HDCI Medan–Sumut Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Panti Asuhan di Bulan Ramadhan 1447 H
HDCI Medan&ndashSumut Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Panti Asuhan di Bulan Ramadhan 1447 H
kota
Baca Juga:
Bayangkan, kini warga negara Indonesia bisa lebih mudah bolak-balik Eropa tanpa perlu repot mengurus visa berulang kali. Setelah kunjungan kedua ke negara-negara Uni Eropa, kita sudah bisa mengajukan Visa Schengen Multi-Entry. Visa ini ibarat kunci emas yang membuka akses bebas keluar-masuk ke 26 negara Schengen, mulai dari Prancis, Jerman, Italia, hingga Belanda, tanpa harus mengurus visa baru setiap kali bepergian. Masa berlaku visa ini pun cukup panjang, antara 1 hingga 5 tahun, tergantung kebijakan masing-masing konsulat.
Tentu saja, visa ini tidak berlaku untuk pelajar atau pekerja. Tapi bagi para pengusaha dan profesional, ini adalah peluang emas. Bayangkan saja, melakukan perjalanan bisnis sambil wisata, berpindah dari satu negara ke negara lain tanpa khawatir pemeriksaan perbatasan yang merepotkan. Batas internal antar negara Schengen memang telah dihapus, dan kita bisa tinggal hingga 90 hari dalam periode 180 hari.
Ambil contoh Jerman. Negeri ini adalah salah satu tujuan favorit para pengusaha Indonesia. Produk ekspor kita yang sering mendarat di sana antara lain tekstil, hasil pertanian, minyak nabati, alas kaki, hingga bijih mineral. Kini, dengan visa multi-entry, pengusaha kita bisa memperluas langkah, tak hanya berhenti di Jerman, tapi juga merambah 26 negara Schengen lainnya.
Mari kita bayangkan skenarionya: selama ini, perusahaan kita mungkin hanya mengekspor tekstil dan hasil pertanian langsung ke Jerman. Tapi dengan kemudahan multi-entry, divisi penjualan bisa mulai merancang ekspansi ke pasar lain di Eropa. Ini sejalan dengan strategi pemerintah Indonesia yang ingin mendiversifikasi pasar ekspor kita, apalagi di tengah tekanan tarif impor dari AS yang kabarnya bisa mencapai 32%.
Produk unggulan seperti kopi, kakao, tekstil, bahkan kerajinan tangan, kini bisa langsung dipromosikan ke berbagai pasar Eropa. Kunjungan berulang menjadi lebih mudah, memperkuat daya saing kita dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam atau Malaysia.
Kabar baik ini diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat kunjungannya ke Brussels, Belgia, pada 13 Juli 2025. Dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Indonesia merampungkan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Salah satu poin pentingnya adalah pembebasan tarif untuk sekitar 80% produk ekspor Indonesia ke Uni Eropa dalam 1-2 tahun setelah implementasi.
Ini tentu kabar baik bagi produk-produk kita seperti minyak kelapa sawit, tembaga, asam lemak industri, hingga alas kaki, yang kini bisa lebih kompetitif dibanding produk dari Vietnam atau Malaysia.
Dengan akses perjalanan yang lebih leluasa ini, tim penjualan dari perusahaan ekspor Indonesia punya keleluasaan lebih untuk melakukan riset pasar langsung di berbagai negara Eropa. Mereka bisa mengamati kebutuhan tiap pasar, memastikan logistik berjalan lancar, dan membangun rantai pasok yang kokoh untuk memperluas distribusi produk kita di sana.
Singkat kata, dengan kebijakan visa baru ini, saatnya kopi, kakao, tekstil, dan alas kaki kita melangkah lebih jauh — menembus jantung Eropa.
Penulis adalah Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia
HDCI Medan&ndashSumut Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Panti Asuhan di Bulan Ramadhan 1447 H
kota
Tegap Langkah di Simataniari, Kala Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel Menabur Disiplin dan CitaCita
kota
Tumbuhkan Cinta Tanah Air Sejak Dini, Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel Latih Baris Berbaris Murid SD di Tapsel
kota
Tak Sekadar Membangun, Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel dan Warga Hidupkan Semangat Gotong Royong di Masjid Nurul Iman
kota
Tetes Keringat untuk Senyum Ibu Supatmi, Satgas TMMD 127 Kodim 0212/TS Kebut Bedah Rumah di Sangkunur
kota
Gema Pengabdian di Tanah Sangkunur Saat Tangan Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel dan Hati Rakyat Bersatu Memperelok Rumah Sang Pencipta
kota
Dari Rumah Rapuh Menuju Harapan Baru, Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/TS Kebut Rehab Rumah Ibu Supatmi di Tapsel
kota
sumut24.co MEDAN, Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menghadirkan progr
kota
Kasus Smart Village Dana Desa Terkuak, Dirut PT ISN Resmi Jadi Tersangka oleh Kejari Madina
kota
Mandi di Kolam Berujung Petaka, Empat Anak di Paluta Ditemukan Meninggal Dunia
kota