dalam aksi terakhir menelan 10 korban jiwa.

Sutrisno menilai Presiden Prabowo harus turun langsung memimpin pemberantasan korupsi dengan langkah radikal, termasuk mengganti pimpinan KPK, Kapolri, dan Jaksa Agung.

"Jika pelaku korupsi tidak berani ditangkap, maka pimpinan lembaganya yang harus dicopot. Presiden harus meniru ketegasan Xi Jinping maupun Kim Jong Un dalam memberantas korupsi," tegasnya.Red2

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Gerak Cepat, Salurkan Bantuan Pasca Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sesuaikan Harga BBM Non-Subsidi Mulai 1 September 2026
USU Kembangkan Aplikasi Digital untuk Kesiapsiagaan Bencana di Daerah
Wisuda UNPRI, Rektor Chrismis: Jangan Berhenti pada Gelar, Jadilah Lulusan Adaptif di Era AI
Rektor USU : Gelar Akademik dan Keterampilan Menjadi Bekal Lulusan Hadapi Dunia Kerja
Dies Natalis ke-74, USU Catat Lompatan Prestasi dan Reputasi Global
komentar
beritaTerbaru