Sidang Perdana Kasus Satelit Kemhan, Tiga Terdakwa Didakwa Korupsi Proyek USD 29,9 Juta
Sidang Perdana Kasus Satelit Kemhan, Tiga Terdakwa Didakwa Korupsi Proyek USD 29,9 Juta
kota
Baca Juga:
MEDAN — Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara, Dr H Musa Rajekshah, melakukan audiensi dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara, Rudy Brando Hutabarat, pada Rabu (3/9). Dalam pertemuan tersebut, Rajekshah yang akrab disapa Ijeck, memaparkan berbagai program unggulan MES Sumut yang bertujuan memperkuat ekonomi umat melalui pendekatan syariah.
Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah pengembangan Kampung Tahu di Binjai. Program ini diarahkan sebagai bentuk pemberdayaan pelaku usaha kecil berbasis komunitas, dengan harapan mampu menjadi model yang bisa direplikasi di daerah lain.
Tak hanya itu, Ijeck juga memaparkan rencana pembentukan Zona KHAS (Zona Clear, Halal, Aman, dan Sehat) yang ditargetkan hadir di setiap wilayah pengurus daerah MES di Sumatera Utara. "Insya Allah, target kita satu Zona KHAS di tiap daerah mulai dari Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Siantar, Simalungun, Padang Sidempuan, Tapanuli Selatan, Labuhanbatu Utara, Tanjung Balai, Batubara hingga Asahan. Ini kita rencanakan hadir secara bertahap hingga tahun 2026," ujar Ijeck yang juga merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Golkar.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan program pengembangan dan pendampingan sertifikasi halal yang akan dilakukan secara masif kepada pelaku UMKM, sebagai upaya mendukung ketahanan produk halal di Sumut.
Sebagai bagian dari upaya integrasi ekonomi syariah dan pariwisata, MES Sumut juga menginisiasi pilot project destinasi wisata halal di Kampung Nelayan Indah, Medan Labuhan. Lokasi ini dipilih karena dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis nilai-nilai Islam.
Program strategis lainnya adalah Masjid Center of Economic Empowerment berbasis ZISWAF Digital, yang ditargetkan diluncurkan pada tahun 2026. Program ini bertujuan menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi berbasis jamaah, dengan memaksimalkan potensi dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) secara bergulir.
"Melalui program ini, kita ingin menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi. Dana ZISWAF yang terhimpun bisa dikelola untuk membantu mustahik yang merupakan jamaah masjid itu sendiri dalam mengembangkan usaha produktif," tutur Ijeck.
Audiensi tersebut dihadiri pula oleh Sekretaris MES Sumut, Kaswinata; Bendahara Ichwan Nst; serta pengurus dan Dewan Pakar MES Sumut seperti Sugianto, Prof Saparuddin, dan Prof Andre.
Kepala Perwakilan BI Sumut, Rudy Brando Hutabarat, menyambut baik berbagai inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan BI untuk bersinergi dalam pengembangan ekonomi syariah di daerah. Rel
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sidang Perdana Kasus Satelit Kemhan, Tiga Terdakwa Didakwa Korupsi Proyek USD 29,9 Juta
kota
Petani Minta Polda Sumut Tangkap Mafia Bawang Ilegal
kota
Kabur Antar Provinsi, Pelaku Pembobolan Toko Akhirnya Ditangkap Polres Padang Lawas
kota
Polisi Turun Langsung ke Desa! Bhabinkamtibmas Polsek Barumun Tengah Ajak Warga Pasar Binanga Jaga Kamtibmas
kota
sumut24.co JakartaPT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatatkan pencapaian finansial tertinggi sejak era disrupsi teknologi pada tahun buku 2025. Pe
Ekbis
Perusakan Kantor PWI Babel Bukan Kriminal Biasa, Forum Pemred MSI Ada Indikasi Teror
kota
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menerima Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertambangan sebesar Rp 4,5
News
Dewan Pers Uji Publik Rancangan Dana Jurnalisme, Perkuat Ekosistem Media
kota
MedanPelaksanaan sidang vonis dugaan kasus korupsi dana desa untuk pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo , pada Rabu (1/4/2026) m
kota
Halal Bihalal JMSI Tabagsel Bersama Ketua Gerindra Padangsidimpuan,Rusydi Nasution Perkuat Wadah Media Lokal Yang Profesional
kota