Sambut Ramadan 1447 H, PT SJA Salurkan 200 Kotak Air Mineral untuk 13 Masjid di Perbaungan
Sergai sumut24.co Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijiriyah, suasana penuh harap dan kebersamaan mulai terasa di tengah masyar
News
Baca Juga:
- Intip Jejak Karir dan LHKPN Imbalo Siregar, Di Duga Tersangka Kasus Korupsi Proyek Dek Siborang Rp2,3 Miliar di Padangsidimpuan
- Ini Daftar Pengurus Golkar Sumut, Yasyir Ridho Jadi Ketua Harian
- Ibnu Hajar Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Hasyim SE sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan untuk Ketiga Kalinya
Medan — Politik kepartaian menjadi sorotan utama dalam Diskusi Politik Bulanan yang digelar oleh Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara (LHKP-PWMSU), Sabtu (12/7), di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Sisingamangaraja, Medan. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi ternama sebagai pembicara, yakni Dr Warjio, Dr Faisal Riza, Dr Mujahiddin, dan Dr Amsal Nasution, dengan moderator Dr Sahran Saputra.
Diskusi yang berlangsung dinamis ini bukan sekadar rutinitas bulanan. Ketua Panitia, Abdul Rahim Siregar, menegaskan bahwa forum ini memiliki makna strategis dalam membangun dialektika pemikiran yang jernih di kalangan intelektual dan kader Muhammadiyah, khususnya terkait dinamika politik nasional.
"Diskusi ini bukan sekadar kegiatan rutin. Dalam momentum yang tepat seperti saat ini, kami juga bermaksud menghimpun pemikiran-pemikiran bening dari para akademisi dan peneliti independen untuk dijadikan masukan penting dalam Muktamar Muhammadiyah tahun 2027 mendatang yang insyaallah akan diselenggarakan di Medan," ujar Abdul Rahim.
Politik Kepartaian: Antara Relevansi dan Krisis Representasi
Salah satu isu utama yang mencuat dalam diskusi ini adalah krisis representasi dalam sistem politik kepartaian di Indonesia. Dr Warjio menyoroti bagaimana partai politik mengalami erosi kepercayaan publik akibat pragmatisme elektoral dan lemahnya konsistensi ideologis.
"Kita menyaksikan bagaimana partai politik tak lagi menjadi institusi pendidikan politik rakyat. Mereka lebih sibuk mempertahankan kekuasaan ketimbang memperjuangkan agenda kerakyatan," papar Warjio, dosen ilmu politik FISIP Universitas Sumatera Utara.
Dr Faisal Riza menambahkan bahwa transformasi partai politik Indonesia masih tersandera oleh pola patronase dan oligarki, sehingga membatasi partisipasi masyarakat luas, terutama generasi muda dan kelompok-kelompok alternatif.
"Ketika politik dimonopoli elite, maka suara-suara moral, seperti yang sering disuarakan Muhammadiyah, harus lebih nyaring disampaikan ke ruang publik," ujarnya.
Muhammadiyah dan Politik Etis
Diskusi ini juga menjadi ajang refleksi posisi Muhammadiyah dalam politik praktis dan etis. Dr Mujahiddin mengingatkan bahwa Muhammadiyah memiliki tanggung jawab historis untuk menjadi kekuatan moral yang menuntun arah perubahan bangsa.
"Muhammadiyah tidak harus menjadi partai politik, tetapi ia harus menjadi penentu arah
moral politik bangsa," kata Mujahiddin.
Senada dengan itu, Dr Amsal Nasution menekankan pentingnya peran LHKP sebagai penghubung antara wacana akademik dan pengambilan keputusan strategis dalam organisasi. Menurutnya, menjelang Muktamar 2027, Muhammadiyah harus menyiapkan peta jalan pemikiran politik yang lebih tajam dan terukur.
Menuju Muktamar 2027: Menghimpun Gagasan Kritis
Diskusi ini menandai langkah awal LHKP-PWMSU untuk merumuskan agenda-agenda strategis yang akan dibawa ke forum nasional. Abdul Rahim menyebut bahwa seluruh hasil diskusi akan dikompilasi dalam bentuk dokumen kebijakan dan pemikiran yang siap didiskusikan lebih lanjut pada forum-forum resmi Muhammadiyah, termasuk Tanwir dan Muktamar.
"Kami ingin memastikan bahwa suara Muhammadiyah Sumatera Utara didengar di level nasional, dengan tetap menjaga objektivitas ilmiah dan integritas moral," tutupnya.
Dinamika Intelektual yang Terbuka
Dengan antusiasme peserta dan kualitas narasumber yang tinggi, diskusi ini menunjukkan bahwa ruang intelektual di tubuh Muhammadiyah tetap hidup dan produktif. Moderator Dr Sahran Saputra menutup sesi dengan harapan agar diskusi-diskusi mendatang terus memperkuat semangat ijtihad kolektif dalam merespons tantangan kebangsaan dan keumatan.red2
Sergai sumut24.co Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijiriyah, suasana penuh harap dan kebersamaan mulai terasa di tengah masyar
News
Medan sumut24.co Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan mengungkap 33 kasus perjudian dengan total 62 tersangka dalam periode 9 Oktober
Hukum
Medan sumut24.co Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan mengungkap 33 kasus perjudian dengan total 62 tersangka dalam periode 9 Oktober
Hukum
Waketum PKB Ida Fauziyah Kukuhkan Kepengurusan DPW PKB Sumut, PKB Kawal Demokrasi dan Pembangunan SDM
kota
Digerebek di Jalan Sisingamangaraja, Pria 51 Tahun Ditangkap dengan 54 Gram Ganja oleh Polres Padangsidimpuan
kota
RKPD 2027 Paluta Digeber! Bupati Reski Basyah Gaspol Bangun SDM Unggul dan Ekonomi Inklusif
kota
Arus Kembali Normal! Sat Lantas Polres Padangsidimpuan Kawal Pembukaan Jembatan Batang Angkola
kota
Generasi Emas Harus Bersih! Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Suntikkan Kesadaran Anti Narkoba di Sangkunur
kota
Perang Total Lawan Narkoba!&rdquo Dansatgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Tegaskan Generasi Muda Harus Diselamatkan
kota
Lanjutkan Misi Kemanusiaan, Tohong Pangondian Harahap Resmi Pimpin PMI Paluta 2026&ndash2031
kota