Wouw… TNI Temukan 67,5 Ha Ladang Ganja

MADINA | SUMUT 24
Kegiatan uji siap tempur (UST) yang dilakukan Yonif Raider 100 /Pasukan Setia di lereng Tor Sehite dari 22 Mei 2016 lalu hingga Rabu (1/6) pagi membuat geger. Pasalnya, dalam program patroli pengamanan di 6 desa di lereng Tor Sihite yakni Banjar Lancat, Huta Tinggi, Sirangkap, Huta Bangun, Pardomuan/Hutatua dan Ranto Natas, Kecamatam Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal (Madina), petugas menemukan ladang ganja seluas 67,5 hektar (ha).

Kepada wartawan, Danrem 023 KS, Kolonel Inf Fachri mengatakan, aksi yang dilakukan personil Batalyon Raider 100 /PS tersebut bukanlah bentuk operasi melainkan atas perintah Pangdam I/BB mencari lokasi untuk latihan prajurit. Lantaran lokasi tersebut perna dijadikan lokasi latihan Batalyon 123 Rajawali mereka pun menjadikan lokasi tersebut untuk latihan Batalyon Raider 100/PS.

“Latihan ini latihan rutin, dan boleh dilakukan di mana aja,” ucapnya.

Usai dilakukannya latihan tersebut, tambah Fachri, tampa sengaja prajurit pun menemukan ladang ganja. Padahal, tahun pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak menanam ganja, dan masyarakat pun telah bersumpah.

“Penemuannya tidak disengaja,” tegasnya.

Kemudian, tambahnya, penemuan ladang ganja tersebut saat prajurit hendak membuka daerah latihan di Siabu dengan luas sekira 40.000 ha. Saat itulah, prajurit menemukan ladang ganja.

“Sampai hari ini, kita telah menemukan ladang ganja seluas 67,5 hektar. Sedangkan barang bukti yang kita bawa kemari lebih kurang 1 ton,” ucapnya.

Selain itu, masyarakat juga menyerahkan senjata rakitan yang ditemukan di kawasan tersebut. “Ada 4 pucuk senjata yang diserahkan,” ungkapnya.

Dibandingkan tahun lalu, penemuan ladang ganja oleh prajurit Batalyon Raider 100/PS ini merupakan yang terbesar. Pasalnya, tahun 2015 lalu pihaknya hanya menemukan 60 ha.

“Ini yang terbesar. Tahun lalu kita menemukan 60-an juga. Tapi ini yang terbesar. Bisa jadi ini bertambah lagi, soalnya latihan ini berakhir sampai tanggal 4 Juni,” tungkas Fachri.

Atas penemuan tersebut, Danrem 023 KS pun menyerahkannya ke Polda Sumut guna menindak lanjuti temuan itu. Penyerahan ini pun diterima langsung Waka Polda Sumut, Brigjend Adhi Prawoto.

Kepada wartawan, Adhi mengatakan, penemuan tersebut merupakan bentuk bukti dari perintah Presiden Republik Indonesia, Jokowi dalam penanggulangan narkoba. “Ini sudah diwujudkan prajurit. Saat mereka latihan melihat ladang ganja, merekapun langsung mengamankannya dan melaporkannya ke pihak kepolisian
Karenanya, kita pun menindak lanjuti temuan itu,” ucapnya.

Lebih lanjut, bebernya, pihaknya juga telah menetapkan 2 orang tersangka dalam penemuan ini. Tidak menutup kemungkinan, tersangkapun akan bertambah mengingat lahan yang ditemukan sangatlah luas.

“Akan kita kembangkan lagi. Saat ini 2 tersangka yang kita amankan,” ucapnya.

Disamping itu, Adhi mengatakan, guna memberantas narkoba di Indonesia pihaknya secara terpadu berkordinasi dengan TNI, BNN, Dinas Pemerintahan dan tokoh masyatakat. “Kita akan terus bahu-membahu guna memberantas narkoba,” tungkasnya.

Sebagai bentuk pemberantasan narkoba, Polri, TNI, instansi pemerintahan dan tokoh masyarakat terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat. “Kita menyadarkan masyarakat bagaimana ladang-ladang ganja tersebut agar diganti dengan menanam tanaman lain. Janganlah ganja. Inilah yang akan kita lakukan secara sinergis,” ucapnya.

Bahkan, bebernya, pihaknya tidak akan perna berhenti melakukan sosialisasi tersebut secara terus menerus hingga masyarakat akhirnya sadar. “Ini akan terus kita lakukan hingga masyarakat pun sadar,” pungkasnya. (Indra)