Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Jadi Alarm, Masyarakat Desak Evaluasi Total
SUMUT24.CO Kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur barubaru ini menjadi alarm keras bagi sistem transportasi perkeretaapian
Profil
Baca Juga:
Dalam pertemuan yang dihadiri Sekda Wiriya Alrahman, Asisten Ekbang Agus Suriyono, Asisten Umum Ferry Ichsan dan Kepala Bappeda Benny Iskandar, Rico Waas meminta kepada Dinas SDABMBK untuk menjabarkan pekerjaan yang direncanakan baik yang belum dikerjakan maupun telah dikerjakan.
"Ada beberapa permasalahan di kota ini yang selalu menjadi kendala, yakni titik-titik banjir baik itu diperkotaan maupun pinggiran. Permasalahan tersebut dapat kita lihat apakah karena drainase atau karena hal lainnya. Selain itu dari pekerjaan yang telah dilakukan nantinya kita juga akan mengetahui di bagian mana yang masih perlu dilakukan peremajaan", kata Rico Waas.
Selain itu lanjut, Rico Waas dirinya juga membutuhkan data berapa jumlah total ruas jalan di kota Medan. Dari data tersebut berapa jumlah jalan yang layak, jalan rusak dan jalan yang harus segera diperbaiki. "Jika kita mengetahui berapa jumlah total jalan yang rusak, ini sebenarnya dapat mempermudah kita memetakan satu atau dua tahun kedepan untuk menganggarkan agar jalan rusak tersebut diperbaiki", jelas Rico Waas.
Menurut Rico Waas, perbaikan yang kita lakukan beberapa waktu lalu yakni jalan di daerah Marelan, berdampak positif bagi masyarakat dan berefek kepada masyarakat lainnya yang menginformasikan jalan didaerah mereka juga rusak.
"Saya menginginkan jika ada temuan jalan rusak, maka kita dapat mengambil langkah untuk segera memperbaikinya. Artinya kita harus melakukan strategi secara masif, sehingga rencana untuk memperbaiki titik jalan yang rusak lebih jelas", ujar Rico Waas sembari meminta Dinas SDABMBK untuk memberikan laporan pekerjaan secara mingguan.
Terkait drainase, Rico Waas meminta grand plan atau perencanaan besar di bidang drainase, agar dapat mengetahui secara detail permasalahan yang terjadi. Seperti berkoodinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumut untuk perbaikan drainase di daerah Marelan yang berada di sisi jalan milik Pemprov Sumut.
"Untuk penanganan banjir, selain perbaikan drainase saya minta untuk meriset kembali apakah setelah dibangun kolam retensi untuk titik lainnya diperlukan alternatif lainnya seperti membuat sumur resapan", ucap Rico Waas.
Ditambahkan Rico Waas, dalam pendataan permasalahan jalan rusak dan drainase yang perlu diremajakan, Dinas SDABMBK dapat memanfaatkan teknologi. Artinya dari data tersebut dapat terlihat mana titik yang on progress diperbaiki dan mana yang belum diperbaiki.
"Saya berharap dengan memanfaatkan teknologi ada wadah yang dapat melihat data-data jumlah jalan rusak dan drainase yang perlu diremajakan. Hal ini akan lebih mempermudah kita untuk memperbaiki masalah tersebut.", pungkas Rico Waas. (Rel)
SUMUT24.CO Kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur barubaru ini menjadi alarm keras bagi sistem transportasi perkeretaapian
Profil
Rakernas II Paboras Indonesia Hasilkan 14 Kesepahaman, Perkuat Soliditas Marga Siburian
kota
JAKARTA Muzakir Manaf melakukan pertemuan dengan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Obaid Salem Al Dhaheri,
News
sumut24.co ASAHAN, Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai acara pelantikan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Darul
News
Patroli Gabungan 3 Pilar Polsek Medan Area Tekan Gangguan Kamtibmas
kota
Investor Tiongkok dan Koperasi Jasa Keluarga Pers Bahas Pengadaan Mesin Pengering Gabah
kota
Bos Ponsel Pancur Batu pelaku penganiaya Temui Babak Baru, Leo Sembiring Masih DPO, Putra Persadaan Sudah P21 di Kajari
kota
dr H Asri Ludin Tambunan Sampaikan Persoalan Tanah Hingga Infrastruktur ke Pusat
kota
Keren Abis! SMPN 1 Panyabungan Sapu Bersih 4 Trofi di FLS2N 2026 Madina
kota
AKBP Yon Edi Winara Tegas Soal Sengketa Lahan di Paluta, Minta Penyelesaian Terukur dan Sesuai Hukum
kota