Diduga Langgar Kode Etik, Oknum ASN Pemko Medan Diperiksa Inspektorat
sumut24.co MedanPemko Medan bergerak cepat merespons rumor yang beredar di media sosial terkait dugaan pelanggaran kode etik oleh salah sa
kota
Baca Juga:
- Sambut Silaturahmi Pengurus Pondok Pesantren Tuan Guru Syekh H. Mustafa B.S. Rokan, Ini Kata Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani
- Hadiri Penahbisan Pendeta HKBP Kisaran Kota, Bupati Taufik Tegaskan Kerukunan Umat Beragama Kunci Utama Pembangunan Asahan
- Pegadaian Salurkan 800 Paket Sembako, Warga Sidodadi Ramunia Kebagian 125 Paket, Ini Isi Bantuan yang Diterima
Medan – Tokoh masyarakat asal Mandailing Natal (Madina), H Syahrir Nasution, menyampaikan kritik tajam kepada Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, terkait pernyataannya yang dianggap merendahkan profesi guru.
Menurut Syahrir, pendidikan merupakan investasi besar bangsa. Ia menekankan, maju mundurnya dunia pendidikan adalah indikator kemajuan suatu bangsa. Karena itu, ia mendesak pemerintah daerah, khususnya Bupati Madina, agar lebih peka dan peduli terhadap masa depan anak-anak di daerahnya.
"Itu jelas merupakan amanat konstitusi, tertera dalam UUD 1945: mencerdaskan kehidupan bangsa," tegas Syahrir dalam keterangannya, Rabu (20/8/2025).
Syahrir juga mengingatkan sejarah pemikiran pendidikan yang telah dicetuskan tokoh Mandailing, Willem Iskander, melalui karyanya Si Bulus-bulus Si Rombuk-rombuk. "Jauh hari beliau sudah berpesan, jangan sampai anak bangsa ini menjadi jajahan asing, baik secara ekonomi maupun politik," ujarnya.
Lebih jauh, Syahrir meluapkan kekecewaannya terhadap Sri Mulyani. Ia menilai ucapan Menteri Keuangan tersebut melukai perasaan para pendidik di seluruh Indonesia.
"Tanpa guru kau tidak bisa jadi menteri. Sudah jadi menteri malah ngebancot saja mulutmu sekarang. Jangan sampai guru-guru di seluruh Indonesia diam, saya serukan mereka harus bergerak menarik ucapan itu," ucap Syahrir.
Ia menambahkan, kapasitasnya berbicara adalah sebagai seorang pendidik di perguruan tinggi. Menurutnya, profesi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa yang sudah diwarisi dari keluarganya.
"Saya tersinggung batin dan nurani saya dengan ucapan itu. Saya menjadi guru adalah panggilan jiwa dan genetika saya dari orang tua serta opung saya, Madong Lubis, yang lebih dikenal dengan sebutan Guru Madong di Tanah Deli," tegasnya.
Syahrir pun meminta Sri Mulyani untuk segera menarik kembali pernyataannya yang dianggap merendahkan martabat guru.red2
sumut24.co MedanPemko Medan bergerak cepat merespons rumor yang beredar di media sosial terkait dugaan pelanggaran kode etik oleh salah sa
kota
sumut24.co MedanKetua Kordinator Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) Muhammad Edison (ME) Ginting mendorong Pemerintah Kota Medan memper
kota
Asahan sumut24.co Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani, S.H., S.I.K., M.H. menerima Piagam Penghargaan dari Kepala Kepolisian Negara Republ
News
Perkuat SDM Industri Sawit, Direktur PalmCo Arya Sandhiyudha Daftar Kuliah Magister ITSI
kota
KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Dugaan Korupsi Kembali Seret Kepala Daerah
News
Pemkab Solok Perkuat Sinergi Pelayanan Publik, Teken MoU dengan Kemenag dan Pengadilan Agama
News
BLITAR, SUMUT24.CO Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Komunikasi dan Media, Ir. Abdullah Rasyid, M.E., melaksanakan zi
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pesta Oang Oang ( suka cita ) di peringati setiap tahunnya di kabupaten Pakpak Bharat, giat tersebut di gelar di
News
sumut24.co MEDAN, Polrestabes Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengungkap kas
kota
Dua tokoh Asia Dua dunia yang berbeda Satu visi tentang inklusivitas.
News