Minggu, 19 April 2026

Kasus Korupsi Jalan di Sumut, KPK Disebut Mulai Sentuh “Segitiga Kekuasaan”

Administrator - Sabtu, 16 Agustus 2025 22:42 WIB
Kasus Korupsi Jalan di Sumut, KPK Disebut Mulai Sentuh “Segitiga Kekuasaan”
Istimewa
Baca Juga:

Medan – Kasus dugaan korupsi proyek jalan nasional dan provinsi di Sumatera Utara (Sumut) mulai menyeret lingkaran elite politik dan akademik. Nama Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Muryanto Amin, serta tersangka KPK Topan Obaja Putra Ginting disebut-sebut berada dalam satu jejaring erat yang saling menopang.

Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas), Sutrisno Pangaribuan, menilai pemeriksaan Muryanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukan sekadar formalitas hukum, melainkan indikasi keterhubungan langsung antara aliran proyek triliunan rupiah dengan jaringan elite di Sumut.

"Bobby sebagai kepala daerah, Topan sebagai 'anak emas' pengatur proyek, dan Muryanto sebagai akademisi dengan akses institusional, ini bukan kebetulan. Pola ini adalah konstruksi kekuasaan yang saling melengkapi," kata Sutrisno kepada wartawan di Medan, Sabtu (16/8) malam.

Menurutnya, posisi Muryanto bukan hanya sebagai rektor USU, melainkan juga sahabat dan konsultan politik Bobby. Kolaborasi keduanya dalam proyek Pemko Medan saat Bobby masih menjabat wali kota, seperti pembangunan kolam retensi di depan biro rektor dan galeri UMKM, disebut sebagai bukti hubungan kerja yang lebih dari sekadar formal.

Sutrisno menegaskan, status Muryanto sebagai rektor USU yang dipanggil KPK adalah catatan kelam bagi dunia pendidikan tinggi di Sumut. Ia mendesak Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi segera menonaktifkan Muryanto untuk menjaga marwah akademik.

"Ini bukan vonis bersalah, tapi langkah penyelamatan institusi. Jangan sampai USU dijadikan benteng moral untuk melindungi seorang pejabat yang tengah diperiksa," ujarnya.

Selain Topan dan Muryanto, KPK juga telah memeriksa sejumlah sahabat dekat Bobby, antara lain mantan Bupati Mandailing Natal M. Jafar Sukhairi Nasution, mantan Sekda sekaligus Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe, serta mantan Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Yasir Ahmadi.

"Kalau KPK mau membongkar tuntas, ini saatnya. Relasi politik, proyek, dan persahabatan yang membentuk segitiga kekuasaan inilah yang harus diurai. Tanpa itu, kasus ini hanya akan berhenti di permukaan," pungkas Sutrisno.red2

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PLN UID Sumatera Utara Raih 3 Penghargaan di Nusantara CSR Awards 2026, Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Hijau
Anggaran Rp238,8 Miliar, Tiga Proyek Jalan Sipiongot Masuk Tahap Pelaksanaan
21 Paket Proyek Dinkes Asahan Tersandung TGR Miliaran Rupiah, Uang Negara Diduga Belum Kembali
Proyek Dek Bantaran Sungai Batang Ayumi Rp2,3 Miliar Ternyata “Settingan” Sejak Awal, Tersangka Baru Ditetapkan
Warga Dairi Keluhkan Jalan Nyaris Putus, Kajiman Sihotang Minta Perhatian Pemerintah.
Bupati Deli Serdang Tekankan Integritas dan Larang Keterlibatan ASN dalam Proyek Fisik
komentar
beritaTerbaru