Padang
Lawas — Yayasan Sumber Inovasi Pendidikan Nusantara (YSIPN) mengundang aparatur pemerintahan desa dari Kabupaten Padang
Lawas dan Padang
Lawas Utara untuk mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas yang dijadwalkan berlangsung pada 9–13 Juni 2025 di Hotel Danau Toba, Medan.
Baca Juga:
Undangan pelatihan ini ditandatangani oleh Ketua YSIPN, Suwandi, SH. Namun, biaya kontribusi yang dipatok sebesar Rp10 juta per peserta menuai sorotan publik karena dinilai tidak transparan dan terkesan membebani anggaran desa.
Dalam surat resmi yang juga ditembuskan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta para camat, YSIPN menyebutkan bahwa biaya tersebut mencakup:
Akomodasi hotel selama lima hari empat malam
Konsumsi harian
Paket ruang rapat
Seminar kit
Honorarium narasumber dan tim ahli
Sertifikat
Souvenir berupa baju dan tas
Name tag dan perlengkapan lainnya
Peserta diminta melakukan konfirmasi kepada Suwandi melalui nomor kontak 0853-6012-6531.
Meski demikian, pelatihan ini memicu pertanyaan sejumlah kalangan, terutama terkait urgensi kegiatan tersebut dan pemilihan lokasi mewah di tengah seruan efisiensi belanja aparatur.
"Pelatihan seperti ini rentan menjadi ajang pemborosan. Presiden Prabowo sudah menekankan agar aparatur pemerintah fokus pada efisiensi dan penggunaan anggaran untuk program prioritas rakyat," ujar Altudes, pemerhati politik dan pemerintahan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PMD Padang Lawas maupun para camat terkait apakah desa-desa akan mengikuti kegiatan ini dan menggunakan dana desa atau sumber anggaran lainnya.ed2
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News