Ikuti Atensi Bupati Sergai, Camat Tanjung Beringin Pilih Bersepeda ke Kantor: Hemat Energi dan Sehat
Sergai sumut24.co Camat Tanjung Beringin, Ahmadi Darma, mulai menerapkan kebiasaan bersepeda menuju kantor sebagai bagian dari dukungan te
News
Medan | Sumut24
Baca Juga:
- Ikuti Atensi Bupati Sergai, Camat Tanjung Beringin Pilih Bersepeda ke Kantor: Hemat Energi dan Sehat
- Presiden Prabowo Saksikan Kesepakatan Rp384 Triliun di Tokyo, Indonesia Kian Dilirik Investor
- Rayakan Peluncuran ‘ARIRANG’, Spotify dan BTS Hadirkan Berbagai Pengalaman Imersif dan Kegiatan Eksklusif untuk Fans
Hasil survei Pemantauan Status Gizi (PSG) 2015 menyebutkan 16,5 persen bayi dibawah lima tahun (Balita) anak di Sumut alami tubuh sangat pendek. Bila dirincikan, 16,5 persen anak sangat pendek, 18,4 persen pendek dan 65,1 persen normal.
Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Sumut dr Retno Sari Dewi melalui Kordinator Pengelolaan Gizi, Ferdinan mengatakan, untuk stunting (anak pendek) itu kriterianya berdasarkan standard WHO. Sementara faktor penyebab balita pendek didominasi masalah gizi sejak kehamilan. Hal itu mungkin disebabkan ibu menderita anemia gizi, kurang energi kronis dan ibu menderita penyakit pre eklamsia.
“Penyebab stunting bukan dilihat dari anak sejak lahir tetapi saat dikandungan yaitu karena faktor ekonomi rendah, pola asuh dimana pola asuh ini tidak sama dengan yang pendapatannya tinggi lalu anaknya normal. Juga faktor lingkungan atau pola hidup bersih dan sehat dan pengetahuan tentang gizi. Status gizi ibu saat hamil itu sangat berpengaruh. Kemungkinan juga dikarenakan faktor zat kimia dalam bahan makanan yang masa inkubasinya lima sampai sepuluh tahun kemudian,” jelas Ferdinan, Rabu (7/12) di Medan.
Namun, sebutnya, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, di Sumut stuntingnya 42,5 persen. Tahun 2015 menjadi 34,9 persen atau turun 7 sampai 8 persen. “Jadi, ada hasilnya untuk stunting mengalami penurunan 7 sampai 8 persen selama dua tahun. Kalau untuk Indonesia target 2019 yaitu 28 persen, yang dimulai sejak Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014 sampai 2019,†katanya.
Maka, lanjutnya, pentingnya diperhatikan kebutuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yaitu sejak anak dalam kandungan sampai usia 2 tahun untuk mengatasi stunting. “Upaya yang kita lakukan dengan program 1000 HPK untuk menurunkan angka stunting yaitu tiap ibu hamil wajib mendapatkan 90 tablet zat besi (Fe), pemberian makanan tambahan ibu hamil selama 90 hari. Mengadakan penyuluhan pentingnya gizi pada ibu hamil, mengadakan pelatihan inisiasi menyusui dini dan program lainnya,†kata Ferdinan.
Dijelaskannya kembali, untuk ukuran yang disebut tinggi badan pada anak usia bisa berdiri yaitu 1 tahun ke atas adalah kalau 80 cm disebut normal, 70 cm pendek dan 60 cm sangat pendek. Sedangkan ukuran panjang badan bagi anak usia dibawah 1 tahun yaitu 48 cm dikatakan normal, kurang dari 48 cm pendek dan dibawah 48 cm sangat pendek. “Misalnya anak usia 10 bulan maka tingginya 80 cm, kalau 71 cm dikatakan pendek,†katanya mencontohkan.
Ditambahkannya, dari data Pemantauan Status Gizi itu, yaitu Langkat dengan anak sangat pendek 7,4 persen dan pendek 11,1 persen. Lalu Sibolga anak sangat pendek 7,7 persen dan pendek 13,4 persen. Rata rata di Sumut dari 33 kabupaten/kota untuk anak sangat pendek 16,5 persen, pendek 18,4 persen dan normal 65,1 persen. “Indikator stunting suatu daerah dikatakan bermasalah berdasarkan WHO prevalensi anak pendek diatas 20 persen. Kalau Sumut 34,9 persen. Jadi, Sumut masih bermasalah dengan gizi anak,†ujarnya.
Karenanya, Ferdinan mengharapkan pentingnya mengoptimalkan peran lintas sektor melalui Rencana Aksi Pangan Gizi Daerah (RAPGD) yang diantaranya terdiri dari dinas kesehatan, pertanian, badan ketahanan pangan, perikanan dan peternakan. “RAPGD ini harus ada tiap lima tahun yaitu sejak 2014,†pungkasnya.(W04)
Sergai sumut24.co Camat Tanjung Beringin, Ahmadi Darma, mulai menerapkan kebiasaan bersepeda menuju kantor sebagai bagian dari dukungan te
News
Tokyo Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha In
News
Jakarta, Album &039ARIRANG dari BTS rilis hari Jumat, 20 Maret lalu dan ARMY menunjukkan dukungan penuhnya di Spotify terhadap comeback
Ekbis
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memaparkan capaian makro ekonomi daerah tahun 2025 saat menyampaikan
Politik
Medan SMAN 2 Medan menggelar acara pelepasan siswa kelas XII yang dihadiri oleh para orang tua, guru, dan alumni, di halaman sekolah pad
Kota
Gubernur Bobby Nasution Serahkan LKPD TA 2025 ke BPK Sumut
kota
Mantan Kepala BNI Aek Nabara Diamankan Polda Sumut Saat ini Masih Menjalani Pemeriksaan
kota
Camat Medan Amplas Pimpin Upacara di TPI, Bagikan 640 Bingkisan untuk Siswa
kota
Pengamat Kritik Keras Rangkap Jabatan Sulaiman Harahap Bukti Lemahnya Ketegasan Gubernur
kota
Sampaikan LKPJ 2025 ke DPRD,Bobby Nasution Paparkan Peningkatan Makro Ekonomi Sumut
kota