SK Golkar Sumut Akhirnya Terbit, Andar Amin Resmi Pimpin Untuk Periode 2025–2030*
SK Golkar Sumut Akhirnya Terbit, Andar Amin Resmi Pimpin Untuk Periode 2025&ndash2030
News
Baca Juga:
- SELAMAT BERKARYA DAN SUKSES, SUAHASIL MENGEMBALIKAN KEKUATAN EKONOMI INDONESIA DI TENGAH TEKANAN RAKYT
- Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat, PLN UID Sumut Resmikan Program Budidaya Jamur Tiram Berbasis Listrik
- Dari Lapangan Kerja hingga Penguatan Usaha, Kebun Bah Jambi Perkuat Ekonomi Warga Simalungun
Oleh: H Syahrir Nasution SE MM
Sumatera Utara adalah provinsi yang kaya raya. Potensi sumber daya alamnya membentang dari pantai timur hingga pantai barat, ditambah sumber daya manusia yang melimpah dan letak geografis yang strategis. Semua ini semestinya menjadi modal besar bagi Sumut untuk berdiri tegak secara ekonomi. Namun, realitas yang dirasakan rakyat di lapisan akar rumput justru berbanding terbalik: kemiskinan masih nyata, pembangunan masih bergantung pada dana transfer dari pusat, dan Sumut seperti menjadi "pengemis" atas hasil bumi yang sejatinya berasal dari tanahnya sendiri.
Mengapa ini terjadi? Pertanyaan besar ini seharusnya menggugah kesadaran kolektif kita. Selama ini, hasil kekayaan Sumut—baik dari perkebunan, tambang, panas bumi, hingga sektor energi—lebih banyak dieksploitasi oleh perusahaan-perusahaan besar yang bermarkas di luar daerah. Ironisnya, mereka menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Jakarta atau daerah lain, sehingga pajak yang semestinya masuk ke kas Sumut malah mengalir ke pusat atau provinsi lain. Akibatnya, rakyat Sumut hanya mendapat sisa "jatah" berupa Dana Bagi Hasil (DBH), yang hakikatnya hanyalah uang rakyat Sumut yang diambil lebih dulu baru kemudian dibagikan kembali.
Kondisi ini bukan sekadar soal teknis anggaran. Ini sudah menyentuh hal yang lebih mendasar: kedaulatan fiskal daerah. Otonomi daerah seolah hanya berlaku untuk urusan kecil, sementara sektor-sektor strategis yang mendatangkan keuntungan besar tetap dikendalikan pusat. Bukankah ini sebuah kontradiksi? Jika demokrasi ekonomi benar-benar dijalankan, daerah penghasil seharusnya memiliki hak penuh untuk mengelola dan menikmati hasil kekayaannya.
Lebih parah lagi, data kemiskinan yang ditampilkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sering kali tidak sesuai dengan realitas. Secara statistik, kemiskinan disebut menurun, tetapi di lapangan daya beli rakyat justru rendah dan makin terpuruk. Ini hanyalah manipulasi angka demi menjaga citra pemerintah, sementara penderitaan rakyat tetap tak tersentuh.
Maka dari itu, salah satu langkah strategis dan berani yang harus segera diambil adalah: Mewajibkan setiap perusahaan yang beroperasi di Sumut memiliki NPWP lokal. Kebijakan ini tidak anti-investasi, justru sebaliknya: inilah bentuk keberanian menegakkan kedaulatan fiskal dan menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dan bermartabat.
Pemerintah Provinsi Sumut bersama DPRD memiliki kewenangan untuk mewujudkan ini, misalnya melalui Peraturan Gubernur (Pergub) yang mensyaratkan NPWP lokal dalam setiap izin usaha dan proses lelang proyek daerah. Dengan begitu, pendapatan pajak akan masuk langsung ke kas Sumut dan digunakan untuk pembangunan yang lebih nyata bagi kesejahteraan rakyat.
Momen peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia semestinya menjadi refleksi. Apa arti "Indonesia Maju" jika daerah-daerah penghasil seperti Sumut tetap tidak berdaulat secara fiskal? Apa arti kemerdekaan jika rakyat masih miskin di tengah limpahan kekayaan alam?
Kedaulatan fiskal adalah bagian dari kedaulatan bangsa. Jika Sumut ingin rakyatnya sejahtera, maka mengembalikan hak fiskal ke daerah adalah jalan yang tidak bisa ditawar lagi. Saatnya pemerintah dan wakil rakyat Sumut mengambil sikap berani—bukan demi kepentingan kelompok, tetapi demi martabat dan masa depan anak negeri.
Managing Director : POLITICAL & ECONOMIC CONSULTING INSTITUTE - Indonesia (PECI - INDONESIA)
SK Golkar Sumut Akhirnya Terbit, Andar Amin Resmi Pimpin Untuk Periode 2025&ndash2030
News
Tak Mau Ada Kendala Saat Bertugas, Kapolres Tapsel Pastikan Armada Polisi Siap Operasional
News
Kapolres Tapsel Hadiri Maulid Nabi 1448 H, Tekankan Pentingnya Kebersamaan Jaga Kamtibmas Persaudaraan Jadi Kekuatan Daerah
News
Prabowo Copot Purbaya dari Menkeu
News
BELAWAN I SUMUT24.COTim Macan Polres Pelabuhan Belawan mengamankan satu orang pemuda yang diduga terlibat aktivitas tawuran serta menyita e
News
sumut24.co MedanAnggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan 2027 Rp6,98 triliun lebih. Hal itu berdasarkan Kebijakan Umum Ang
kota
SELAMAT BERKARYA DAN SUKSES, SUAHASIL NAZARAMENGEMBALIKAN KEKUATAN EKONOMI INDONESIA DI TENGAH TEKANAN RAKYA
News
sumut24.co MedanWakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menyaksikan penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Ruang Bersam
Umum
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Muti menin
kota
sumut24.co MedanGubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memberikan tali asih kepada 13 purna olahragawan berprestasi
Umum