Selasa, 31 Maret 2026

150 juta Dana Bumdes Terang Bulan Dibelikan Keyboard Bekas

Administrator - Senin, 04 November 2019 12:48 WIB
150 juta Dana Bumdes Terang Bulan Dibelikan Keyboard Bekas

LABURA | SUMUT24

Baca Juga:

Pemerintah Desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) mengalokasi Anggaran pengeluaran pembiayaan untuk penyertaan modal usaha pada BUMdes sebesar Rp.150 juta, pada tahun anggaran 2018 lalu. Pembiayaan yang menggunakan anggaran Pemerintah Pusat melalui Dana Desa (DD) Terang Bulan, diperuntukkan buat BUMdes di desa tersebut, ternyata banyak kejanggalan.

Informasi dihimpun Sumut24 dari masyarakat, ketidak nyamanan terjadi di BUMdes Terang Bulan. Warga menyebutkan alat musik yang seharusnya disewakan itu kini telah rusak, disebabkan barang yang dibelanjakan ternyata barang bekas.”Bagaimana tidak cepat rusak, dari anggaran sebesarr Rp. 150 juta, ternyata dibelikan keyboard yang bekas’, ujar sumber yang minta namanya tidak disebutkan baru-baru ini.Menurutnya, warga sekitar kewalahan untuk menyewa alat musik yang dibiayai dari pemerintah itu, disebabkan kalau menyewa dari luar Desa mungkin biayanya terlalu besar. “Yang menjadi pertanyaan kita uang sebesar Rp. 150 juta dikemanakan, kenapa harus membeli barang bekas, kan sia-sia uang Pemerintah itu, tidak ada fungsinya bagi masyarakat”, tegasnya.Sumber itu menyebutkan, yang harus bertanggung jawab dalam masalah ini adalah pengelola atau pengurus BUMdes Terang Bulan.”Kami berharap pihak terkait dapat melihat persoalan ini, karena sangat disayangkan, dengan anggaran sebesar itu usaha BUMdes Terang

Bulan tidak berpungsi lagi”, katanya.

Ketua BUMdes Terang Bulan Abdul Kodir saat ditemui mengakui pembelian keyboard dimaksud memang barang bekas’.”Iya bang, memang kita beli yang bekas’, tapi untuk alat-alat lainnya semua beli baru, seperti lespeaker kita rakit’ sama orang,”, katanya sembari menunjukkan biaya pembeliannya kepada wartawan, Senin (4/11) diruang kerjanya.Menurutnya, dana sebesar Rp. 150 juta semua yang terpakai dipotong pajak, begitu juga untuk keyboard yang rusak saat ini belum diperbaiki karena tidak cukupnya biaya operasional.”Sebenarnya ini tidak skill saya, begitu juga biaya pemasukan dan operasional kita tidak sesuai, jadi belum bisa kita perbaiki”, kata ASN yang bertugas di SMA Negeri 1 Aek Natas tersebut. (Indra).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Membentuk Jiwa Korsa dan Mental Baja, Brimob Sumut Gelar Pembinaan Tradisi Bintara Remaja
Wujudkan Tata Kelola Bersih, Bupati Asahan Serahkan LKPD 2025 ke BPK Perwakilan Sumut
Rapat Paripurna DPRD Asahan: LKPJ Bupati 2025 Tunjukkan Ekonomi dan IPM Mengalami Pertumbuhan Positif
Ikuti Atensi Bupati Sergai, Camat Tanjung Beringin Pilih Bersepeda ke Kantor: Hemat Energi dan Sehat
Presiden Prabowo Saksikan Kesepakatan Rp384 Triliun di Tokyo, Indonesia Kian Dilirik Investor
Rayakan Peluncuran ‘ARIRANG’, Spotify dan BTS Hadirkan Berbagai Pengalaman Imersif dan Kegiatan Eksklusif untuk Fans
komentar
beritaTerbaru