EPG Resmi Jadi Wali Nagari, Syafni Nola Putri Titip Pesan Penting: Banyak PR Menanti Aie Dingin!
EPG Resmi Jadi Wali Nagari, Syafni Nola Putri Titip Pesan Penting Banyak PR Menanti Aie Dingin!
News
Baca Juga:
- Sidak Disdukcapil Tanjungbalai, Mahyaruddin Minta Warga Tak Dipersulit Urus Dokumen
- Bekali Warga Pelatihan Tanggap Darurat dan Evakuasi Diri saat Bencana, PLN UIP SBU Gelar Pelatihan Desa Siaga Bencana
- Bawa Sabu Seberat 240 Gram ke Medan, Polisi Sergap Seorang Penumpang Travel Medan - Aceh di Jalan Williem Iskandar
Peristiwa ini terjadi pada Jumat siang, tepat setelah waktu salat Jumat, dan dialami langsung oleh seorang petani bernama Holid Hasibuan (38) bersama putranya, Hamka, yang masih duduk di bangku kelas 4 SD.
Insiden ini bermula ketika Holid dan anaknya berjalan kaki menuju ladang mereka yang berjarak sekitar tiga kilometer dari permukiman.
Saat itu, Holid sedang bersiap untuk menyadap karet ketika tiba-tiba seekor anjing yang sebelumnya mengikutinya berperilaku aneh, menumpahkan air minum Holid, dan berlari ke semak-semak.
"Saya baru saja mulai mengarit, sementara anak saya saya suruh menunggu di tempat istirahat. Tiba-tiba seekor anjing yang sebelumnya terus mengikuti saya, bertingkah tidak biasa dan menumpahkan air minum saya. Lalu ia berlari ke semak-semak," ungkap Holid, mengenang momen sebelum kejadian mencekam itu.
Ketika Holid sedang menyadap pohon karet yang ke-10, ia dikejutkan oleh sosok besar berbelang kuning yang duduk di balik pohon, hanya berjarak sekitar lima meter darinya. "Ketika saya menoleh, saya melihat seekor harimau besar, seukuran sapi, sedang duduk. Tubuh saya langsung lemas, dan jantung saya berdegup kencang," ceritanya dengan nada masih trauma.
Holid segera berteriak memanggil anaknya dan berlari menerobos semak-semak tanpa sempat membawa sandal maupun tas miliknya. "Itu pertama kalinya saya melihat harimau secara langsung, dan saya benar-benar ketakutan. Rasanya sulit untuk menggambarkan kejadian itu dengan kata-kata," tambahnya.
Beberapa warga lainnya juga melaporkan mendengar suara auman harimau dari arah yang sama pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Suara auman tersebut menambah ketegangan di kalangan warga yang khawatir akan keselamatan mereka.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dusun Pudun Jae membenarkan adanya laporan suara auman dari warga. Kepala Desa Pudun Jae, Rizki Ibrahim Siregar, segera mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaan dan untuk sementara waktu tidak beraktivitas di kebun.
"Kami telah memberikan peringatan dini agar masyarakat tidak ke ladang sampai situasi aman. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Babinsa untuk penanganan lebih lanjut," tegas Rizki.
Warga berharap pihak terkait segera mengevakuasi satwa liar tersebut dari area pertanian guna menghindari potensi konflik antara manusia dan harimau, serta kemungkinan jebakan babi yang bisa melukai hewan dilindungi tersebut.
Kehadiran harimau sumatera liar di Desa Pudun Jae menjadi pengingat akan pentingnya menjaga jarak dengan satwa liar dan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitar.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah desa dan pihak berwenang, diharapkan situasi ini dapat ditangani dengan baik, sehingga keselamatan warga dan satwa liar dapat terjaga. Mari kita semua berperan aktif dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.zal
EPG Resmi Jadi Wali Nagari, Syafni Nola Putri Titip Pesan Penting Banyak PR Menanti Aie Dingin!
News
Momen Peringatan Hari Sumpah Pemuda,BRI BO Sibuhuan Perkuat Pengabdian Layanan
News
Sumut Jadi Titik Awal Gerakan Nasional Pesantren Bebas TBC, Tiga Wakil Menteri Pukul Beduk di Deli Serdang
News
Suksesi Kepemimpinan Organisasi Pendiri Golkar SOKSI Sumut Resmi Buka Pendaftaran Calon Ketua Jelang Musda XII
News
Insiden Penurunan Bendera Bintang Bulan di Pulo Kenari Berujung Rusuh, Satu Orang Dilaporkan Meninggal Dunia dan Puluhan Lukaluka
News
PACITAN MARSUDI BUDAYA 1.Dhandhanggula PAKASA Pang Pacitan Paguyuban Kawula winarni, Kraton Surakarta Hadiningrat, Pang Pacitan sinebute,Wus
Umum
NGANJUK KAWENTAR BUDAYA KABABAR Ja lali ja keri kutha Nganjuk mranani. Pendopo Kabupaten Nganjuk begitu merbawani. Megah mewah gagah indah.
Info
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wah
kota
Kapolda Sumut Tekankan Pemberantasan Narkoba dan Kejahatan Jalanan Saat Kunjungi Polres Binjai
News
Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
News