5 Kali Beraksi, Polsek Medan Labuhan Tangkap 2 Komplotan Curanmor
5 Kali Beraksi, Polsek Medan Labuhan Tangkap 2 Komplotan Curanmor
News
Baca Juga:
- Seni Anyaman Rotan dalam Perhiasan Mewah: Adelle Jewellery Luncurkan The Woven Collection di Ulang Tahun ke-13
- Percepat Pembangunan dan Kesejahteraan Warga, Pemko Medan Dapat Dukungan Penuh PBB
- Safari Jumat di Masjid Al Mukhlisin Medan Amplas, Rico Waas Buka Dialog dan Respons Langsung Keluhan Warga
Medan- Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) melontarkan kritik pedas terhadap Alexander Sinulingga, salah satu pejabat strategis di Pemko Medan yang kini menjadi Kadisdik Sumut yang dinilai telah gagal total menjalankan tanggung jawabnya. Tak main-main, menurut LIPPSU, proyek-proyek yang ditangani Alexander nilainya mencapai hampir Rp 1 triliun, namun hingga kini belum satu pun yang difungsikan alias mangkrak.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik, yang akrab disapa Ari Sinik, dalam pernyataan resminya, Senin (14/7).
> "Rakyat tidak butuh pencitraan. Faktanya, proyek-proyek besar di bawah kendali Alexander mangkrak semua. Total anggaran hampir Rp 1 triliun, tapi hasilnya nihil. Ini bukan kelalaian biasa—ini pengkhianatan terhadap kepercayaan publik," tegas Ari.
LIPPSU membeberkan tiga proyek prioritas Kota Medan yang sampai hari ini tak kunjung rampung:
Revitalisasi Lapangan Merdeka – Proyek ruang terbuka hijau dan heritage kota ini ditargetkan menjadi ikon baru Kota Medan. Sayangnya, meski dana besar sudah digelontorkan, kondisinya masih seperti zona proyek terbengkalai, Peremajaan Stadion Teladan – Salah satu stadion legendaris di Sumut ini hanya berubah di atas kertas. Fisiknya tak tersentuh, rumput mati, tribun rusak, bahkan warga tak tahu arah kejelasan proyeknya, Kebun Bunga menjadi temuan BPK RI dan Islamic Center juga tak kunjung selesai.
> "Tiga proyek besar, tiga-tiganya mandek. Ratusan miliar rupiah dipakai tapi rakyat tidak dapat apa-apa. Ini bukan kinerja, ini kegagalan!" tambah Ari.
Tak hanya infrastruktur, LIPPSU juga menyoroti rusaknya tata kelola sektor pendidikan di Sumut. Kualitas pendidikan menurun, guru tidak sejahtera, dan anak didik tak mendapatkan fasilitas layak. Ari menyebut, birokrasi yang hanya pandai "mengatur proyek", tapi tak peduli pembangunan manusia, adalah penyakit utama.
LIPPSU mendesak Gubsu, Bobby Nasution, agar tidak tinggal diam. Menurut Ari, mempertahankan Alexander hanya akan memperburuk citra kepemimpinan Bobby di mata masyarakat Sumut.
> "Kalau Bobby serius ingin mewariskan nama baik, maka dia harus berani mencopot pejabat gagal. Alexander harus out! Ini soal keberanian dan komitmen," tegas Ari dengan nada tinggi.
LIPPSU juga mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap pemerintah dibangun dari hasil nyata, bukan janji dan rencana yang terus tertunda. Mereka bahkan berencana melayangkan laporan resmi ke lembaga pengawas dan antikorupsi agar dana publik yang nyaris Rp 1 triliun itu diaudit total.
Sementara itu Alezander Sinulingga yang dikonfirmasi belum menjawab seputar berbagai proyek yang mangkrak itu.red2
5 Kali Beraksi, Polsek Medan Labuhan Tangkap 2 Komplotan Curanmor
News
Minggu Kasih Kapolda Sumut Merawat Kebhinekaan, Menjaga Generasi, dan Mewujudkan Sumut Aman
News
Mubes XVI PPTSB Tetapkan Sairon Sinaga, Mangihut Sinaga Tegaskan Jangan Ada Lagi Perpecahan!
News
BAKOPAM Sumut Tegas! Ibnu Hajar Minta Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggerebekan Pesantren
News
Sentuh Hati Lansia di Sibuhuan, Kasat Reskrim Polres Palas AKP Irwansah Sitorus Bagikan Sembako
News
Jaga SPBU Tetap Kondusif, Kasat Reskrim Polres Palas Pimpin Patroli Keamanan
News
Warga Resah, Timsus Serigala Sakti Gerebek Kafe RemangRemang di Palas, Puluhan Botol Minuman Beralkohol Diamankan
News
Gubuk Kumpul Warga di Selambo Diubah Jadi Sarang Narkoba2 Pengedar Digerebek, Sabu Digantung di Pohon
News
Fahdi Saidi Lubis, Akademisi dan Peneliti Ilmu Komputer yang Resmi Menjadi Menantu Anto Genk
Profil
sumut24.co JakartaKonten video yang ditampilkan tim Sekretaris Perusahaan Perumda Tirtanadi berhasil memukau dewan juri sehingga sepakat d
Umum