Pdt Mangara Sinamo,M.Th Resmi Dilantik Jadi Bishop GKPPD Masa Bakti Tahun 2026-2031
Pdt Mangara Sinamo,M.Th Resmi Dilantik Jadi Bishop GKPPD Masa Bakti Tahun 20262031
kota
Baca Juga:
Sumbar - Ini ialah rumah gadang Suku Nasution yang terletak di Nagari Simpang Tonang, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatra Barat.
Nagari Simpang Tonang merupakan daerah teritorial etnis Minangkabau sebagai wilayah rantau. Migrasi etnis Mandailing dilakukan secara bergelombang. Tak ada yang mengetahui pasti kapan pertama kali etnis Mandailing bermigrasi membuka nagari ini. Terdapat perbedaan pendapat dalam penentuan sejarah terbentuknya daerah tersebut. Pendapat pertama menyatakan bahwa Nagari Simpang Tonang ialah tanah ulayat di bawah pimpinan pucuk adat Rajo Sontang, sedangkan pendapat kedua menyatakan bahwa Nagari Simpang Tonang di bawah kekuasaan Rajo Dubalang (Raja Gumanti Porang).
Berdasarkan catatan tarombo yang dimiliki oleh beberapa orang natoras/natobang di bagasan ampung Tarombo yang berjudul "Sejarah Asal Usul Nagari Simpang Tonang" yang dibuat dalam campuran Bahasa Mandailing, Minangkabau, dan Bahasa Indonesia dengan gaya bahasa serta ejaan lama dapat dijelaskan bahwa pada zaman dahulu kala tersebutlah sejarah mengenai Raja Pidoli Mandailing Godang yang bergelar Rajo Gumanti Porang. Dari hasil perkawinannya dengan istrinya yang bernama Mancuom Godang, beliau mempunyai tiga orang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Pada masa itu kerajaan Pidoli diserang oleh orang dari Padang Gelugur. Kemudian Rajo Gumanti Porang dan perangkat kerajaan meninggalkan daerah tersebut menuju tempat yang aman. Maka sampailah mereka ke Lubuk Aro Tarok (di daerah Rao sekarang). Mereka pun berkembang di sana. Di masa kepemimpinan Sutan Bandaharo dilakukankanlah suatu perundingan dengan segenap perangkat desa, anak, cucu beserta kemenakan. Mereka merasa
tidak enak terlalu lama menumpang di daerah
orang. Atas dasar kesepakatan yang telah diperoleh, akhirnya Sutan Bandaharo memerintahkan seorang yang gagah berani bernama Dubalang Sirah Dado untuk untuk mencari tanah yang luas dan belum dihuni orang lain.
Dubalang Sirah Dado memulai perjalanannya ke arah barat dari Sontang Panjang. Dari perjalanan naik bukit turun bukit tersebut, ia mendapatkan suatu daerah yang berada di antara dua buah sungai. Di sana ia mendirikan rumah tempat beristirahat. Kemudian melanjutkan kembali
perjalanannya tersebut. Perjalanan dimulainya dari Guo Balang Karau Pisang Hulu Air Papahan Tonang, terus ke Bahudo Kariong, lanjut ke Tinjawan Agam, lalu ke Puncak Gunung Kulabu, dan dari Bukit Tinjowan Koto Rajo hulu Air Tangharang, lalu ke Bukit Ulai dan terus kembali ke rumahnya.
Setelah menemukan wilayah tersebut, maka ia kembali ke Sontang Panjang untuk memberitahukan hal tersebut kepada Sutan Bandaharo. Sutan Bandaharo kemudian membawa perangkat kerajaan beserta anak cucu
kemenakannya untuk melihat daerah tersebut.
Mereka tinggal di rumah Dubalang Sirah Dado
yang dibangunnya saat itu. Setelah dinilainya
bahwa daerah tersebut layak dijadikan suatu
hunian, maka Dubalang Sirah Dado membawa
mereka dan menunjukkan bukit-bukit yang dilaluinya lebih dulu untuk dijadikan batas wilayah.
Kemudian di saat mereka menjelajah daerah
tersebut, mereka menemukan sebuah sungai yang airnya tenang, dari situlah asal kata "Simpang
Tonang" diambil.
Pada awal kedatangannya hanya ada dua marga saja yang terdapat di daerah tersebut. Marga Nasution dari pihak Sutan Bandaharo (sekarang dikenal dengan nama Raja Dubalang) dan marga Mais dari pihak Tompu Sereng (sekarang bergelar Saheto Gading). Tidak beberapa lama kemudian datang pula satu rombongan dari daerah Mandahiling bergelar sako Ajaran Tolang (sekarang bergelar Panghulu Mudo) bermarga
Lubis. Mereka mendiami Kampung Tolang Dolok.
Kemudian datang lagi rombongan lainnya dari
daerah Mandahiling juga bernama Raja Mondang
Tahi (marga Lubis) dengan temannya bernama
Malin Mancayo (marga Batubara).
Adapun orang-orang tersebut di atas
disebut "Induak nan Barampek", turun temurun
sampai sekarang adalah:
1) Tompu Sereng gelar Saheto Gading sebagai manti; ujung lidah kapalo sambah, anak kunci bilik dalam.
2) Hajaran Tolang gelar Panghulu Mudo; nan akan mengambangkan Payung Rajo.
3) Rajo Mondang Tahi bergelar Sutan Parang; diakui sanak oleh Rajo.
4) Malin Mancayo gelar Gading Raja, nan mahatak manghidang nan kamangagiohkan.
Dengan demikian cukuplah syarat untuk mendirikan Nagari, yaitu: didiami oleh empat suku.
1) Raja Dubalang dengan suku Nasution.
2) Tompu Sereng dengan suku Mais dan Ajaran Tolang.
3) Raja Mondang Tahi dengan suku Lubis
4) Malin Mancayo dengan suku Batubara
Ada tanah ulayat, ada pandam pakuburan, dan ada sebuah pasar tempat berlangsungnya aktivitas perekonomian nagari. Selanjutnya datang pulalah kaum-kaum lain yang kemudian diberikan suatu kampung dan diangkat pulalah penghulunya. Adat yang dipakai di Nagari Simpang Tonang sesuai dengan adat Minangkabau, yakni "adat salingka nagari".
Berdasarkan uraian tarombo asal-usul terbentuknya Nagari Simpang Tonang tersebut,
maka dapat dipahami bahwasanya nenek moyang
Alak Pangtonang ialah para imigran yang berasal
dari Mandailing. Imigran tersebut datang secara
mengelompok dalam beberapa tahap. Para
pendatang tersebut berusaha untuk menjadi "Minang" dengan mengganti adat-istiadat yang
mereka bawa. Meskipun daerah ini termasuk
wilayah rantau Minangkabau, pada saat itu belum
ada penduduk yang menghuninya.
Daftar Pustaka:
Sandi, Deka Maita. 2019. Alek Pangtonang.
Identifikasi Diri Etnik Mandailing di Nagari
Simpang Tonang Kecamatan Duo Koto
Kabupaten Pasaman (2000-2018). Jurnal
Education and Development Institut Pendidikan
Tapanuli Selatan, 7 (2), 274-279
Pdt Mangara Sinamo,M.Th Resmi Dilantik Jadi Bishop GKPPD Masa Bakti Tahun 20262031
kota
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pemilihan Pimpinan pusat Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) atau sering disebutkan pemilihan priode Bi
News
UNIQLO KIDS, Pilihan Nikita Willy & Issa Rekomendasi Pakaian Anak yang Nyaman untuk Keseharian Si Kecil Jakartasumut24.coBagi Nikita Willy
Tips
IKAFEBUSU Sukses Gelar Leadership Bootcamp 2026, Siapkan Pemimpin Muda AdaptifMedansumut24.coIkatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univ
News
BINJAI S24 Bagi pecinta kopi dan suasana santai, Cafe Onthell yang berlokasi di Jalan Perwira, Kota Binjai, Sumatera Utara menjadi salah s
Info
Polri untuk Masyarakat! Ratusan Peserta Meriahkan Fun Run 8K Hari Bhayangkara ke80 di Padangsidimpuan
Umum
Tak Berizin dan Menumpang di Tiang PLN, Polres Padang Lawas Sikat Kabel WiFi Ilegal, Tiga Titik di Sibuhuan Langsung Diperingatkan
kota
MENGENAL UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI (UNPAB)
Info
Bank Sumut Resmikan KCP Sei Berombang, Perkuat Inklusi Keuangan dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Labuhanbatu
Ekbis
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota